Share :  

KEJADIAN 47:13 ZAMAN YANG AMAT SULIT

Sukses yang diberikan Tuhan itu selalu erat hubungannnya dengan sukses rohani di sorga kekal. Allah tidak pernah hanya memberi hanya sukses jasmani saja, tanpa yang kekal, apalagi hanya sebagai tujuan ikut Tuhan, sebab itu menyesatkan.

 

Matius 16:26

Apakah untungnya kepada seorang, jikalau ia beroleh segenap dunia ini, tetapi jiwanya binasa? Atau apakah yang patut diberi orang akan menebus jiwanya?

 

Sebab itu Tuhan tidak memberi sukses duniawi tanpa didahului sukses rohani yang kekal Mat 6:33.

Iblis hanya bisa memberi sukses di dunia, tetapi dalam hidup kekal: Neraka! Memang iblis tidak bisa beri apa-apa dalam kekekalan, sebab ia sama sekali tidak punya apa-apa dalam kekekalan.

Ini zaman sulit yang dinubuatkan Tuhan dalam mimpi Firaun dan jadi! Akhir zaman juga ada zaman yang sulit dan sudah dinubuatkan dalam Alkitab 2Tim 3:1-5. Kesulitan akhir zaman akan lebih dahsyat. Sebab dosa juga meningkat 2Tim 3:1-5, Wah 22:11.

Sukses Yusuf dalam masa sulit dan terjepit ini menjadi contoh bagi kita untuk menghadapi masa sulit yang akan datang. Prinsip Sukses Yusuf itu sederhana yaitu Roh Allah ada di dalam Yusuf .

Zaman sekarang juga banyak sekali orang yang penuh Roh Kudus, apakah mereka semua juga akan menjadi seperti Yusuf? Tidak! Mengapa? Sebab Roh Kudus memenuhi kita itu ada maksudnya, bukan sekedar supaya dapat baptisan Roh Kudus atau berkata-kata dalam bahasa lidah, tetapi supaya kita dipimpin oleh Roh, supaya kita dikuasai oleh Roh Kudus dan hidup menurut pimpinan Roh dan itu sesuai dengan Firman Tuhan. Masih ada banyak orang penuh Roh Kudus tetapi tidak dipimpin Roh melainkan dipimpin oleh keinginan daging, oleh kehendaknya sendiri, akal dan cita-citanya sendiri, dalam hal ini baptisan Roh Kudus baginya tidak banyak artinya bahkan mubazir. Dari orang-orang semacam inilah timbul orang yang undur seperti Saul sebab berakhir dengan daging Gal 3:3-4 dan timbul banyak kasus-kasus dosa seperti Simson, sebab penuh Roh Kudus tetapi hidupnya menuruti daging, tentu celaka.

Maksud dipimpin Roh itu seperti bahasa lidah, lidah kita dikuasai sepenuhnya, kita taat dan mengeluarkan kata-kata yang tidak kita buat-buat, tidak kita mengerti, tetapi kita taat melakukan sebab itu pimpinan Roh. Begitu seharusnya orang yang dipimpin Roh itu juga menyerah penuh pada Roh Kudus dan taat akan pimpinan-Nya. Tentu ia harus menyangkal diri, mematikan daging untuk bisa menyerah dan taat, tetapi itu yang betul dan terbaik. Kalau kita sepenuhnya taat pada pimpinan Roh Kudus, maka Roh Kudus akan bekerja dengan bebas dalam hidup kita. Bahkan Tuhan lebih suka kalau Dia bisa menjadi raja dalam hidup kita, Kerajaan Allah datang dalam hidup kita sehingga Dia berkuasa penuh atas hidup kita dan kita taat mutlak seperti Yusuf, maka akan timbul sukses yang indah-indah seperti yang dialami Yusuf. Dia menjadi raja penuh dan kita taat penuh, tandanya kalau kita taat penuh, ada kebenaran dalam hidup kita Mat 6:33, Kej 41:38. Orang yang mau dipimipin Roh sepenuhnya, pasti sukses; sebab Roh Kudus (itu Allah) tidak pernah gagal, semua yang dibuat oleh Roh Kudus (lewat kita yang taat penuh) akan 100% sukses.

