Share :  

Diminta atau tidak, hampir semua orang pernah memberi komentar. Kalau komentarnya salah, menimbulkan efek negatif, ia akan menyesal, tetapi komentar yang sudah keluar dari mulut kita tidak bisa dihapus lagi. Sekalipun sudah minta maaf, pengaruh komentar yang salah atau jahat itu tetap teringat-ingat sampai bertahun-tahun, bahkan sampai mati. Masih untung kalau yang kena komentar jelek itu orang Kristen yang sungguh-sungguh, ia mengampuni penuh sekalipun masih teringat duri yang tajam itu, tetapi berapa persen jumlah orang Kristen jalan sempit di sekitar kita? Di dalam Firman Tuhan ada banyak patokan untuk bisa memberi komentar-komentar yang baik yaitu:

  1. Hendaklah senantiasa perkataanmu itu berkat.
  2. Dimasinkan dengan garam.
  3. Supaya dapat kamu (memberi jawab yang tepat, yaitu) mengetahui bagaimana kamu memberi jawab kepada tiap-tiap orang Kol 4:6.

A. KOMENTAR KITA ITU HARUS SELALU (TERUS MENERUS, SEMUANYA) MENJADI BERKAT

Komentar kita itu harus selalu (terus menerus, semuanya) menjadi berkat bagi semua (tiap-tiap) orang yang menerima komentar kita, baik orang baik atau orang jahat, orang beriman atau orang berdosa, kawan atau lawan. Tuhan menghendaki hidup kita ini menjadi berkat bagi semua orang Kej 12:2 seperti Abraham. Kita diampuni, diselamatkan, diberkati dan dibesarkan supaya menjadi berkat dari Allah bagi semua orang (tetapi tidak menjadi korban jasmani/ rohani dari orang-orang jahat, sebab itu harus cerdik seperti ular, tulus seperti merpati Mat 10:16). Memang ini seringkali sakit bagi daging, istimewa untuk orang yang jahat, merugikan dan menyakiti hati kita, daging ingin membalas, tetapi Tuhan menghendaki kita menjadi berkat, supaya mereka yang jahat pun (apalagi yang baik bagi kita) dilawat Tuhan Mat 5:16. Memang menjadi berkat itu rugi menurut perhitungan manusia, tetapi untung besar menurut perhitungan Allah untuk kekal. Sebab itu orang Kristen yang seperti Abraham mau menjadi berkat sekalipun rugi karena Kristus (tetapi bukan korban kebodohan). Orang seperti ini akan mempunyai komentar yang baik dan selalu menjadi berkat bagi semua orang di sekitarnya, termasuk bagi orang-orang jahat seperti komentar Tuhan Yesus bagi orang-orang Farisi yaitu teguran Mat 23 dan permintaan ampun bagi mereka Mat 23:34. Jadi supaya komentar kita baik, betul, menjadi berkat, kita harus mau pikul salib, menyangkal diri setiap hari, selalu di jalan sempit di atas Mezbah!

B. DIMASINKAN DENGAN GARAM

Tentu ini bukan garam harfiah, tidak mungkin. Lalu garam apa? Inilah garam yang ada dalam Markus 9:49-50 KJI. Digarami dengan api itulah hidup yang dipimpin oleh Roh Kudus terus menerus seperti ligabis. Dan setiap korban sembelihan akan digarami dengan garam Im 2:13. Ini berarti, istimewa waktu menjadi korban seperti binatang korban yang disembelih Rom 8:36, kita dikuatkan oleh Roh Kudus yang ada di dalam kita. Kita bisa memiliki Garam ini kalau kita selalu berdamai dengan semua orang yang di sekitar kita; tidak bermusuhan, tetapi mengasihi, sekalipun dengan orang-orang yang memusuhi kita Mat 5:45. Maka Roh Kudus akan menggarami, sehingga kita selalu diasinkan dengan garam Roh Kudus yaitu Ia menguasai hidup kita dalam segala segi hidup kita rohani dan jasmani, juga segala komentar kita sehingga selalu menjadi berkat. Kita harus mau korban untuk menjadi berkat karena Kristus, itu salib (kalau menderita karena salah itu bukan salib 1Pet 2:21). Salib itu sakit bagi daging, tetapi itu menyebabkan roh kemuliaan turun ke atas kita 1Pet 4:14 dan perhitungannya untuk kekal Rom 8:17-18. Mau pikul salib sehingga bisa menjadi berkat bagi semua orang, adalah dasarnya untuk bisa melahirkan komentar yang selalu menjadi berkat. Kalau tidak mau pikul salib, meskipun pintar, meskipun sudah dibaptiskan dengan Roh, sulit menjadi berkat. Dasarnya harus mau korban, baru bisa punya komentar yang bisa menjadi berkat! Orang seperti ini juga akan mudah dipimpin Roh dan itu dasarnya untuk bisa menjawab dengan tepat dengan kata-kata dari Allah.

