Share :  

I. DEFINISI

Kaya dan miskin jasmani semua sudah tahu. Rata-rata semua orang lebih suka dan ingin menjadi kaya. Semua orang bisa melihat sendiri keinginannya dan juga kelimpahan dari banyak orang memberi nama anaknya kaya, misalnya Richard, Riches, Sugih, dll, tidak ada yang memberi nama Poor atau Miskino, Melarato dll.

Kaya itu juga relatif yaitu:

1.      Dibandingkan dengan sekitarnya.

2.      Tergantung dari penilaian sendiri. Sebab ada orang yang sedang-sedang saja menurut orang banyak tetapi ia merasa kaya sekali sebab puas, bisa membeli segala dan punya segala yang diperlukannya karena memang keinginanya tidak banyak dan semua sudah didapatkan, padahal orang lain yang mempunyai harta lebih banyak, masih merasa miskin sebab keinginannya sa-ngat banyak dan baru mendapatkan sedikit.

3.      Di hadapan Allah. Ada orang kaya tetapi belum tentu kaya di hadapan Allah Luk 12:21.

II. DARIMANA DAPAT HARTA?

a.       Dari sumber yang halal, haram atau campuran, artinya biasanya halal tetapi kalau perlu (atau kalau ingin) segala perkara dihalalkan.

b.      Dari Allah atau dari iblis, sebab dari segala harta yang kita dapatkan, itu selalu ada pengaruh dari dua zona, yaitu zona gelap dari iblis dan zona terang dari Allah.

DARI IBLIS

Iblis bisa memberi harta dll, seperti yang ditawarkannya kepada Putra manusia Yesus dalam Matius 4:9, tetapi semua itu tetap diatur dan dibatasi oleh Allah yang adalah penguasa tertinggi dari dunia yang nyata dan yang tidak kelihatan. Berkat dari iblis itu seperti bom waktu, pasti ada hukumannya dan satu kali ia akan meledak (menerima hukumannya karena selalu ada dosa di dalamnya 1Tim 6:9-10) dan meledaknya itu ada di dua lokasi, yaitu:

1.      Di dunia, bisa meledak, bisa tidak Maz 73:4.

2.      Di Neraka kekal, disini pasti kena hukumannya dan untuk kekal, sebab semua dosa itu ada hukumannya Rom 6:23. Berkat dari iblis itu umpan, sehingga yang kena (yang menerima berkatnya) itu masuk perangkap iblis yang bermuara dan dikosongkan di Neraka!

DARI ALLAH

Itu seperti gunung es. Yang tampak di atas air itu berkat di dunia dan yang tidak tampak (yang di dalam air) itu berkat di Surga kekal. Keduanya selalu ada. Kalau tampak gunung es, pasti di bawahnya ada bagian yang jauh lebih besar, yaitu yang ada di Surga. Allah tidak memberi berkat hanya di dunia, selalu menjadi satu dengan berkat yang akan diterimanya di Surga.

Kalau seorang tidak mempunyai bagian dalam kerajaan Surga, ia tidak mendapatkan berkat di Surga, maka di duniapun Tuhan belum mau memberi apa-apa. Sebab kalau seorang mendapat berkat di dunia, meskipun sangat besar (seisi dunia), tetapi jiwanya binasa, apa gunanya semua itu? Tidak ada! Mat 16:26. Sebab Allah tidak mau memberikan kesukaan dan harapan kosong dan sia-sia. Dalam Matius 6:33 dikatakan kalau seorang mendapat kerajaan Surga (ini yang utama) dan tandanya ia hidup dalam kebenaran, maka baru tambahan berkat dalam dunia itu ditambahkan kepadanya, yaitu segala berkat-berkat duniawi, itu diberikan Allah kepadanya dengan limpah sesuai dengan kemampuannya untuk menerima dan memakai atau mengolah semua fasilitas yang diterimanya. Jadi berkat dari Tuhan pasti ada sambungannya dengan yang lebih besar di Surga. Sebab itu orang yang menerima berkat dari Tuhan itu aman, indah di dunia sampai Surgapun ada sambungannya yang kekal.