Keadaan seperti ini bukan hasil pengolahan satu kali lompat, tetapi Yusuf taat sejak kecil di rumah bapanya. Ia tidak ikut kakaknya berbuat dosa, tidak benci pada saudara-saudaranya yang membencinya, taat diperintah bapa untuk mencari dan melihat saudara-saudaranya, tidak dendam pada perbuatan saudara-saudaranya; Hidup Yusuf waktu kecil begitu manis, rupa-rupanya seperti Putra manusia Yesus yang tidak pernah berdosa. Sebab dalam sikon yang tidak enak, dimusuh dan dibenci semua saudara-saudaranya, ia tetap manis, tidak bereaksi dosa, sehingga tetap benar. Ini tentu harus menyangkal diri dan taat akan Firman Tuhan, manis seperti Putra manusia Yesus waktu kecil. Juga waktu menjadi budak kafilah Ismael, sampai dipercaya di rumah Potifar, ia tetap taat pada Tuhan, juga dalam kasus dengan istri Potifar, ia tetap suci dan tidak dendam dst. Waktu menghadapi masa-masa sulit ini Yusuf sudah lulus setiap kali dan menjadi lebih mahir dipimpin Roh, sebab itu akhirnya menjadi sangat indah. Pengolahan itu butuh waktu, sebab itu sekalipun Putra Manusia Yesus, baru sesudah diolah cukup sampai berumur 30 tahun baru boleh keluar pelayanan. Begitu juga Daud, Daniel, Yusuf dll, semua butuh waktu untuk pengolahan. Apalagi untuk menjadi sempurna, seperti rencana Allah bagi Gereja akhir zaman. Tetapi sebab rencana ini adalah rencana Allah maka pasti Dia akan sanggup menggenapkan rencana-Nya untuk menyempurnakan kita asal kita mau diolah sampai sempurna. Sebab itu bersungguh-sungguhlah mulai sekarang, supaya menang dalam setiap pencobaan, jangan besok-besok baru mau sungguh-sungguh, itu berarti keras hati Ibr 3:15, 2Kor 6:1 dan belum mau melepaskan semua dosa dan kehendaknya sendiri, yang melawan Firman Tuhan. Kalau ada dosa, itu semua harus dibereskan, sebab semua hal-hal rohani akan gagal, macet dan rusak kalau ada dosa. Janji-janji Allah dan rencana-Nya menjadi gagal.

Orang yang main-main dalam dosa, dosa akan bertumbuh terus menjadi besar, kesempatannya makin habis, rencana Allah yang indah-indah dalam hidupnya akan batal, timbul cacat rohani sebab dosa yang tidak dibuang. Kalau toh akhirnya mau bertobat, seperti kayu yang direbut dari api Zak 3:2, akhirnya hangus tidak jadi apa-apa. Mula-mula misalnya 4 meter, masih bisa dipakai untuk hal yang besar dan berharga. Kalau hangus dipotong, berkurang misalnya 1/2 meter. Tetapi kalau berdosa terus menerus, hangus terus menerus, dipotong terus menerus, akhirnya mungkin tinggal hanya 1/2 meter atau 10 cm, tidak bisa dipakai sebagai apa-apa, hanya menjadi ganjal atau jadi umpan. Hidupnya rusak, rencana Allah dalam diri merosot sampai tidak jadi apa-apa.

Jangan keras hati, jangan mau sungguh-sungguh besok-besok saja, nanti terlambat, bisa-bisa hilang keselamatannya. Mulailah sekarang sungguh-sungguh ikut Tuhan dan menang dalam setiap pencobaan Yak 1:2. Kita tidak bisa sungguh-sungguh mulai tahun-tahun yang lalu, tidak mungkin, sebab kesempatan di hari-hari yang lalu sudah hilang dan kalau tidak bertobat, setan akan terus mengolah orang itu dan kalau setan berhasil mengolah, orang itu bisa terhilang selamanya.

Kalau hari-hari yang lalu sudah sungguh-sungguh, itu baik, sebab tidak sia-sia, itu sudah menumbuhkan rohani kita dan semua yang kita buat untuk Tuhan sudah menambah pahala kita dan menjadi pengolahan yang berguna untuk selanjutnya.

KEJADIAN 37:14 SEMUA UANG MESIR DAN KANAAN DI TANGAN YUSUF

Meskipun semua uang dalam kuasa Firaun, tetapi Yusuf (yang tetap jujur) ikut mempunyai hak memakai dan menentukannya, luar biasa. Tetapi semua ini adalah dari Tuhan, sebab Tuhan yang menentukan semua perkara ini dan Firaun tahu.