C. MENJAWAB DENGAN TEPAT

Kita harus belajar menjawab dengan tepat dengan akal kita (ini perlengkapan jasmani yang diberi oleh Tuhan) dan dengan pimpinan Roh. Tentu pimpinan Roh Kudus itu yang sempurna, tetapi kita harus tahu lebih dahulu secara akal dan tetap menurut Firman Tuhan dan itu juga harus tunduk dan dikuasai oleh Roh Kudus.

I. JAWABAN TEPAT DENGAN AKAL

  1. Dengar baik-baik, dengan cepat Yak 1:19. Jangan tidak tahu persoalannya langsung menjawab, itu asbun (asal bunyi) dan akan melahirkan banyak komentar yang salah dan celaka.
  2. Lambat bicara. Kita harus mendengar baik-baik dengan cepat dan itu tetap butuh waktu, lalu dipertimbangkan baik-baik, ini butuh waktu lebih banyak. Sebab itu orang bijak itu lebih lambat bicara, lambat memberi komentar sesudah selesai ditimbang-timbang Ams 15:28. Apalagi kalau kita tidak menguasai problem atau pokok itu, lebih baik membisu, tidak menjadi orang bodoh karena ngawur Ams 17:28; 13:5.
  3. Sedikit bicara, sedikit salah Ams 10:19. Jangan tidak mau kalah lalu berebutan bicara, akan banyak komentar yang salah dan membuat celaka Ams 15:28. Ingat tidak ada penghapus kata (kecuali orang Kristen di atas Mezbah mau mengampuni dan melupakan). Kalau tidak perlu bicara, jangan bicara, jangan asbun (lebih baik bicara tentang Firman Tuhan, sharing kebenaran Firman Tuhan). Kalau harus bicara, harus beri komentar atau jawaban, pikir baik-baik dan minta pimpinan Roh Kudus. Kalau kita harus bicara, apalagi yakin disuruh Roh Kudus, jangan diam, jangan takut, minta kata-kata dari Roh Kudus Mat 10:19-20. Andaikata budak Naaman diam, ia tidak menjadi berkat bagi keluarga Naaman dan ia juga tidak dapat berkat!
  4. Isi komentar harus dijaga supaya aman, dan menjadi berkat, tidak masuk dalam kesukaran dan celaka Ams 21:23 dan tidak binasa Ams 13:3. Kalau kata-kata kita tidak dijaga, bisa makan buahnya yang pahit dan celaka Ams 18:20-21. Orang yang bicara seenaknya, sekalipun betul menurut dirinya sendiri (masih ada kemungkinan salah) hendaknya dipikirkan, apakah itu bisa menjadi berkat dan disetujui Roh Kudus (ada sejahtera dari Roh Kudus), jangan menyakiti orang tanpa faedahnya bahkan bisa menjadi jerat bagi dirinya sendiri Ams 6:2. Sebab semua kata-katanya itu harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah dan menanggungnya pada hari kiamat Mat 12:36.
  5. Kata-kata persungutan dan melawan Allah bisa betul-betul jadi Bil 14:27-28. Israel bersungut-sungut bahwa mereka akan mati di padang gurun dan itu benar-benar terjadi. Jangan bicara sembarangan, apalagi dalam persungutan terhadap Tuhan.
  6. Jangan bicara sia-sia atau sengaja mengada-ada untuk melucu Ef 5:4. Seringkali orang memaksakan atau membengkokkan hal-hal yang wajar supaya lucu, tetapi seringkali akibatnya timbul hal-hal yang menyakiti hati, lalu akibatnya timbul kepahitan dan keretakan dalam persekutuan, bahkan benci dan dendam. Kalau kita bicara yang wajar, tidak dipaksakan dan menjadi lucu, itu boleh dan tidak salah. Tetapi jangan bicara yang tidak layak, atau dibengkok-bengkokkan supaya lucu, ini sia-sia dan membawa celaka! Lebih baik membicarakan hal-hal yang menyebabkan semua bisa mengucap syukur pada Tuhan.
  7. Melatih kebiasaan-kebiasaan yang baik. Alkitab kita penuh dengan nasehat untuk bisa bicara dengan baik (pelajari buku tentang “Lidah”) supaya jangan timbul kebiasaan bicara yang jelek dan jahat, sekalipun antara suami-isteri dan keluarga sendiri, juga dalam pekerjaan, sekolah, di Gereja, di antara tetangga dll. Sebab lidah itu kemudi hidup, sehingga kalau sembarangan bicara, kapal hidup kita bisa oleng dan tenggelam Yak 3:3-4. Jangan biasa dengan bahasa dan cara-cara bicara yang kasar dan jahat, cabul, istilah-istilah yang kurang ajar dsb, sebab untuk setiap kata itu ada akibatnya untuk sekarang bahkan sampai kekal Mat 12:36. Bicara itu sangat mudah, tetapi menghapus akibatnya itu sangat sulit, kadang-kadang sampai seumur hidup belum bisa terhapus, sekalipun tangisan dan kepahitan sudah terlalu banyak! Orang yang tidak mau menahan, mengekang atau mengatur lidahnya, sekalipun ibadahnya sungguh-sungguh, itu menjadi sia-sia. Beberapa orang yang sudah sungguh-sungguh beribadah, tetapi kalau bicara masih seenaknya saja, itu ibadah sia-sia, bisa berakhir di Neraka Yak 1:26.

