Share :  

I. HIDUP ITU SUATU KESEMPATAN

Istimewa dengan hidup baru di dalam Kristus, kita bisa mencapai kemuliaan dan kesukaan yang amat besar untuk kekal di Surga. Setiap hari kita hidup, di dalam Kristus itu kesempatan emas, apa saja yang kita buat di dalam Kristus, sesuai dengan Firman Tuhan akan mengikut menyertai kita selama-lamanya Wah 14:13. Jangan sia-siakan kesempatan yang pendek dan hanya satu kali ini Yoh 9:4. Ada banyak hal yang hanya bisa kita lakukan di dunia, tetapi tidak bisa dilakukan lagi di Surga; kesempatan itu hanya ada di dunia, tidak ada di dalam Surga! Apa saja hal-hal itu?

  1. MENDERITA KARENA KRISTUS, pikul salib, menderita karena kebenaran, itu hanya bisa dilakukan di dunia. Di Surga tidak ada salib, tidak ada pergumulan atau peperangan, tidak ada penderitaan. Di Surga kita mengerjakan proyek-proyek Allah yang sangat indah dan mulia tanpa pergumulan, tanpa penderitaan atau pengorbanan, tanpa makan hati atau ketegangan, selalu sejahtera dan sukacita, lebih indah dari hobi, dan pasti berhasil 100% dan sangat indah. Kita mengerjakannya sebagai suatu kesukaan seperti rekreasi tanpa resiko bahaya celaka atau kematian. Di Surga kita hanya menikmati kesukaan dan kesenangan yang murni dan sangat indah, pasti 100% puas. Di Surga tidak ada salib, tidak ada penderitaan seperti di dunia, tetapi setiap penderitaan di dunia karena Kristus itu ada pahalanya dan menentukan tingkat kemuliaan kita untuk kekal Rom 8:17-18. Di Surga tidak lagi ada pertumbuhan tingkat kemuliaan, semua ditentukan dalam hidup di dunia, tetapi tidak ada iri atau dosa, sangat harmonis meskipun tingkatan kemuliaan masing-masing berbeda, sangat indah. Setiap orang menerima pahala dan kemuliaannya sesuai dengan perbuatannya di dalam dunia Wah 22:12, Rom 2:6. Semua yang dilakukan di dunia itu penuh pengorbanan dan penderitaan, tetapi hasilnya mulia untuk kekal. Sebab itu orang yang mengerti bisa menikmati salib atau penderitaan karena Kristus Kis 5:41. Orang yang mengerti bisa bersorak dan berlompat-lompat waktumenderita bagi Tuhan Mat 5:10-12, Luk 6:22-23. Ini bukan ekstrem tetapi wajar karena mengerti, seperti Paulus menyanyi dengan Silas di penjara, mereka mempersembahkan korban pujian bagi Tuhan Ibr 13:15, Maz 69:31-32. Beberapa orang belum bisa menikmati menyanyi di Gereja, apalagi dalam penjara kesukaran, padahal itu untung sekali Di Surga kita menyanyi dengan sukacita, bebas dengan senang, tetapi tidak ada pahalanya, sebab kita menyanyi di Surga itu hanya karena sukacita dan bersyukur, tanpa pengorbanan. Nikmati memuji Tuhan, istimewa dalam penjara-penjara kesulitan, itu suatu korban yangsangat berkenan di hadapan Tuhan seperti kata-kata penyembahan Ay 1:21. Selain memberi korban dan kita mendapat pahala, kita juga tumbuh dalam jalan salib. Di Surga tidak lagi ada pertumbuhan, sebab tidak ada salib, dan kita tumbuh hanya di jalan salib. Orang yang bersungut-sungut sebab menderita karena kebenaran (dikata-katai, difitnah, dirugikan, dibenci dll) itu bodoh sebab pahalanya hilang bahkan dapat hukuman karena persungutannya. Seharusnya dapat pahala dan tumbuh dalam kemuliaan 1Pet 4:14, justru ia dihukum seperti orang Israel dihukum sampai mati di padang gurun sebab bersungut-sungut dan berontak melawan Allah. Sangat bodoh Bil 16:22, 29. Menderita di dunia karena salib, itu rejeki besar, seperti pabrik dapat order pesanan, untung, bukan rugi atau celaka. Salib itu mulia bukan celaka, jangan bodoh, jangan tertipu oleh iblis, dunia dan daging. Nikmati untung besar dan kekal itu! Berjalan dengan Tuhan, dipimpin Roh di dunia Rom 8:14, Kej 6:9, itu harus mematikan daging, penyangkalan diri Luk 9:23; makin taat makin sakit bagi daging Gal 5:17 tetapi hasilnya makin besar dan rohani makin tumbuh, pahala makin limpah, segala-galanya makin untung sampai kekal. Semua ibadah dan pelayanan di dunia ini diwarnai dengan sengsara, sebab kita hidup dalam daging yang melawan kehendak Allah (dan daging harus dimatikan, itu sakit, penderitaan), tetapi hasilnya indah untuk abadi. Kalau seorang bisa sekolah di fakultas untuk 4-5 tahun (itu juga dengan banyak penderitaan) hasilnya manis untuk kira-kira 50 tahun saja, itu sudah menjadi rebutan sebab hasilnya kelihatan. Sebetulnya menderita karena Kristus itu jauh lebih untung untuk bermilyar-milyar tahun bahkan