PILIH YANG MANA?

Berkat Allah bisa diberikan kalau kita di jalan sempit.

Beberapa orang mengklaim bahwa berkatnya atau hartanya itu dari Tuhan, padahal ia ada di jalan lebar dan dengan segala jalan dan dengan menghalalkan segala cara ia menggait berkat itu.

Tanda-tanda berkat dari Tuhan adalah:

1.      Orangnya berada di jalan sempit, hidup suci dan pikul salib dengan pengertian dan sukacita.

2.      Berkatnya itu halal menurut Firman Tuhan.

3.      Hati selalu sejahtera dan rohani tumbuh.

4.      Makin diberkati, rohaninya makin tumbuh dan berbuah-buah, misalnya: Abraham, Yusuf, Daniel, dll.

Beberapa orang tidak sadar atau tidak yakin bahwa berkatnya itu dari Tuhan Hos 2:8, tetapi mengerti atau tidak itu dari Tuhan Ul 8:17-18, 1Taw 29:12. Meskipun dari Tuhan, kita sendiri juga tetap harus bekerja 2Tes 3:10, tetapi kalau Tuhan tidak memberi, meskipun kita berusaha, tidak akan berhasil, tidak akan dapat. Ini berlaku bukan saja tentang uang, tetapi tentang semua fasilitas yang kita perlukan di dunia untuk hidup yaitu uang, kesehatan (umur), kedudukan, pelayanan dan buah-buah, pikiran, kepintaran dll. Waktu berkat Tuhan dicabut dari Nebukadnezar yang sukses dan kuat, ia menjadi seperti binatang. Juga kerajaan Israel di bawah Daud mengalami kelaparan karena Tuhan tidak memberi panen 2Sam 21:1, sebab ada dosa di tahta Daud yang belum diperbaiki sampai waktunya habis.

Berkat itu tampak jelas diberi oleh Tuhan, misalnya waktu tahun sabat atau Yobel, pada waktu Yobel Tuhan sengaja memberi hasil tanah yang cukup untuk 3 tahun, supaya Israel bisa memegang sabat tahunan dan Yobel Im 25:21. Lebih jelas lagi waktu Tuhan memberkati Firaun lewat Yusuf di Mesir, maka ada 7 tahun masa kelimpahan sehingga bisa dipakai untuk 7 tahun kemudian yang dibuat Tuhan menjadi masa paceklik. Tuhan sanggup memberi kelimpahan atau kekurangan, membuat miskin atau kaya dll 1Sam 2:7 (6-8).

Jadi Tuhanlah yang menentukan berapa besar berkat yang akan kita terima. Sebaliknya kita tetap harus bekerja seolah-olah itu usaha kita sendiri, tetapi Tuhanlah yang menentukan berapa banyak harta yang akan kita peroleh! Sebab itu kalau satu proyek dari Allah atau disuruh Allah, maka kebutuhan uang, keamanan, kesehatan dll itu semua akan disediakan Allah, kita tidak perlu khawatir atau mengemis atau menghalalkan segala cara untuk mencukupi segala kebutuhan dalam proyek yang disuruh Allah 1Kor 9:7. Asal kita bekerja dan melakukan tugas dari Tuhan dengan tulus. Dia sanggup memberi berkat untuk 1 tahun, 2 tahun, 7 tahun bahkan lebih lagi, jangan ragu-ragu, tetapi kita harus menyelesaikan bagian kita.

Bagian kita, misalnya sekolah (belajar dengan cukup, dengan sejahtera, berarti tidak ada dosa atau hidup dalam dosa, tidak malas, tidak perlu menghalalkan segala cara dll), begitu juga untuk bekerja untuk nafkah (harus rajin, patuh, jujur, sesuai Firman Tuhan Kol 3:22-24 dll), juga untuk kesehatan, keluarga, jodoh dll.