II. JAWABAN TEPAT OLEH PIMPINAN ROH

Kemampuan manusia itu terbatas, tetapi kita harus berusaha untuk menahan lidah ini supaya dicocokkan dengan Firman Tuhan. Tetapi ada satu cara hidup yang lebih indah dan jauh lebih berhasil yaitu kalau kita mau berjalan dalam Roh, dikuasai dan dipimpin Roh, hidup kita akan berhasil seperti Nuh Kej 6:9 dan termasuk juga bagian yang terpenting dari hidup yaitu: mengemudikan lidah dalam pimpinan Roh senantiasa. Roh Kudus memberi kata-kata dalam pikiran dan mulut kita Mat 10:19, sebab itu apa yang dikatakan Roh, itu juga yang kita katakan. Kalau Roh menyuruh diam, kita diam (seperti Putra manusia Yesus misalnya dalam Yohanes 8:6, 26 istimewa di depan pengadilan imam besar, Herodes dan Pilatus Luk 23:9 seperti domba kelu Yes 53:7 meskipun dengan menuruti pimpinan Roh Kudus akibatnya fatal). Kalau Roh menyuruh kita bicara, kita harus bicara dengan resiko apapun. Kalau kita 100% dipimpin Roh, maka kata-kata kita akan 100% betul, biasanya juga perbuatan kita dan kita akan berjalan dengan tepat dalam rel Tuhan, maka hasilnya akan sangat indah, tidak kita duga 1Kor 2:9.

Bagaimana kita bisa dipimpin Roh sehingga kita menjawab atau berkomentar dengan tepat?

II.A. SYARAT-SYARAT DIPIMPIN ROH PADA UMUMNYA

Orang yang bisa dipimpin Roh adalah orang yang percaya Tuhan Yesus sampai lahir baru dan penuh dan dipimpin Roh terus menerus, jangan hanya sebentar-sebentar hanya kalau perlu (itu ligabo) tetapi terus menerus. Hidup dipimpin Roh itu berarti sepenuhnya dalam kesucian. Dalam hal ini juga termasuk mau pikul salib, mau mematikan daging, sebab tanpa ini tidak bisa dipimpin Roh Rom 8:13-14 dan tumbuh dalam pelayanan, persekutuan, doa danpengertian Firman Tuhan. Khususnya tumbuh dalam pengertian Firman Tuhan itu diperlukan untuk bisa terus mendengar suara Roh sehingga terus dipimpin Roh. Kalau bisa mengerti kebenaran Firman Tuhan, maka kita bisa mengenali suara Roh dan sebab itu kita bisa taat terus menerus dipimpin Roh dalam segala segi hidup. Pengalaman, pintar, lihai dll, tanpa pengertian Firman Tuhan tidak cukup untuk bisa mengenali suara Roh, sehingga orang ini hidupnya pincang secara rohani sekalipun baik, pintar, pengalaman. Jadi mutlak perlu bertumbuh dalam pengertian Firman Tuhan 2Pet 3:18 dll.