Sukses Yusuf ini tidak kebetulan dan bukan akibat atau hasil saat itu, tetapi hasil pengolahan lebih kurang dua puluh tahun di luar dan tujuh belas tahun dalam rumah bapanya. Sukses Yusuf yang besar ini tidak kebetulan. Perhitungan Tuhan tidak pernah keliru. Sebab Yusuf sudah lulus dan memenuhi syarat dan begitu banyak uang dipercayakan kepadanya. Yusuf lulus karena tidak berdosa dengan uang, bukan hamba uang tetapi tuannya, sebab itu ia bisa dipakai Tuhan menjadi bendahara yang taat 1Pet 4:10.

Orang kaya yang tidak bertobat sulit masuk sorga, sebab hampir semua dosa di erbesar dengan kelimpahan uang Mat 19:23; Kalau seorang bisa dipercaya, bisa jadi hamba Allah yang taat atau bendahara yang jujur dan taat, maka dengan lebih banyak uang ia bisa melakukan lebih banyak kehendak Allah. Seperti Yusuf yang bisa dipakai Tuhan untuk suatu proyek yang besar, yaitu menghidupi seluruh keluarga besar bapanya menjadi satu bangsa yang besar sesuai kehendak Allah. Yusuf taat dan tidak ada kesalahan yang tercatat, sebab itu Tuhan mempercayai suatu fasilitas yang besar yaitu jumlah uang yang luar biasa dalam tangannya.

Orang yang ingin kaya itu sulit masuk sorga Ingin kaya berarti cinta uang dan itu akar segala jenis kejahatan 1Tim 6:9-10. Sebab itu Tuhan tidak bisa memberkati, itu berbahaya sebab bisa hilang keselamatannya. Itu sama dengan seorang bapak memberi silet pada anaknya (usia 2 tahun) yang memintanya, itu jahat dan kejam, sebab pasti anaknya akan celaka.

Kita harus bisa berpada, baik menjadi miskin atau kaya tetap cinta Tuhan, tidak bersungut-sungut; Boleh berusaha menjadi kaya, tetapi tetap berpada. Terbukti dari:

  1. Waktu yang dipakai untuk rohani (masa teduh, ibadah, pelayanan dll hal rohani) itu tidak berkurang malah bisa bertambah. Kalau waktu untuk hal-hal rohani makin berkurang, itu berarti membuang hal-hal rohani karena cinta uang, rohaninya akan rusak, ini bukan berpada tetapi cinta uang.
  2. Tumbuh dalam kesucian. Kalau hidup dalam dosa apalagi bertambah-tambah dalam dosa karena cinta uang, itu bukan berpada.
  3. Makin cinta Tuhan, itu berarti makin mahir pikul salib, tidak tinggal dalam dosa tetapi makin cinta Firman Tuhan, persekutuan tubuh Kristus, pelayanan dan berbuah-buah. Orang yang bisa berpada dan tumbuh rohaninya, sekalipun tidak menjadi kaya, tidak menyesal, tidak merasa rugi, asal punya Tuhan. Kalau sudah lulus ujian, bisa diangkat Tuhan sedikit demi sedikit atau dengan cepat seperti Yusuf dan bisa dipakai Tuhan untuk proyek yang lebih besar secara rohani dan jasmani.
    Yusuf menjadi kaya raya
    bukan kebetulan, ada perhitungan yang teliti dan ada tujuan yang besar dari Allah, untuk membangun satu bangsa besar menjadi umat Tuhan. Meskipun bangsa ini (Israel) tidak semua rohani, tetapi ini rencana Allah bagi Abraham, Ishak, Yakub dan Israel. Beberapa banyak masih indah di hadapan Tuhan seperti Amran, Yokhebed dan Musa dengan saudara-saudaranya.
    Orang yang kaya dari Tuhan
    itu bisa dipakai dengan bebas oleh Tuhan untuk membiayai pekerjaan-Nya (tentu ia sendiri juga menjadi cukup, bahkan limpah) dan Tuhan sendiri yang memelihara, memberkati dan menjaminnya segala yang diperbuatnya dan rohaninya baik, tumbuh dan berbuah-buah (ia tetap hidup suci, tidak jatuh dalam dosa baik karena tabiat atau kehendak daging dll, ia tetap pikul salib dan memperkenankan Tuhan).
    Daud
    juga menjadi kaya raya dan dari miliknya sendiri ia membiayai pembangunan bait Allah (selain dari yang sudah disediakan untuk dana bangunan bait Allah) dan jumlahnya hampir sama dengan yang dikumpulkan oleh seluruh orang Israel 1Taw 29:1-10. Daud sadar sekalipun itu miliknya sendiri, tetapi dengan sukacita dan cinta, ia memakai sebagian besar untuk Tuhan (ia juga sadar bahwa semua itu juga berasal dari Tuhan 1Taw 29:14). Salomo menjadi kaya raya tetapi ia menyalahgunakannya sehingga jatuh dan akhirnya menjadi sia-sia, hampir-hampir binasa. Jangan khawatir tentang gaji dan keuntungan. Tetapi kita harus hidup benar, jangan ada uang orang dalam tangan kita, harus dikembalikan dengan betul. Kita harus tetap hidup benar, bersyukur, cinta Tuhan baik dengan uang sedikit atau banyak. Tuhan akan memperhitungkan rohani kita, berapa uang yang bisa dipercayakan kepada kita. Abraham, Ishak, Yakub, Yusuf, Daud, Daniel dll adalah orang-orang yang menjadi kaya dan tidak berdosa dengan kekayaannya, baik dalam tabiat, tindakan dan hidup rohaninya.
    Ini dasar penting untuk menerima pimpinan Tuhan untuk menjadi kaya dari Tuhan. Kadang-kadang hikmat, kuasa, pimpinan dari Tuhan tidak turun, sebab dasar seperti ini tidak didapatkan Tuhan dalam hidup kita. Kalau ada, seperti Yusuf, Tuhan bisa mengirimkan seluruh uang dari Mesir dan Kanaan ke dalam tangan Yusuf dengan mudah! Juga pada akhir zaman dalam keadaan yang amat sulit, uang dari mana-mana akan masuk dalam orang-orang beriman yang betul Yes 60:5; 61:6. Tidak tergantung dari sikon, politik, daerah atau keahlian kita dalam dagang atau uang dll. Sebab itu cari dahulu kerajaan Surga dan segala kebenaran-Nya Mat 6:33. Jangan mengurangi waktu, kesempatan, hati untuk rohani karena ingin menjadi kaya, itu justru melawan Tuhan.
    Ada orang yang menghentikan semua ibadah, pelayanannya sebab hendak mencapai gelar lebih tinggi, supaya mendapat kedudukan lebih tinggi, Tuhan tidak akan menambahkan berkat-Nya kepada orang ini. Apalagi ada orang membuang imannya untuk dapat kesempatan menjadi kaya dan kedudukan yang lebih tinggi, orang ini akan masuk Neraka.
    Boleh sekolah, boleh tambah gelar, boleh tambah toko atau pabrik tetapi waktu, hati, pelayanan dan hal-hal rohani jangan dikurangi. Kalau kita yakin Tuhan mengizinkan untuk memperbesar usaha, tambah toko / pekerjaan dan neraca rohani kita tetap baik, tidak berkurang, itu boleh. Kita bisa juga memakai patokan dari Lukas 12:20-21; Kalau hari-hari ini kita mati atau pengangkatan, apakah tambahan usaha ini tidak mempengaruhi penilaian kita di hadapan Tuhan, apakah tidak merosot tetapi justru tumbuh? Kalau jawabannya baik, dan yakin itu kehendak Tuhan, maka teruskan usaha-usaha sekuler itu, yang tidak mengurangi nilai rohani, maka Tuhan akan memberkati.
    Apa gunanya jasmani bertambah tetapi rohani berkurang apalagi rusak, itu sia-sia Mat 16:26. Patokan-patokan ini akan jauh lebih berhasil daripada cara-cara manusiawi, seperti Yusuf yang berkenan kepada Tuhan dan sudah lulus dalam semua pencobaan tentang uang dan harta (sejak di rumah bapaknya, ia dapat baju terbaik tetapi tetap rendah hati dan tidak ikut dalam dosa-dosa saudaranya dll), maka sesudah sampai waktunya, uang dalam jumlah yang tidak lagi bisa dihitung datang ke dalam tangan Yusuf, luar biasa! Bahkan Mesir jadi kunci kehidupan bagi seluruh Mesir dan Kanaan, itu semata-mata karena Yusuf yang disertai Allah.
    Begitu juga dalam hari-hari yang akan datang, dalam masa yang sulit itu bukan kepintaran, pengalaman, kemampuan dan lain-lain yang menjadi pegangan kita, tetapi apa Tuhan beserta kita dan apakah Tuhan bisa bebas menguasai memerintah sebagai Raja dalam hidup kita. Kalau kerajaan Surga ada dalam hidup kita (Tuhan menjadi Raja mutlak dalam hidup kita, kita taat sepenuhnya) sehingga ada kebenaran Allah dalam hidup kita, maka jangan takut menghadapi masa-masa yang sulit Mat 6:33. Yang penting apakah kita bisa dikuasai penuh oleh Tuhan Gal 2:20.