Jadi kita harus mengerjakan bagian kita baik-baik dengan usaha yang rajin (jangan malas, itu bukan kehendak Tuhan Ams 6:6), dengan cerdik, jangan kalah cerdik atau bodoh dengan serigala-serigala di sekitar kita Luk 16:8. Memang seringkali anak-anak dunia ini lebih cerdik dari anak-anak terang. Sebab itu jangan sembarangan dan mengecilkan saingan dalam dunia, sebab mereka lebih cerdik, juga karena seringkali mereka bisa menghalalkan segala cara, kita tidak boleh dan ini membuat banyak "kebodohan", sebab tidak "berani seperti orang dunia" dalam kelihaian dan kecerdikan cara mereka. Sebab itu selain hati-hati dan meningkatkan kecerdikan Mat 10:16, haraplah kepada Tuhan. Hidup benar dan banyak berdoa, lebih-lebih dalam Roh dan kebenaran, minta hikmat, pimpinan dan kuasa Allah. Termasuk tabiat baru dan hidup suci, tidak benci, dendam, membalas dan tetap rendah hati tetapi cerdik, dengan tindakan-tindakan yang tepat dalam pimpinan Roh dan kuasa Allah. Bukan dengan berkelahi atau cara-cara dunia lainnya, tetapi dengan berdoa terus dalam Roh dan kebenaran. Tuhan bisa membukakan jalan yang biasa tetapi tepat.

Ada seorang pelayan Tuhan yang dibenci dan ditekan terus oleh atasannya dalam pekerjaannya. Ia ingin membalas tetapi Roh Kudus menegahkan. Ia bertahan terus dengan tidak bereaksi dosa. Akhirnya ia yang diangkat, melompat sampai tinggi sehingga atasannya yang jahat itu sekarang menjadi bawahannya. Allah bisa bekerja luar biasa, tetapi kita harus melakukan bagian kita dengan sungguh-sungguh dan terus berdoa dalam Roh dan kebenaran, bahkan kalau perlu puasa seperti Ester dan Mordekhai.

Kita harus mengerjakan bagian kita, tetapi kadang-kadang Tuhan berperang penuh buat kita dan kita tinggal berdiam diri saja dalam hal-hal tertentu; sebab itu kita harus belajar untuk bisa hidup dalam pimpinan Roh. Kalau kita sudah mengerjakan bagian kita baik-baik, berdoalah terus menerus dalam Roh dan kebenaran (hidup benar) sebab ini yang akan membuat Tuhan turun tangan dan menyelesaikan bagian-Nya, dan Dialah yang menentukan sukses dan kemenangan dalam perkara yang kita hadapi Kel 17:11, Zak 4:6. Kita ini bekerja sama dengan Alah, Dia di dalam kita Gal 2:20, sebab itu kita harus terus hidup dalam kebenaran, jangan bereaksi dosa. Kalau ada hal-hal yang masih kurang atau keliru, Roh Kudus akan mengingatkan dan menjelaskan kepada kita Flp 3:15, sebab itu perlu terus limpah berdoa bahkan senantiasa 1Tes 5:17, supaya kita bisa mendengar suara Roh dan bisa kuat mentaatinya.

III. MENGAKUI SEMUA DARI TUHAN

Semua yang ada pada kita itu kita terima dari Dia 1Kor 4:7. Kita ini bukan pemilik, hanya punya hak pakai 1Tim 6:7, kita ini hanya bendahara Tuhan 1Pet 4:11 dan satu kali harus mempertanggungjawabkan semuanya  kepada Tuhan Rom 14:12, Mat 25:19. Bendahara tidak boleh mengeluarkan uang menurut kehendak dan kemauan sendiri, tetapi menurut kehendak Allah saja. Bisa mengakui dengan yakin bahwa semua yang ada pada kita itu dari Tuhan, itu adalah perkara yang sangat penting bagi kita, umat Tuhan supaya:

1.      Jangan sampai berdosa seperti orang-orang Israel yang tidak mau mengakui bahwa semua dari Tuhan Hos 2:7. Kalau kita tahu dan dengan sadar mengakui bahwa semua dari Tuhan, maka kita akan lebih mudah memakai semuanya untuk hal-hal yang betul dan berkenan pada Tuhan, bukan untuk hal-hal dosa, termasuk mengembalikan milik Tuhan (perpuluhan) ke dalam perbendaharaan rumah Tuhan di mana kita terpelihara / digembalakan Mal 3:10. Kalau kita menjadi bendahara Tuhan yang baik, benar dan jujur, maka Tuhan akan memakai kita terus dan mempercayakan jumlah yang lebih besar untuk membiayai pekerjaan Tuhan di dunia, lebih-lebih untuk proyek Akhir zaman.

