Share :  

 

I. MEMBEDAKAN PENDAPAT DUNIAWI DAN ROH

Pelajaran sesat yang makin bertambah-tambah dalam dunia termasuk antara lain:

  1. Semua ajaran yang terang-terangan melawan Firman Tuhan misalnya tidak mengakui Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Allah, ini sesat.
  2. Pelajaran-pelajaran yang dicampuri bermacam-macam falsafah manusiawi atau dengan okultisme.
  3. Macam-macam pendapat yang tampaknya baik, tetapi sebetulnya tidak sesuai dengan Firman Tuhan. Ini memang tidak terlalu jahat, tetapi pikiran yang keliru ini (sebetulnya melawan pikiran Kristus) menarik orang beriman ke dalam cara hidup orang dunia.

Kalau banyak cara hidup orang dunia yang dituruti, akhirnya ia hidup di jalan lebar, meskipun pengakuannya masih percaya pada Tuhan Yesus, tetapi cara berpikir dan hidupnya sudah banyak yang sama dengan orang dunia. Dari sedikit-sedikit, ini menjadi banyak.
Ini juga disebabkan karena definisi atau pengertian kata-kata yang dipakai atau kata-kata Alkitab, disesuaikan dengan definisi umum atau pendapat sekuler, padahal banyak pengertian sekuler itu tidak sama dengan Firman Tuhan. Pengertian-pengertian yang salah ini menarik hidup orang-orang beriman ke dalam jalan lebar sehingga hidupnya makin lama makin sama seperti dunia.
Hal-hal semacam ini sangat banyak meracuni orang beriman dalam hidup, ibadah, pelayanannya dan dalam semau segi hidupnya.

Tetapi kalau kita dipimpin Roh dan mengerti dengan tepat kebenaran Firman Tuhan, maka kita bisa mengiris dengan pedang Firman Tuhan yang tajam Ibr 4:12 antara nyawa (hidup daging) dan roh (hidup dipimpin Roh), sehingga kita bisa membedakan mana yang menurut daging, dunia atau menurut kehendak Allah, yaitu sesuai dengan Firman Tuhan. Juga Roh Kuduslah yang membuat kita menjadi kuat untuk bisa hidup menurut Firman Tuhan dengan tepat, tidak dicampur dalam pengertian dan falsafah-falsafah duniawi.

II. AKRAB

Kata ini adalah kata umum (sekuler) yang juga banyak dipakai umat Tuhan untuk memelihara hubungan yang erat dalam jemaat dan supaya jemaat bersatu dengan kokoh, tidak sampai berantakan sebab sudah akrab satu sama lain.

Ini tidak salah tetapi ini adalah istilah sekuler atau dunia. Tetapi seharusnya kita menjadi erat bukan terutama karena akrab, tetapi karena di dalam Kristus kita bersekutu di dalam kasih dan terang-Nya 1Yoh 1:7.

Memang persatuan yang kokoh dengan cara tubuh Kristus itu lebih sulit daripada dengan cara keakraban. Sebab persekutuan tubuh Kristus tidak mungkin terbentuk tanpa Kristus, semua harus di dalam Kristus (ini tidak mudah) tetapi keakraban itu bisa tanpa Kristus, orang duniapun bisa.

Banyak orang-orang Kristen memelihara keakraban dengan makan bersama, berjalan bersama, kerja bersama, bersukacita bersama, menanggung beban bersama seperti cara-cara yang biasa dalam dunia. Ini tidak salah, tetapi kita bersekutu bukan karena segala usaha untuk mengakrabkan diri satu sama lain. Tetapi sebab kita ada di dalam Kristus (seperti dalam Yohanes 15:5), sebab itu kita bersekutu satu sama lain dalam persekutuan tubuh Kristus.

Kita bersekutu dengan manis sebab sama-sama cinta Tuhan dan makin kita mencintai Tuhan, makin kita dekat kepada Tuhan maka kita akan makin mendekat satu sama lain. Orang beriman bersekutu nomor satu bukan karena akrab, tetapi sebab cinta Tuhan. Akrab itu tidak salah, tetapi itu nomor dua, bukan nomor satu, itu hanya tambahan. Begitu juga sebab-sebab yang lain, misalnya bersekutu karena keluarga, karena sahabat, karena nafkah (uang) yang sama, karena suku bangsa yang sama (latar belakang yang sama) dll.  Misalnya Yonatan dengan Daud (karena Tuhan) dan Yonatan dengan bapaknya (karena keluarga).