kekal, juga di dunia diberkati! Tetapi banyak orang buta. Kalau bisa melihat kemuliaan yang tidak kelihatan seperti Musa Ibr 11:27, Paulus 2Kor 4:16-17 atau seperti keledai Isakhar Kej 49:14-15, pasti punya gairah dan sukacita untuk menderita karena Kristus. Apalagi kalau kita setia sampai mati itu penderitaan, tetapi kita akan menerima mahkota hayat dari Tuhan Wah 2:10. Mati syahidpun tidak sia-sia, bahkan mendapat kemuliaan ekstra seperti Yohanes Pembaptis, Stefanus dll. Kalau kita bisa bekerja keras dengan efektif untuk Tuhan, sampai lelah, sampai lapar dan ngantuk untuk Tuhan, itu amat indah. Semua ini tidak ada di Surga. Sebab itu orang yang mengerti bisa menikmati sengsara salib ini seperti Petrus dalam penjara dan penderitaannya. Paulus punya satu daftar penderita karena Kristus, suatu daftar yang panjang 2Kor 11:23-30 itu lebih indah dan lebih mulia dari hadiah Nobel. Kesempatan untuk mendapat Nobel sangat-sangat kecil, tetapi kesempatan untuk mendapat mahkota dari Allah itu sangat besar, untuk semua orang, asal kita mengerti dan mau, pasti bisa dapat, begitu murah Allah itu.
  2. KESEMPATAN MENABUR HANYA DI DUNIA Di Surga hanya bisa menuai, tidak lagi bisa menabur. Beberapa orang bahkan beberapa hamba-hamba Tuhan ingin menuai pada waktu sudah tua, menikmati hasil perjuangannya. Kita bersyukur pada Tuhan yang memberi penuaian yang indah-indah dari penaburan kita selagi di dunia, tetapi jangan menghabiskan waktu atau hidup ini untuk menuai, sebab masih bisa dilanjutkan di Surga Gal 6:9, tetapi menabur tidak bisa dilanjutkan di Surga! Sebab itu pakai sebanyak-banyaknya waktu kita untuk menabur, sebab menabur itu hanya bisa di dunia. Kalau waktu kita habis untuk menuai, rugi besar, taburlah terus sampai saat terakhir. Sebab itu Tuhan tidak membatasi pelayanan, Tuhan tidak memberi pensiun,tetapi sampai rambut putih masih diberi kesempatan untuk berdaun hijau dan kuat, supaya bisa terus berbuah-buah sebanyak-banyaknya sampai waktunya habis sama sekali (mati) Maz 92:14-15. Surga itu perhentian kekal, yang manis dan indah, disitu kita bisa menikmati penuaian dari hasil penaburan di dunia. Tuhan Yesus saat-saat terakhir, sekalipun waktu sekarat masih mengerjakan beberapa tugas di atas salib. Juga nabi Elisa waktu sakit yang membawa matinya, masih melayani raja Yoas 2Raj 13:14. Kita hidup setiap hari bahkan sampai hari terakhir, itu masih ada maksud dan rencana Allah untuk berbuah-buah, bukan untuk menganggur atau pensiun, rugi! Apalagi kalau waktu menganggur, senang-senang, kemasukan dosa dan menjadi dingin atau suam, grafiknya turun, itu celaka besar, sebab tingkat kemuliaan kita ditentukan oleh tingkat rohani pada saat terakhir! Bahkan kalau dosa itu tidak dibuang, tidak boleh masuk Surga Wah 21:27! Ada orang yang masih hidup sudah tidak bisa berbuat apa-apa bagi Tuhan, pikun, tidak sadar, hanya memikirkan kesakitannya, itu rugi. Keadaan seperti ini pasti ada sebabnya; jangan sampai grafik rohaninya merosot, apalagi sampai hilang keselamatannya. Ada yang bergumul untuk pemberesan dan pertobatannya, sebab waktu masih kuat dan sehat, ia berkeras hati di dalam dosa, ini hidup yang sia-sia. Ada yang hidup dalam dosa, undur dari Tuhan sehingga dihajar di atas tempat tidur Wah 2:22, ditunggu Tuhan sampai bertobat. Jangan sampai kehilangan kesempatan bertobat sampai mati seperti Esau Ibr 12:17. Elisa justru masih pelayanan di atas ranjang kematiannya, juga Daud 1Raj 2:1, 10, Yakub Kej 49:33. Jangan buang waktu selagi muda, juga jangan sesudah tua. Di Surga tidak ada orang bisa menabur lagi, hanya menuai sesuai dengan penaburannya yang di dunia. Orang yang selagi kuat memakai waktunya baik-baik Yoh 9:4 maka Tuhan akan menambahi kesempatan itu dengan limpah sampai masa tuanya Mat 13:12. Orang yang tidak memakai kesempatannya, tidak punya apa-apa dan apa yang ada diambil dari padanya, kesempatannya habis! Memang orang bodoh dan keras hati itu selalu celaka dan rugi! Pakai setiap kesempatan yang ada seperti Petrus Kis 3:12, Paulus Kis 21:40. Lebih-lebih kalau kita dipimpin Roh, kita bisa melihat setiap kesempatan yang ada dan bisa memakainya dengan efektif dalam pimpinan Roh Kudus. Hidup ini suatu kesempatan emas untuk melayani Tuhan dengan sengsara, tetapi ada kemuliaan dan pahala. Nikmati, sebab kesempatan ini tidak ada lagi di Surga.

