Share :  

DAN YANG SUDAH MENJADIKAN KITA RAJA-RAJA DAN IMAM-IMAM BAGI ALLAH, BAPANYA; BAGINYALAH KEMULIAAN DAN KUASA SELAMA-LAMANYA, AMIN.

RAJA

Di dalam Kristus, oleh penebusan Kristus, kita dijadikan raja-raja dan imam-imam bagi Allah, artinya menjadi suatu imamat yang terdiri dari raja-raja atau imamat yang rajani. Imam-imam berarti melayani Allah di bait-Nya yang menjadi penghubung antara manusia, istimewa orang berdosa dengan Allah dan juga menjadi raja-raja untuk berperang dengan iblis dan tentaranya.Heran kita bukan hanya menjadi tentara Allah, tetapi  dijadikan raja-raja! (Zaman dahulu dalam Wasiat Lama, raja itu menjadi panglima, kepala dari pasukan tentara untuk berperang. Raja itu yang selalu memimpin peperangan, misalnya Daud, Saul dll, juga raja-raja kafir seperti Benhadad, Nebukadnezar dll, mereka sendiri yang keluar memimpin peperangan). Kita dijadikan raja, lebih dari prajurit, luar biasa dan Kristus menjadi Raja di atas kita, Raja segala raja Wah 19:16.

Kalau Allah menjadikan raja, maka pasti kemampuan dan perlengkapannya betul-betul dipenuhi sehingga kita bisa menang melawan iblis musuh kita Ef 6:12. Kita punya kuasa mengusir iblis Mrk 16:17 dan mengalahkannya bahkan menginjak-injaknya Luk 10:18-19, sebab itu jangan sampai kalah, karena sesudah kita ditebus darah Yesus, kita direbut dari kepemilikan iblis Luk 11:20-23, lalu kita dilahirkan baru sehingga kita berubah dari anak iblis menjadi anak-anak Allah 1Yoh 3:10, Yoh 1:12. Sekarang kita mempunyai sifat dan keadaan ilahi dan dengan Tuhan di dalam kita, kita bisa mengalahkan dan menginjak-injak setan dengan kemenangan yang besar! Tidak tergantung umur (anak kecil juga menang), pangkat, harta, kepintaran, pengalaman dll, sebab segera kita percaya Tuhan Yesus, kita langsung diubah menjadi anak-anak Allah dan kita sanggup mengalahkan iblis bersama-sama Kristus yang ada di dalam kita. Dahulu kita diperbudak iblis sehingga kita menuruti daging dan hawa nafsunya, terus berbuat dosa. Tetapi sesudah kita menjadi anak-anak atau putra Allah, kita mengalahkannya, kita lepas dari hukum dosa dan maut, kita bisa mematikan daging dan hawa nafsunya, kita tidak lagi harus berdosa, kita bisa terus merdeka dari dosa. Kita bisa menjadi pemenang di dalam Kristus dan merdeka Yoh 8:36 dan sekali merdeka, tetap merdeka untuk selamanya Gal 5:1. Jangan kita dikalahkan, itu bodoh, tetapi kita bisa dan harus mengalahkan iblis, dunia dan daging, sehingga kita bisa tetap hidup suci sebagai imam-imam di hadapan Allah, mengerjakan Imamat yaitu mendamaikan jiwa dengan Allah.

1 PETRUS 2:9-10. IMAMAT YANG RAJANI.

Apa artinya? Ini berarti:

Terhadap iblis kita adalah raja yang menang dan mengalahkannya dan menginjak-injak iblis musuh kita, dan merebut jiwa-jiwa serta melepaskannya dari tangan iblis.
Terhadap Allah kita adalah imam-imam yang melayani Allah yaitu dengan menjadi perantara antara manusia dengan Allah dengan:

1.      Memberitakan Injil Mat 24:14.

2.      Menyelamatkan mereka Rom 11:25

3.      Menumbuhkannya Wah 14:1

Inilah pekerjaan imam-imam di hadapan Allah. Kita tidak sendirian, sebab kita adalah anggota tubuh Kristus dan Kristus Kepala kita yaitu Raja di atas segala raja Wah 19:16 dan imam besar kita yang sudah mempersembahkan diri-Nya satu kali untuk kita semua dengan membawa darah-Nya sendiri Ibr 9:11-12. Kita yang dahulunya bukan umat (penduduk neraka) sekarang kita dijadikan umat-Nya (penduduk Surga) dan diutus untuk memberitakan kabar kesukaan yaitu kebaikan Allah untuk seluruh dunia, ini adalah kehendak Allah bagi setiap kita Mat 7:21. Kita wajib ikut serta dalam rencana Allah yang mulia, maka kita akan menjadi mulia untuk kekal selama-lamanya.