Jadi kalau orang bersatu dengan kokoh karena sama-sama cinta Tuhan itu persekutuan tubuh Kristus; tetapi kalau karena cinta manusiawi, itu keakraban manusiawi, bukan tubuh Kristus. Kasih manusiawi tidak salah, juga manis, tetapi bukan sebab dasar (utama) dari persekutuan tubuh Kristus.

Orang yang cinta Tuhan itu:

  1. Cinta Firman Tuhan Yoh 14:21-23. Kita bergembira dalam belajar Firman Tuhan sehingga makin mengerti tentang hidup suci dan kasih Kristus dan dengan itu kita makin akrab satu sama lain sebab ada kasih Kristus dalam kesucian, ada pengampunan yang tulus.
  2. Cinta Tuhan itu berarti menggembalakan domba-domba yaitu memberi makan Yoh 21:15-17. Bukan dengan makanan jasmani, tetapi dengan Firman Tuhan (menolong dengan roti itu perbuatan kasih, ini baik, tetapi bukan menggembalakan, karena menggembalakan = memberi makanan rohani. Semua orang bisa memberi roti juga orang dosa, tetapi yang bisa memberi makanan rohani, menggembalakan domba-domba Tuhan itu hanyalah orang yang cinta Tuhan Yoh 21:15-17). Kita harus mempunyai kelimpahan Firman Tuhan dan dengan ini kita bisa menggembalakan (beri makan) domba-domba Tuhan. Kalau masih ada waktu jangan buang waktu dengan sia-sia, terus (saling) mengisi dengan Firman Tuhan dan persekutuan dalam kesucian dan kasih Kristus. Mungkin pertemuan kita kurang meriah dibandingkan dengan cara-cara keakraban duniawi, tetapi jangan khawatir; kalau kita bersekutu dengan betul dalam persekutuan tubuh Kristus, persekutuan kita akan jauh lebih kuat dari hasil keakraban duniawi, yang tidak berdasar kasih Kristus tetapi kasih manusiawi dan hal-hal yang fana.
    Beri makan saudara-saudara lain dengan Firman Tuhan yang limpah. Jangan berhenti; sebagai hamba Allah yang setia dan bijak Mat 24:45 Kita memberi makan dengan roti Surga. Ini yang akan memberi kekuatan besar Mat 18:19-20 sehingga kita makin kuat dalam menghadapi segala terjangan dosa dari iblis. Jangan akrab nomer satu, tetapi cinta Kristus nomor satu dan bangunkan persekutuan tubuh Kristus, maka di dalamnya juga ada keakraban sebagai salah satu hasil sampingan tetapi bukan sebagai dasar dari persekutuan umat Tuhan.