KEJADIAN 47:15 MENGHADAPI ORANG MESIR YANG TERJEPIT

Ini persoalan perut, mereka bisa berbuat segala perkara, juga yang paling jahat, sebab terdesak soal perut. Bagi Yusuf tidak menjadi masalah, apakah soal diiri saudara-saudaranya di rumah, ataukah di rumah Potifar mengepalai semua hamba dan orang-orang seisi rumah Potifar, juga isteri Potifar, atau dalam menghadapi seluruh rakyat Mesir, sama saja, sebab Tuhan ada dalam Yusuf, Tuhan yang menyelesaikan semua, Yusuf hanya alat, semua akan beres dengan sempurna!

Segala hikmat, kuasa, pimpinan Roh Kudus turun ke atas Yusuf dan ia berhasil. Begitu juga dalam hidup kita sekarang dan yang akan datang, ini prinsip dari Tuhan, bukan aku, tetapi Kristus yang hidup di dalamku!

Seluruh binatang Mesir dibeli Yusuf dengan gandum dan semua menjadi milik Firaun dalam tangan Yusuf. Tentu juga ada peraturan-peraturan tentang hak pakai binatang-binatang itu, kalau tidak, disembelih semua, habis. Semua sudah diatur Yusuf dengan sempurna dengan hikmat Tuhan.

KEJADIAN 47:16-20 SEMUA ORANG MESIR DAN TANAHNYA DIBELI YUSUF

Zaman dahulu ada harga untuk hamba. Sebab terjepit, orang Mesir menjual dirinya dan tanahnya. Jumlah total masa kesulitan itu 7 tahun. Untuk seluruh hidup rakyat Mesir mereka menjual tanah dan dirinya pada Firaun. Yusuf dapat hikmat, kuasa dan pimpinan Tuhan serta perlindungan dari Allah sehingga semua bisa dikuasainya dengan sempurna. Semua orang Mesir dipindahkan besar-besaran, sehingga di tempat baru mereka tidak lagi merasa sebagai tuan, dalam keadaan baru mereka sekarang milik Firaun dan Yusuf. Ini peraturan baru dan semua berjalan lancar. Pasti Firaun keheran-heranan melihat semua kebijakan Yusuf dan pasrah penuh. Bukan sebab Yusuf belajar lagi di luar negeri, dapat gelar lagi, tetapi sebab Allah besertanya! Ini kuncinya, Yusuf sudah lulus dalam pengolahan dan sudah menjadi seperti Galatia 2:20, sebab itu ia bisa menghadapi segala problem, sebab Tuhan yang bekerja dalam dia.

KEJADIAN 47:22-26 PERATURAN PAJAK BARU

Yusuf memberi benih, orang-orang Mesir yang berusaha, 80% hasilnya mereka makan sendiri, 20% dikembalikan kepada raja. Semua taat dan tidak ada demo atau pemberontakan. Mengapa mereka mau memberi hasil bruto 20% ? Sebab tahu, sadar, mengerti, yakin bahwa mereka semua milik Firaun (dirinya, binatangnya, tanahnya, rumahnya dll). Orang Kristen hanya memberi 10% dari netto keuntungannya atau gaji. Beberapa tidak mau dan merasa terlalu banyak, padahal orang Mesir yang hanya diperintahkan manusia, mau taat memberi 20%. Ini sebab orang-orang beriman tidak percaya, tidak yakin bahwa semua yang ada pada kita itu dari Tuhan. Kalau yakin tidak akan sulit, bahkan orang Mesir bisa memberi 20%, lebih-lebih kita hanya 10%.