II.B. SYARAT-SYARAT DIPIMPIN ROH UNTUK BICARA

Untuk ini perlu diperhatikan:

  1. Memelihara sumber yang bersih, sebab melimpah dari dalam hati melalui mulut Mat 12:34. Kalau hati ada dosa (apalagi banyak), sulit untuk bisa memberi komentar yang betul, baik dan menjadi berkat. Kalau ada dosa sombong, pasti komentarnya itu ada kejemawaan bahkan juga seringkali menghina dan menyakiti hati orang lain. Kata-kata dan komentarnya sulit dibersihkan sebelum hatinya disucikan dan dipelihara tetap suci dalam segala segi hidup Ams 4:23, Maz 51:8. Segala dosa bisa dan akan mewarnai kata-kata dan komentarnya. Kalau ada cinta uang, akan ada banyak siasat, dusta (hitam dan putih, semua sama) karena uang, bahkan bisa timbul segala macam kejahatan 1Tim 6:9-10. Sekalipun dijaga baik-baik, dosa-dosa itu akan bocor keluar dari mulutnya, apalagi kalau emosi, atau bicara pada orang-orang dekat yang dipercaya, semua dosa bisa keluar tanpa disaring lagi. Orang yang dekat dan banyak mendengar kata-katanya, akan tahu isi hatinya, yaitu dosa yang ada di dalamnya, misalnya benci, zinah, iri, duniawi, okultisme dll semua akan keluar dari mulutnya, sebab hati yang penuh akan meluap-luap melalui mulut. Sia-sia mengunci mulut kalau hatinya kotor, komentarnya akan kotor, jahat dan melawan Firman Tuhan.
  2. Dipimpin sejahtera Allah Flp 4:7. Kalau kita dipimpin Roh, lebih-lebih kalau bicara betul sesuai dengan kata-kata yang dikehendaki Roh, maka hati kita akan tetap sejahtera, sekalipun ada banyak tantangan atau dalam keadaan yang kritis. Kalau hati gelisah, emosi, marah-marah bahkan juga meluap-luap karena keinginannya yang betul, tetapi kalau tidak sejahtera, jangan bicara dahulu sampai yakin dan ada sejahtera dari Tuhan.
  3. Vokal. Kalau pendidikan meningkat, orang-orang menjadi makin vokal atau ceplas ceplos, juga dalam Gereja, baik komentar yang bisa membangun, juga yang menghancurkan (sebab dipimpin setan, atau ada dosa dalam hatinya) atau yang asbun yang membuat kekacauan di mana-mana. Lebih-lebih pemimpin, direktur, orang sukses, orang kaya, orang berpangkat rohani dan jasmani, ini seringkali mudah menjadi vokal atau asbun, sebab orang-orang bawahannya tidak berani melawan; Meskipun begitu kalau salah, akibatnya bisa dahsyat sampai neraka! Vokal itu istilah dunia, dari dirinya sendiri, apalagi kalau orang itu pintar, ingatannya tajam, lihai, tetapi ini bukan dipimpin Roh, hanya mirip tetapi tidak sama! Hanya sedikit orang yang vokal, tergantung dari pribadinya. Tetapi semua orang yang mau bisa dipimpin Roh!Jangan vokal tetapi dipimpin Roh seperti Putra manusia Yesus Yoh 8:26. Yang bicara hanya kalau dipimpin Roh; jangan ditambahi atau dikurangi. Petrus mula-mula memang vokal misalnya dalam Yohanes 13:6, 8, Matius 16:22, tetapi waktu ada ancaman ia takut sekali, lalu diam. Tetapi sesudah penuh dan dipimpin Roh, ia berani bicara dari Roh misalnya dalam Kisah Rasul 4:19,29,31. Juga Yeremia takut sekali, tetapi kalau tidak bicara Roh Kudus menyala-nyala dalam hatinya, sehingga ia harus bicara seolah-olah vokal tetapi itu karena dipimpin Roh Yer 20:7-9. Jangan menjadi vokal tetapi bicaralah kalau dipimpin Roh. Orang yang hidup dipimpin Roh ituhidup suci sampai hati, mengerti Firman Tuhan, tulus, berdoa terus dalam Roh dan kebenaran dsb. Tetapi vokal tergantung orangnya, sekalipun tidak mengerti Firman Tuhan, tidak berdoa, tidak tulus, masih bisa vokal, tetapi itu bukan Firman Tuhan bahkan kadang-kadang melawan Allah! Sebab itu orang beriman jangan vokal tetapi dipimpin Roh!
  4. Berani lapor. Kalau kita melihat saudara kita berbuat dosa, jangan diam, tetapi tolonglah dengan kasih Kristus dan hikmat Allah sambil terus berdoa. Kalau diam saja itu menjadi dosa Yak 4:17. Kalau kita bisa melihat itu bukan kebetulan, itu karenaTuhan mengizinkan, bahkan memimpin kita supaya menolongnya. Berkata-katalah dengan tulus dan minta pimpinan Roh (bukan vokal). Terangi dengan kebenaran Firman Tuhan Maz 119:105, jangan takut bicara di hadapannya, jangan takut menyalahkan Ef 5:11, tetapi dengan kasih. Jangan lupa berdoa terus, bersandar Tuhan dan terus dipimpin Roh. Kalau belum berhasil, laporkan pada pimpinannya (semua pemimpin dalam Gereja adalah gembala kecil) atau pada gembala sidang, semua ini maksudnya untuk bersama-sama menolong, sebab gembala itu seharusnya terbeban untuk menolong domba yang sesat Luk 15:4. Jangan diwarta beritakan (jangan bicara di belakang). Memang menegur orang yang bersalah itu resiko, apalagi melaporkannya pada gembala (kecilnya).Tetapi ini cara yang betul, laporkan, tetapi jangan fitnah, dengan kasih untuk menolong, laporkan pada orang yang terbeban dan bertanggungjawab akan keselamatan jiwanya Ibr 13:17. Meskipun resiko besar tetapi ini jalan Tuhan. Karena sebab yang sama Yusuf masuk dalam aniaya = sekolah tinggi sampai menjadi orang yang besar dan indah di hadapan Tuhan. Jangan memberitakan dosa saudara-saudara kita ke mana-mana, itu cara iblis untuk melemahkan orang (apalagi kalau dosa itu belum tentu betul, ini fitnah seperti Doeg 1Sam 22:9, Maz 52:1, akibatnya dahsyat di hadapan Tuhan Maz 52:2-6. Masih ada orang-orang Kristen yang suka fitnah, bahkan menfitnah pemimpin-pemimpinnya sendiri, itu akan dihukum Tuhan dengan setimpal 2Tim 4:14-15, Rom 12:19. Jangan ketularan Luk 12:1c-2. Israel menfitnah Putra manusia Yesus orang benar itu di hadapan Pilatus, maka darah-Nya tertanggung atas mereka turun temurun sampai akhir zaman Yer 30:7! Pemfitnah itu seorang pembunuh, hukumannya dahsyat dan tidak masuk Surga 1Yoh 3:15, Wah 22:15). Jangan vokal, suka komentar apalagi kalau sudah diberkati Tuhan jasmani dan rohani, lebih-lebih terhadap orang-orang yang diurapi oleh Tuhan Maz 105:15.