III. PERBEDAAN AKRAB DAN PERSEKUTUAN TUBUH KRISTUS

  1. Cara dan bentuk hubungan umat Tuhan yang betul adalah persekutuan tubuh Kristus bukan akrab. Akrab adalah hubungan yang biasa, manusiawi,  sekuler. Persekutuan tubuh Kristus tidak ada di dalam dunia dan tidak mungkin ada, sebab ini hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang sudah lahir baru dan yang tinggal dalam Kristus, dengan kasih Kristus. Apa gunanya keakraban tetapi masuk Neraka. Sebab itu Samuel yang sangat mencintai Saul dan akrab dengan dia itu tidak lagi mau bertemu dengan Saul 1Sam 15:35. Mengapa Samuel memutuskan hubungannya yang akrab dengan Saul? Supaya Saul mau bertobat dan tidak masuk Neraka. Sebab itu untuk orang beriman, jangan no 1 akrab, tetapi no 1 persekutuan tubuh Kristus.
  2. Kepala tubuh Kristus adalah Kristus, tanpa Kristus tidak ada tubuh Kristus. Kristus menjadi kepala dari persekutuan tubuh Kristus. Ini mutlak perlu, tanpa kepala yaitu Kristus, itu bukan persekutuan tubuh Kristus. Kristus menjadi kepala dan kita harus mau diperintah dan diatur sendiri-sendiri dan bersama-sama untuk melakukan kehendak Tuhan yaitu Firman Tuhan. Kita semua anggota-anggota-Nya, harus hidup dalam Kristus di dalam kesucian. Semua kita menjadi satu karena kasih Kristus dan kesucian-Nya, sebab itu tidak boleh ada dosa di dalam persekutuan tubuh Kristus.
    Dalam persahabatan yang akrab tidak perlu ada Kristus sebagai pemimpin. Kalau kepalanya manusia itu bukan tubuh Kristus. Kalau dalam keakraban, ada kepala atau tidak ada kepalapun mereka masih bisa saling berhubungan dengan akrab, bahkan tanpa pemimpinpun, keakraban masih bisa berlangsung sendiri, tetapi persekutuan tubuh Kristus tanpa Kristus tidak jadi. Jadi kepala dari keakraban itu bisa ada bisa tidak, sebab asal sama-sama mau akrab, sudah jadi.
  3. Faktor-faktor yang mempererat. Dalam persekutuan tubuh Kristus kalau kita makin dekat Tuhan, makin cinta Tuhan, maka kita akan makin dekat dan makin erat satu sama lain. Dalam Kristus berarti dalam kesucian, terus terang, tulus, jujur dan dengan kasih Kristus, termasuk pengampunan cara Kristus 1Yoh 1:3, 7. Dalam keakraban cara mempereratnya lain, misalnya makan minum bersama, jalan-jalan, bergurau, bersukacita bersama, banyak pertemuan dll. Cara-cara keakraban sekuler boleh dipakai selama tidak melanggar Firman Tuhan, tetapi kita tidak mengandalkan ini untuk mempererat tubuh Kristus.
  4. Dosa. Dalam persekutuan tubuh Kristus tidak boleh ada dosa. Kalau toh jadi dosa, kita harus saling mengampuni, mengakui dan membereskan dosa. Tetapi dalam keakraban, dosa tidak jadi soal, asal tidak mengganggu, bisa ditutupi, apalagi dosa terhadap orang-orang di luar keakraban ini, tidak jadi masalah. Di antara orang-orang yang akrab, bisa saja ada dosa benci, iri, zinah, tipu dll, asal tidak merugikan teman akrabnya tidak apa-apa. Dengan orang lain ia berdosa, tetapi dengan temannya ini ia akrab.
    Bisa juga berdosa bersama-sama seperti berzinah, atau berdosa lainnya bersama-sama (judi, mabuk, berontak dll). Tetapi di dalam persektuuan tubuh Kristus tidak boleh ada dosa. Dosa akan merusak persekutuan tubuh Kristus. Keakraban biasanya tidak rusak oleh dosa, bahkan dengan sama-sama berdosa mereka makin akrab seperti geng-geng yang saling berzinah, sabu-sabu, berkelahi, menipu, mencuri dll.
    Dalam persekutuan tubuh Kristus dosa menjadi masalah besar sebab kepalanya yaitu Tuhan Yesus itulah Allah yang maha suci dan tiada dosa di dalam-Nya dan Ia tidak berkenan kalau ada dosa dalam tubuh-Nya 1Kor 5:7-12, 1Pet 1:15-16. Kalau dalam persekutuan tubuh Kristus ada orang yang berbuat dosa, maka sesama anggota tubuh Kristus lainnya harus menolongnya, tidak boleh tinggal diam (dinasehati, ditegur, didoakan, lebih-lebih dalam Roh dan kasih Kristus).  Kita harus bersama-sama mengusahakan supaya saudara kita lepas dari cengkeraman dosa itu, sebab kalau sudah tahu, tetapi tidak berusaha menolongnya itu menjadi dosa Yak 4:17.
  5. Dasar. Dasar dari tubuh Kristus adalah hal-hal yang kekal yaitu penebusan, kesucian, kebenaran Firman Tuhan, hidup baru, kasih ilahi dsb.
    Dasar dari keakraban adalah hal-hal yang fana, apalagi diantara orang dunia dan orang dosa, tidak ada penebusan. Jadi dasar tubuh Kristus adalah Kristus sendiri yang kekal tetapi dasar dari keakraban adalah hal-hal yang fana.
  6. Tambahan
    Bagi persekutuan tubuh Kristus boleh ada tambahan hal-hal fana yang netral yang tidak bertentangan dengan Firman Tuhan, misalnya jalan-jalan dan makan bersama, contoh dalam camping atau pesta pernikahan dll, tetapi hanya sebagai tambahan, bukan dasar untuk membuat persekutuan yang betul dalam Kristus.
    Sebaliknya dalam keakraban, hal-hal yang kekal bisa ditambahkan dalam keakraban manusiawi (istimewa kalau yang menjalin keakraban adalah orang-orang Gereja), tetapi itu hanya tambahan saja bagi keakraban mereka. Kalau tidak ada perkara-perkara yang kekal (tidak ada doa puasa, sharing kebenaran Firman Tuhan, pelayanan, nasehat dll), tidak apa-apa, mereka masih bisa berkumpul dengan akrab. Tetapi untuk keakraban manusiawi, tanpa hal-hal fana, tidak ada keakraban, sebab itu banyak hal-hal fana yang dibutuhkan dalam keakraban sekuler.
  7. Kesimpulan
    Akrab tidak salah, akrab juga adalah salah satu hasil dari persekutuan tubuh Kristus, tetapi tujuan utama kita bukan supaya akrab tetapi supaya kita bisa bersekutu satu sama lain dalam persekutuan tubuh Kristus dengan Kristus sebagai kepala atau rajanya.
    Jadi akrab dalam persekutuan tubuh Kristus adalah tambahan, selama tidak bertentangan dengan Firman Tuhan, tetapi dalam keakraban sekuler, bisa akrab dan berusaha untuk membangun keakraban itu betul-betul dasarnya, mutlak perlu. Jangan membangun keakraban yang salah seperti persekutuan Yosafat dan Ahab yang begitu akrab 1Raj 22:4 ini keakraban bukan persekutuan orang beriman (dan karena bersekutu dalam dosa, maka Yosafat dihajar Tuhan beberapa kali 1Raj 22:45-50) akhirnya ia bertobat. Sebab itu bangunlah tubuh Kristus, bukan hanya keakraban.