Juga waktu kita sepatutnya kita beri 10% untuk Tuhan. Kalau seorang sakit pasti mati dan sembuh, disuruh beri waktunya 10% pasti mau daripada mati. Tetapi jangan tunggu mau mati atau bangkrut total, atau menunggu Tuhan membuktikan bahwa milik kita adalah milik-Nya, itu krisis besar! Kita jalan dan hidup dengan iman Rom 1:17. Kita percaya Firman Tuhan bahwa kita ini sudah ditebus, dibeli Tuhan dan semua yang ada pada kita itu dari Tuhan 1Kor 6:18, Rom 11:36. Orang Mesir menjadi hamba Firaun karena gandum dan mereka taat untuk bisa hidup di dunia, lebih-lebih kita menjadi hamba Allah sebab sudah dibeli dengan darah Yesus untuk bisa hidup di dunia dan di Surga sampai kekal. Patut kita hidup bagi Dia. Sebab itu pakailah seluruh hidup ini, tubuh dan roh kita untuk memuliakan Tuhan 1Kor 6:20.

KESIMPULAN

Dalam dunia kalau ada beban / muatan besar orang-orang memikirkan kendaraan apa yang bisa dipakai. Kalau 500 kg cukup kereta kecil, kalau 10 ton harus tronton, tentang sopir nomor dua.

Tetapi Tuhan berpikir lain, yang penting siapa "sopirnya". Kalau sopirnya baik, maka 500 kg atau 10 ton atau lebih tidak menjadi soal. Ini tidak masuk akal, tetapi ini cara ilahi, cara Tuhan dan ini pasti berhasil.

Kalau kita menghadapi problem, yang penting apakah Tuhan bisa menyertai kita dengan penuh seperti Yusuf Gal 2:20, kalau bisa, maka kesukaran sedikit atau banyak atau sangat besar, semua bisa diselesaikan, sebab Dia yang ada di dalam kita itu maha besar, maha kuasa, tidak ada mustahil bagi-Nya! Seperti Yusuf, sebab ada Tuhan, problem apa saja bisa disele-saikan dengan baik.

Sebab itu dalam segala problem yang sekarang, hadapi dengan cara ilahi sepenuhnya, tanpa reaksi dosa dan sepenuhnya bersandar Tuhan, dipimpin Roh sampai tuntas, baik dalam hal uang, kesehatan, rumah tangga, ancaman, pelayanan dan apa saja. Kalau kita lulus dengan problem-problem sekarang, juga dalam problem yang akan datang dan apa saja bisa kita selesaikan dengan sempurna, sebab bukan kita tetapi Kristus yang di dalam kita yang menyelesaikannya. Kita sekarang dilatih dalam soal-soal kecil, tetapi kalau sudah bisa menyerah penuh, hidup seperti Yusuf Gal 2:20 maka problem-problem yang akan datang berapa besarpun tidak menjadi soal, sebab yang hidup dalam kita itu Allah yang maha kuasa, tidak perlu kuatir sedikitpun, pasti Allah berhasil di dalam kita.

Belajar menghadapi semua problem kita dengan cara ilahi, sampai lulus Yak 1:12 (tidak bereaksi dosa dan taat bereaksi dipimpin Roh sesuai Firman Tuhan). Maka dalam hari-hari yang sulit yang akan datang kita akan tetap menang bahkan tumbuh sampai ikut pengangkatan atau sempurna dan menerima mahkota kehidupan. Kita harus hidup seperti Yusuf, bukan aku lagi tetapi Kristus yang sepenuhnya menguasai daku Gal 2:20, maka hari-hari yang akan datang akan menjadi sangat indah bahkan seperti Surga, sebab Allah yang hidup di dalam kita dengan sepenuh-penuhnya. Jangan ingin kaya tetapi belajar berpada dan hidup sebagai bendahara Tuhan yang taat, jujur, benar dan mengerti rencana Allah dalam hidup ini, maka Tuhan akan memakai kita untuk maksud dan tujuan yang lebih besar dan mulia dengan pahala yang lebih besar untuk kekal.

Nyanyian

Apa padaku, kudapat dari Bapa, keadaanku juga dari Dia