2.      Ada jaminan dari Allah. Sebagai bendahara kita harus menjaga keamanan dari semua yang dipercayakan Tuhan kepada kita, baik hal-hal jasmani dan rohani (misalnya untuk tubuh ini juga kita harus memelihara dengan sepatutnya, misalnya Mrk 6:31, bukan dirusakkan dengan rokok, narkoba, dosa-dosa seks dll). Kalau kita menjaga milik Tuhan yang dipercayakan kepada kita, maka Tuhan juga akan mengerjakan bagian-Nya, Ia akan ikut campur bersama-sama kita menjaga semua aset-aset Allah jasmani dan rohani yang ada di dalam tangan kita. Justru peran Tuhan itu yang paling kuat dan menentukan, aman dalam perlindungan Tuhan Maz 127:1. Tentu bagian kita juga tidak boleh diabaikan, bahkan harus dikerjakan baik-baik dengan penuh tanggung jawab dalam setiap bagian. Tetapi kita harus mengerti dan percaya bahwa tanpa Tuhan, usaha kita akan sia-sia, tetapi dengan Tuhan akan terpelihara dengan sempurna.

3.      Bertambah-tambah. Kalau kita mengakui dengan menjaga semuanya baik-baik sebagai bendahara Tuhan yang bertanggung jawab, maka Tuhan akan mempercayakan hal-hal yang lebih besar untuk menyempurnakan pekerjaan-Nya yaitu membawa Gereja masuk dalam kesempurnaan. Sebab itu kita harus tahu tujuan hidup ini untuk menyelesaikan bagian atau andil kita dalam rencana Allah lokal dan global Kis 20:24 sehingga kita sampai pada tujuan yang dibuat Allah bagi kita pribadi dan Gereja-Nya seperti Keluaran 18:23.

IV. PRINSIP UNTUK BERTAMBAH-TAMBAH

Semua orang ingin maju dan bertambah-tambah, baik dalam hal-hal jasmani dan dalam hal-hal rohani dan ini juga kehendak Allah. Sebetulnya kalau sudah cocok dengan kehendak Allah, pasti bisa jadi. Tetapi seringkali karena kita tidak mengerti kehendak Tuhan, kebodohan itu membuat kekeliruan Mrk 12:24 dan ini menghambat sehingga tidak bisa ditingkatkan. Kalau kita mengerti dan taat, Tuhan sanggup menolong kita untuk terus bertambah-tambah sampai puncak yang tertinggi!

1.      Maksud Tuhan. Tuhan ingin menjadikan banyak orang beriman menjadi kaya sampai top seperti salomo untuk pekerjaan-Nya 1Raj 3:13. Tetapi maksud Tuhan bukan menjadi kaya seperti orang dunia yang ingin kaya raya karena cinta uang, sehingga ia makin lekat dengan berhala mammon Kol 3:5. Mammon itu justru musuh Allah Mat 6:24. Kalau seorang ingin kaya sebab cinta uang justru itu kebencian Allah dan Dia tidak menolongnya Ams 23:4; 28:20,22. Jadi kaya dalam rencana Allah itu adalah menjadi bendahara Allah yang bisa dipercaya, mengerti kehendak Allah dan taat. Jadi tuan bukan hamba uang, bisa berpada 1Tim 6:8-10 dan memakai dunia ini seperti orang yang tidak memakai 1Kor 7:31. Seperti Abraham, Ishak, Yakub, Yusuf, Daud dll dan dalam Wasiat Baru. Kalau kita mengerti prinsip ini, Tuhan akan mudah mengangkat kita.