IV. MEMBANGUN PERSEKUTUAN TUBUH KRISTUS

Tanpa pertolongan Kristus tidak mungkin membangun persekutuan tubuh Kristus. Ini jauh lebih sulit daripada membangun keakraban, sebab harus dengan kasih Kristus (manusia hanya punya kasih manusiawi). Persekutuan tubuh Kristus juga harus tanpa dosa atau dengan orang-orang yang merdeka dari dosa (tanpa Kristus tidak mungkin).  Keakraban itu banyak dalam dunia dan bisa terjadi tanpa Kristus.

Tetapi dalam keakraban, ada dosa atau tidak, hubungan diantara mereka tetap bisa menjadi akrab, tidak tergantung dari dosa; Kalau ada orang-orang yang hidup dalam dosa (misalnya perzinahan, benci pada orang lain, sombong dll) biasanya mereka tidak terlalu peduli, yang penting mereka akrab satu sama lain dan dosa-dosa itu tidak jadi masalah dalam keakraban duniawi, apalagi dosa bersama. Berdosa di antara mereka masih bisa diatasi, apalagi berdosa dengan orang-orang lain di luar lingkungan mereka yang akrab itu tidak mempengaruhi keakraban mereka. Membangun keakraban hampir-hampir tidak terpengaruh oleh dosa, malah dengan dosa bersama keakraban makin erat, seperti di antara geng dan kelompok-kelompok dosa.

Dasar untuk keakraban dalam dunia bisa bermacam-macam hal fana termasuk uang, kesukaan yang netral dan kesukaan yang berdosa, dll. Inilah beberapa perbedaan keakraban dengan persekutuan tubuh Kristus.