II. BAGAIMANA CARA MEMAKAI KESEMPATAN INI DENGAN EFEKTIF

  1. Hidup dalam kesucian. Orang yang hidup dalam dosa masih bisa diberi kesempatan untuk bertobat dari Tuhan, tetapi bukan untuk pelayanan, sebab pelayanan dalam dosa itu menarik hukuman Allah seperti Nadab Abihu Im 10:1-2, Korah, Datan, Abiram Bil 16:26, 35. Orang yang hidup dalam dosa itu selain membuang kesempatan yang baik, juga menumpuk dosa dan hukuman bagi dirinya sendiri. Juga kesempatan untuk berbuat dosa di dunia itubisa sampai mati, tetap keras hati dan melawan Allah seperti Firaun yang tenggelam sampai matidi laut Kolsom. Dosa yang dibuat dalam dunia itu punya akibat khusus, ada hukuman khusus yang sesuai dengan dosa-dosanya waktu di dunia Wah 22:11, Rom 12:6 dengan sejumlah api dan ulat yang tidak bisa mati. (Di Neraka semua berbuat dosa berlebih-lebih sampai sempurna (sebab tidak ada batas dari Allah), tetapi hukumannya lain, sebab mereka tidak lagi punya kesempatan untuk taat dan selamat seperti waktu di dunia, tetapi terus terdesak untuk berbuat dosa. Kalau seorang waktu mau mati bertobat seperti penjahat yang di salib itu untung besar, batal tidak masuk Neraka, sekalipun di Surga tidak ada pahalanya itu sudah sangat untung dan mulia. (Jangan harap seperti ini lalu terjun dalam dosa, tidak akan balik Luk 5:39, Pkh 12:1).
  2. Mau taat melakukan kehendak Allah, lebih-lebih kalau dipimpin Roh dan dikuatkan olehNya, itu untung besar, sebab Roh Kudus membuatnya peka melihat setiap kesempatan. Daud peka melihat setiap kesempatan. Waktu menjaga domba ia melakukan banyak hal yang indah, memuji Tuhan, merenungkan Firman Tuhan, memakai iman untuk mengalahkan singa dan beruang, menyembah Allah, meditasi dll. Juga waktu mendengar Goliat, melihat batu-batu di kali, melihat dan melayani orang-orang yang datang padanya, melihat budak Mesir yang pingsan dst. Daud melihat kesempatan ini dan memakainya baik-baik. Belajar mahir dipimpin Roh dan taat, maka semua kesempatan yang ada bisa kita kenali dan pakai, bahkan Tuhan akan menambahi lagi. Sebaliknya orang yang hidup dalam dosa, atau percintaan dosa, maka semua kesempatan yang ada akan dipakainya untuk perkara-perkara dosa seperti Yudas yang terus mencari kesempatan mendapat uang, uang melulu Mat 26:16, Luk 22:6. Percintaan dosa dan dunia ini akan membuatnya berusaha keras,membuang kesempatan untuk perkara-perkara kekal dan mengejar terus perkara-perkara yang fana. Gehazi terus mencari kesempatan untuk mendapat uang, Simson terus mencari kesempatan berzinah, sebab ada dosa zinah dalam hatinya, Absalom terus mencari kesempatan membalas dendam dan cari tahta bapanya. Dosa, ikatan dan keinginannya akan mendorong dengan kuat untuk memakai setiap kesempatan untuk memuaskan keinginan dosanya. Tetapi orang yang cinta Tuhan, hidup suci apalagi dipimpin Roh akan selalu mencari dan memakai semua kesempatan yang ada untuk melakukan kehendak Allah meskipun itu selalu dengan pengorbanan.