Apakah kita sudah menjadi raja-raja dan imam-imam di hadapan Allah? Apakah kita menang melawan iblis, daging dan dunia ini, sehingga kita bisa hidup suci dan diurapi Tuhan untuk melayani sebagai imam-imam di hadapan-Nya? Sudahkah kita berbuah-buah dalam pelayanan kita kepada Tuhan, sudahkah kita menangkan jiwa-jiwa dan menumbuhkan jiwa-jiwa sehingga menjadi dewasa bahkan tumbuh sampai sempurna. Ini kehendak Tuhan. Jangan kuatir tentang fasilitas, asal kita bekerja sesuai Firman Tuhan (dengan jujur, berkuku kembar, mendahulukan kerajaan Allah dan kebenaran-Nya, rajin, dipimpin Roh dan seterusnya sesuai dengan Firman Tuhan), pasti Tuhan melengkapi segala fasilitas yang kita perlukan sekalipun dalam masa kesusahan.

KITA DIJADIKAN IMAM-IMAM DI HADAPAN ALLAH

Dalam Wasiat Lama hanya turunan Harun yang boleh menjadi imam-imam. Sebelum pelayanan, imam-imam harus dilantik lebih dahulu yaitu Harun dan anak-anaknya. Dan hanya orang Lewi yang boleh melayani, orang Israel yang lain tidak boleh. Korah cs berusaha untuk menjadi imam-imam juga. Waktu Korah CS memaksa untuk melayani sebagai imam-imam, mereka dihukum mati oleh Tuhan. Kemudian dibuat suatu tes dengan tongkat dari setiap kepala suku bangsa Israel, dan ternyata hanya tongkat Harun yang bertunas, berbunga dan berbuah badam dan ini bukti Allah memilih hanya Harun sebagai imam besar dan imam-imam turun temurun.

Sebetulnya kita juga tidak mempunyai hak untuk menjadi iman, sebab imam-imam dan raja-raja di hadapan Allah itu suatu tingkat kemuliaan yang tinggi di dalam Surga, tetapi dengan anugerah dan kemurahan Tuhan, kita diberi hak ini dengan cuma-cuma. Tuhan Yesus sendiri menjadi Raja dari segala raja dan imam besar dari segala imam. Ini kedudukan yang mulia dan langsung di bawah Tuhan Yesus. Sebab semua yang kita buat sebagai raja dan imam di hadapan Allah akan mendapat pahala dan kemuliaan yang kekal. Sebab itu kalau kita diangkat menjadi raja dan imam, itu adalah kesempatan yang sangat mulia kalau kesempatan itu dipakai sesuai dengan kehendak Allah.

Kita dijadikan imam-imam dengan:

1.      Baptisan Roh Kudus. Orang yang dibaptis Roh itu seperti masuk dari Pintu Kemah dan hanya imam-imam yang boleh masuk lewat Pintu Kemah ini. Orang Lewipun tidak boleh. Memang baptisan Roh Kudus itu suatu karunia dan anugerah yang besar Kis 2:38. Allah yang maha kuasa, maha besar mau tinggal tetap di dalam kita Yoh 14:16. Sebab itu yang sudah mendapat anugerah besar dan kesempatan yang mulia, jangan menyia-nyiakan kesempatan itu. Lakukan kehendak Allah, ini pekerjaan yang sangat mulia untuk kekal. Orang menjadi juara tinju bangga, padahal di hadapan Allah itu permainan orang jahat Ams 10:23. Dalam dunia asal dapat uang banyak itu mulia, sekalipun mafia tetapi dihadapan Tuhan itu ada hukuman yang besar! Tetapi pekerjaan imam dan raja-raja ini sangat mulia di hadapan Allah untuk kekal.

2.      Dalam Wasiat Lama sudah dinubuatkan, bahkan orang biasa, bisnis man juga disebut imam dan hamba-hamba Allah Yes 61:6, padahal ini masih dalam konteks Wasiat Lama. Ini didahului dengan baptisan Roh Kudus yang belum ada waktu itu Yes 61:1 yang baru nyata dalam Putra Manusia Yesus dan baru diberikan pada hari Pentakosta. Dalam Wasiat Lama orang hanya mendengar nubuatannya (dan tidak semua mendengar dan mengerti hal ini) padahal banyak di antara kita sekarang yang mendapat kesempatan yang amat besar ini, sebab itu jangan disia-siakan. Kesempatan ini harus kita pakai sehingga menghasilkan buah-buah (yaitu jiwa-jiwa, sebab ini yang ada harganya di hadapan Allah, lebih dari emas dll, sebab satu jiwa lebih berharga dari satu dunia Mat 16:26).
Jadilah berkat bagi jiwa-jiwa, dengan berkat dari angka 1, 2, 3, itu sangat mulia di Surga. Satu jiwa terima Tuhan Yesus, Surga gempar dan bersukacita Luk 15:7,10. Sebab itu jangan menghadap Tuhan dengan tangan kosong. Harta, kedudukan, ilmu dll hal fana itu tidak ada harganya di hadapan Tuhan, tetapi jiwa-jiwa yang kita menangkan dan kita tumbuhkan itu sangat besar harganya dan itu menjadi mahkota kemegahan kita untuk abadi 1Tes 2:19. Kalau sudah dapat fasilitas rohani yang begini besar tidak dipakai, itu sungguh-sungguh menyedihkan, hidup sia-sia!