2.      Makin diangkat, makin tumbuh dan makin berbuah, bukannya makin berdosa dan mendukacitakan Tuhan. Abraham waktu diangkat sampai sangat kaya tetap berkenan kepada Tuhan, bahkan lulus ujian akhir. Juga Yusuf makin diangkat Tuhan, sifat tabiatnya makin sempurna dan makin bisa dipakai Tuhan, dalam pencobaan, tidak bereaksi dosa! Orang dunia seringkali makin kaya makin sombong, makin banyak perzinahannya, makin melazatkan daging dalam segala segi dan makin harap dan cinta uangnya. Keadaan seperti ini justru menjadi halangan dan kegagalan bagi orang beriman yang hendak makin meningkat dalam hartanya.
Orang yang pendirian dan hidupnya betul, makin kaya justru menjadi hamba Tuhan yang makin indah dan berkenan kepada Tuhan, makin banyak berbuah jiwa-jiwa, serta sifat-sifatnya makin halus dan mulia seperti Kristus Yes 61:6-7. Orang-orang ini mempunyai bagian dan kesukaan yang kekal. Ingat dalam berkat Tuhan itu selalu ada bagian yang kekal. Sebetulnya tidak sulit untuk menjadi bendahara yang makin kaya, tetapi justru orang-orang yang makin cinta Tuhan dan makin tumbuh rohaninya justru kurang tertarik untuk hal ini sehingga malah menjadi fulltimer waktu uangnya limpah, sebab sebagai fulltimer punya waktu dan hidup yang lebih limpah untuk Tuhan. Beberapa hamba-hamba Tuhan part time bisa dengan bijaksana mendelegasikan pekerjaannya kepada orang lain sehingga punya waktu yang hampir sama dengan fulltimer untuk Tuhan. Orang-orang ini berada dalam jalur yang betul dan bisa naik terus sampai di puncak rencana Allah dalam hal jasmani dan rohani. Kalau orang yang suka uang diangkat terus, ia bisa batal masuk Surga Mat 19:23-24. Allah tidak kejam, sebab itu Ia tidak mungkin mengangkat orang yang cinta uang untuk naik terus.

3.      Cara memakai uang. Kalau Tuhan bisa melewatkan banyak uang untuk pekerjaan Tuhan lewat orang ini yang tidak cinta atau ingin akan uang, maka Tuhan akan memakainya menjadi saluran besar. Kalau tidak bisa, Tuhan akan memakainya sebagai saluran kecil sesuai keadaan dan kemampuannya. Jadi tergantung dari kita, kalau kita bisa menjadi bendahara yang baik, bisa memakai uang Tuhan sesuai kehendak Tuhan (baik untuk keperluan sendiri, istimewa untuk mentaati perintah Allah) maka Tuhan akan membuat kita menjadi saluran ukuran kecil atau besar! Jangan lupa orang kaya juga harus berpada, yaitu bisa puas dengan pengeluaran yang secukupnya saja, istimewa dalam waktu dan hati, sehingga makin banyak hati dan waktunya bagi Tuhan, sebagai hamba Tuhan yang indah (ada orang karena banyak uang, seluruh waktu dan hatinya dipakai untuk dunia 1Yoh 2:15-16, tidak ada sisa [atau sangat sedikit] buat Tuhan). Orang kaya bisa berpada memakai waktu dan hatinya untuk yang perlu-perlu saja, kalau ia rindu dan mau  tersalib (mati) bagi dunia dan dunia tersalib (mati) baginya Gal 6:14 supaya bisa memperkenankan Tuhan sepenuh-penuhnya Kis 13:22, Kol 1:10.

KESIMPULAN

Selama kita masih hidup dalam dunia, sekalipun orang rohani masih perlu uang, tetapi uang bukan sebagai tuan tetapi sebagai hambanya. Puncak rencana Allah dalam uang ialah saluran besar, tetapi tidak cinta uang, mati dari uang, bisa berpada, supaya bisa menjadi bendahara Allah yang sepenuhnya dipercaya Allah seperti Yusuf, sehingga Yusuf bisa dipakai untuk mempersiapkan suatu umat yang begitu besar, siap keluar dari Mesir dan masuk Kanaan, siap ikut pengangkatan.

Nyanyian

Apa padaku, ku dapat dari Bapa