  3. Pengertian perlu (seperti keledai Isakhar) juga kemauan. Jangan malas seperti dalam Matius 25:26-27. Lebih-lebih orang yang bodoh, yang matanya buta, akan membuang banyak kesempatan dari Tuhan 2Raj 13:19. Raja Israel yang jahat masih diberi kesempatan, lebih-lebih orang yang tulus dan lekat dengan Tuhan Yoh 15:5 pasti mendapat banyak kesempatan dalam segala segi hidup, tetapi seringkali kesempatan yang dipakai sangat sedikit, mungkin hanya 1% atau 10%, tergantung dari kemauan dan mata rohaninya yang bisa melihat kesempatan-kesempatan itu.
  4. Rajin memakai kesempatan. Kalau kita bisa memakai semua kesempatan, maka dalam 3,5 tahun pelayanan, kita sudah menjadi sempurna seperti Putra manusia Yesus (kalau tidak pelayanan, kesempatan lebih sedikit). Baik pelayanan dalam Gereja dan dalam hidup sehari-hari. Kalau mau melayani, mau bersaksi akan ada banyak penderitaan {salib} tetapi itu justru kesempatan yang manis dari Tuhan (yang bisa dinikmati). Adanya orang-orang di sekitar kita (orang beriman – angka ke-3 dan orang-orang berdosa untuk menggenapi angka ke 1 dan 2, lihat buku "Target Ilahi") itu adalah rejeki kita. Pakai setiap kesempatan dengan kata-kata, perbuatan, bacaan dll Luk 10:27. Kadang-kadang ada orang yang tidak berani bersaksi, berdoalah dalam Roh Kis 4:29. Lebih-lebih kalau mengerti hasil atau keuntungan yang sangat besar dan kekal, pasti rezeki itu dilahap (secara jasmani, salesman dll itu cepat sekali melahap setiap kesempatan yang mendatangkan untung).
  5. Bersedia. Lebih-lebih menghadapi kedatangan Tuhan yang pasti makin dekat, bersedialah baik-baik seperti ligabis supaya bisa memakai dan menikmati kesempatan yang hanya ada di dunia ini, yaitu dapatkan:
    1. Dua gomer Firman Tuhan Kel 16:22. Banyak orang membuang kesempatan untuk belajar Firman Tuhan, akan kelaparan dan jatuh dalam pencobaan Ams 1:29-32, Luk 14:24.
    2. Minyak dua kali ganda, dalam pelita dan dalam persediaan Mat 25:3-4, yaitu dengan limpah berdoa, baik dalam kamar dan di mana saja terus berdoa tanpa berhenti 1Tes 5:17.
    3. Persekutuan tubuh Kristus yang betul 1Yoh 1:7 dengan kasih dan kesucian (limpah Firman Tuhan). Orang yang mengerti kebenaran akan bisa membedakan persekutuan tubuh Kristus yang betul, yaitu Gereja-gereja jalan sempit dan tetap lekat; yang lepas karena bodoh, tidak mengerti, ada perkara, akan jatuh dalam pencobaan dan tertinggal 1Kor 11:19 atau menjadi pengikut Antikris 1Yoh 2:18-19.
    4. Tekun dalam pelayanan di Gereja dan di mana saja Mat 5:13-14. Kalau kita ada dalam persekutuan tubuh Kristus yang betul, maka kita bisa bersama-sama menikmati kesempatan-kesempatan dan penderitaan salib dalam dunia ini, itu makin indah dan makin efektif. Dengan persekutuan tubuh Kristus yang betul, kita akan makin kuat dan tepat memakai semua kesempatan yang ada Im 26:8.