Memang membangun persekutuan tubuh Kristus itu jauh lebih sulit daripada hanya suatu hubungan yang akrab (tetapi jangan putus asa!), sebab tanpa Kristus tidak ada kesucian maupun kasih ilahi dan tanpa ini tidak ada persekutuan tubuh Kristus yang betul.

Sebab itu akrab itu limpah dalam jalan lebar, tetapi persekutuan tubuh Kristus hanya bisa berlaku di jalan sempit, dalam Gereja-gereja jalan sempit, sedangkan akrab bisa di mana-mana, baik di dunia, juga di Gereja-gereja Kristen, semua bisa membangun keakraban tanpa Kristus.

V. KESIMPULAN

Dalam Gereja, kita boleh membina keakraban (dalam Sekolah Minggu, antar guru-guru SM, antar pelayan Tuhan, antar anggota-anggota jemaat, anggota-anggota Kelompok kecil dll). Semua itu tidak salah, tetapi jangan itu nomor 1, kita harus selalu ingat akan tubuh Kristus yang dikehendaki Allah dan selalu berusaha membangunkan persekutuan tubuh Kristus dalam segala bagian dari Gereja, baik di Gereja dan di luar Gereja, dalam bisnis, sekolah, camp, keluarga dll. Jangan lupa membangun tubuh Kristus itu jauh lebih sulit tetapi jangan kecil hati atau putus asa, sebab hasilnya untuk kekal dan amat indah, baik di dunia apalagi dalam kekekalan di Surga.

Banyak orang Kristen atau orang-orang Gereja hanya berpikir untuk membangun keakraban dan itu bisa tanpa Kristus. Seringkali supaya berbau Kristen lalu ditambahi dengan beberapa hal-hal rohani seperti menyanyi, berdoa, Firman Tuhan dll, itu pasti baik, tetapi kalau dalam pikiran pemimpin-pemimpinnya hanya keakraban bukan persekutuan tubuh Kristus, maka sikap, prinsip, pendirian, keputusan, cara-cara, pemilihan dll semuanya menjadi lemah, kropos, tidak rohani sebab tujuannya hanya keakraban bukan persekutuan tubuh Kristus. Kalau iblis bisa masuk (sebab ada dosa, bahkan limpah) maka akhir dari keakraban adalah neraka, bukan Surga. Memang ini adalah bagian dari cara bersekutu orang dunia bukan cara dari Allah. Sebab itu jangan hanya memikirkan keakraban, iblis bisa masuk dan akhirnya neraka. Tetapi berpikirlah untuk membangun persekutuan tubuh Kristus, meskipun lebih sulit, tetapi ini yang betul dan berakhir di Surga.

Memang, membangun persekutuan tubuh Kristus itu jauh lebih sulit (seperti Nuh disuruh membangun kapal besar, tetapi dengan Tuhan Nuh sanggup menyelesaikannya. Begitu juga kalau kita dipimpin Roh kita akan sanggup melakukannya dan hasilnya sangat berfaedah untuk pertumbuhan rohani semua anggota-anggotanya.

Sebab itu para pemimpin dan pengurus harus mengerti baik-baik beda antara keakraban dan persekutuan tubuh Kristus dan dengan segenap hati berusaha membangun persekutuan tubuh Kristus, jangan hanya keakraban, maka Gereja akan menjadi kuat, Roh Kudus bisa bekerja dengan bebas siap untuk dipakai dan ikut dalam proyek penamatan rencana Allah yang akan dimulai tidak lama lagi.

Jangan kita sebagai orang-orang tebusan yang akan mewarisi kerajaan Surga yang mulia, apalagi sebagai hamba-hamba Allah, kita hanya mempunyai target keakraban, itu sangat rendah, sedangkan orang duniapun bisa membuatnya, bahkan juga setan-setan di dalam Nerakapun bisa akrab! Tumbuhlah dan selalu dipimpin Roh sehingga ada kerinduan yang kuat dalam hati kita untuk membangun tubuh Kristus sampai kepada kesempurnaan rencana Allah yang mulia, kitalah mempelai dan tubuh Kristus untuk selama-lamanya.

Nyanyian

Maz 133:1