KESIMPULAN

Siapa yang tidak pernah berdosa dengan lidahnya Yak 3:2, itu dahulu. Sekarang sesudah menjadi baru harus berubah makin seperti Kristus yang tidak pernah bersalah. Ini bisa kalau kita terus menerus berjalan dalam Roh. Jangan komentar meskipun betul kalau tidak dipimpin Roh. Tunggu pimpinan Roh sambil terus berdoa dalam Roh dan kebenaran. Ada tiga tingkat bicara dan komentar yang harus kita kenali, yaitu:

  1. Tingkat Halaman. Ini memberi komentar dengan kekuatan sendiri, tetapi perlu ada yaitu dengan maksud baik, tulus, ingin menjadi berkat dan dengan cara-cara atau kebiasaan yang baik sesuai Firman Tuhan. Tetapi ini belum cukup, meningkatlah.
  2. Tingkat Ruangan Suci dipimpin Roh. Pikiran dan kepintaran kita terbatas dan jangan bersandar padanya, melainkan belajar hidup dipimpin Roh dengan kasih sesuai Firman Tuhan dan bicara atau berkomentar, tetapi hanya menurut pimpinan-Nya, (jangan vokal atau asbun), pasti menjadi berkat dan diberkati Tuhan.
  3. Tingkat Ruangan Maha Suci. Mutlak tidak bisa berdosa. Ingat Kolose 4:6.