III. TAHU TETAPI KESEMPATAN ITU DIBUANG

Beberapa banyak orang beriman sudah mengerti, sudah bisa melihat yang tidak tampak seperti Yudas, bahkan sudah dipakai Tuhan dengan heran, tetapi kemudian tertipu oleh kemanisan dunia sehingga menuruti daging dan membuang kesempatan-kesempatan kekal yang mulia dan memakai hidupnya untuk mengejar kesukaan dan kemuliaan dunia yang fana. Sayang! Lebih-lebih kalau sudah mabuk dengan anggur lama dan anggur Sodom Luk 5:39, Pkh 12:1, Ul 32:32-33 tidak mau lagi anggur baru dan terus mengejar dunia, sekalipun sudah tahu akhir jalan lebar itu Neraka. Dosa, keinginan atau ikatan-ikatannya itu membuat semua kesempatan rohani dibuang (ke Gereja, menyanyi, berdoa, pelayanan, bersaksi, belajar Firman Tuhan, menguatkan jiwa-jiwa dll). Sebetulnya orang-orang ini punya banyak waktu, tetapi sebab hatinya suam / buta tidak ada waktu dan kesempatan untuk mencari perkara-perkara yang kekal. Semua hidup dan kesempatannya untuk dunia, apalagi kalau punya uang banyak (sebab itu hampir semua orang mengejar uang karena ingin memakai hidupnya untuk berlazat-lazat dalam dunia). Orang yang cinta Tuhan, yang mau pikul salib, mau menderita dan rugi karena Tuhan akan selalu punya waktu untuk Tuhan, baik untuk berhubungan dengan Tuhan dan untuk melayani jiwa-jiwa, melakukan kehendak Tuhan. Buang semua dosa dan keinginannya, pikul salib dengan sukacita, maka kita bisa menikmati hal-hal ini yang hanya ada di dunia selama waktu yang pendek ini (70-80 tahun) sebab di Surga semuanya ini tidak ada lagi, kesempatan ini hanya ada di dunia.

KESIMPULAN

Hidup hanya satu kali, kesempatan hanya sedikit (70-80 tahun Maz 90:10) sebab itu jangan tertipu oleh kemanisan dan kemuliaan dunia, jangan tukar kesempatan rohani menjadi jasmani, tetapi tukar sebaliknya sebanyak mungkin yaitu dengan dipimpin Roh dan menebus waktu Ef 5:16. Orang yang memakai kesempatannya baik-baik akan ditambahi Allah lagi sampai tua Mat 13:12. Muda itu kesempatan baik, kalau disia-siakan, kesempatan waktu tua juga bisa di ambil dari padanya! Jangan buang waktu atau hidup ini dengan sia-sia untuk perkara yang fana. Batasi hal-hal yang fana hanya sebagai fasilitas, jangan menjadi tujuan, nanti semua kesempatan habis, bahkan dosa muncul dan bertambah banyak, bisa-bisa kesempatan masuk Surga juga hilang! Pakai semua yang ada pada kita, uang, kepintaran, keluarga, pekerjaan dll, semua bersama-sama memakai kesempatan yang ada untuk mengejar harta yang kekal di Surga Mat 6:20-22. Pakai setiap kesempatan untuk terus menabur sebanyak mungkin, sebab kita pasti akan menuai di Surga, jangan mencari dan mengejar-ngejar penuaian di dunia, cukuplah dengan apa yang diberikan Tuhan.

Nyanyian

Janganlah buang waktu yang sia-sia (Tabernakel Glori No.448)