IMAMAT 8:6, 12, 23 PELANTIKAN IMAM-IMAM

Imam-imam untuk bisa pelayanan dengan sah di hadapan Tuhan harus dilantik dengan air, minyak dan darah. Tanpa dilantik, Tuhan tidak beserta dan tidak mungkin ada hasilnya, sebab hanya dengan Tuhan kita akan berbuah-buah Yoh 15:5. Sebab itu tanda pelantikan perlu ada di dalam kita.

Ada satu hal yang harus kita perhatikan bahwa dalam lahir baru juga ada tiga tanda ini tetapi berbeda dengan pelantikan imam, baik urut-urutan dan artinya.

Dalam kelahiran baru ada tanda itu: darah, air, minyak (Mezbah Korban Bakaran = darah, Kolam = air, Pintu Kemah = minyak).

Tetapi dalam pelantikan urut-urutannya berbeda yaitu air, minyak dan darah. Mengapa berbeda? Sebab urut-urutannya dalam Kemah Suci itu adalah urut-urutan lahir baru yang dimulai dari masuk Pintu Gerbang, kemudian ada tiga alat yang berarti darah, air dan minyak. Tetapi pada pelantikan imam, orangnya harus sudah lahir baru, sebab itu urut-urutannya berbeda yaitu:

I. AIR

Pada lahir baru ini menceritakan tentang menguburkan hidup yang lama dan disini Tuhan Yesus mengumpamakannya seperti mandi. Orang yang sudah lahir baru, berarti sudah mandi tidak perlu mandi lagi tetapi cukup membasuh mana-mana yang kotor Yoh 13:10. Ini berarti:

1.      Kalau ada dosa harus dibersihkan. Sebagai imam-imam kita harus hidup benar di hadapan Tuhan, sebab kalau ada dosa, pelayanan bisa gagal, bahkan kena hukuman! Setiap imam harus memperhatikan hal ini, baik dosa-dosa dari dalam atau dari luar 2Kor 6:17.

2.      Hidup baru yang sudah kita terima waktu lahir baru harus bertumbuh dan makin nyata. Jangan tinggal dalam hidup lama, hidup baru harus nyata sehingga makin tampak seperti Kristus sesuai dengan Firman Tuhan. Beberapa orang tidak bisa memakai kesempatan sebagai imam-imam dan raja-raja (Imamat yang rajani) sebab tetap hidup lama sehingga lahir segala dosa dari tabiat lama. Kita harus betul-betul meneliti dan memeriksa dan dibersihkan dari sisa-sisa hidup lama (dengan doa, Firman Tuhan, saling menasehati, pelayanan). Jangan berpakaian setengah lama, setengah baru. Sifat-sifat yang jelek seperti sombong, cabul, benci, iri, malas, tidak tertib, semaunya sendiri dll perlu diteliti (tanyakan pada orang dekat) dan ditinggalkan, sehingga kesempatan imamat yang rajani tidak sampai disia-siakan dan kosong, tidak ada buah atau hasilnya.

II. MINYAK

Ini cerita tentang Roh Kudus. Kita harus selalu penuh dan dipimpin Roh seperti ditulis dalam Yesaya 61:1. Dengan dipimpin Roh Kudus kita menjadi kuat Zak 4:6. Tanpa dipimpin Roh, sulit untuk bisa bertahan hidup dalam Kristus di akhir zaman ini. Orang-orang akan jatuh bergelimpangan tanpa Roh Kudus. Tanpa ada meterai yaitu baptisan Roh Kudus dan hidup dipimpin Roh, umat Tuhan tidak bisa bertahan menghadapi dosa, dunia dan iblis, sehingga orang-orang yang tidak ada tanda Roh Kudus (penuh dan dipimpin Roh) akan berjatuhan Yeh 9:4-6. Hukuman mulai berlaku dalam rumah Allah 1Pet 4:17; sedangkan ligabo pun tidak bisa tahan padahal sudah dibaptis dalam Roh, tetapi tidak selalu berjalan dalam Roh, sebab seringkali menuruti daging dan waktu itu dengan mudahditerkam singa iblis 1Pet 5:8. Kita harus terus menerus hidup dalam kesucian seperti ligabis, lebih-lebih dalam Minggu ke-70 Daniel.

Tanpa Roh Kudus, hanya dengan kekuatan sendiri, itu tidak cukup untuk menghadapi semua problem dan tantangan-tantangan. Kita hanya kuat di dalam Dia Flp 4:13. Dengan Roh Kudus kita diperlengkapi dengan semua yang kita butuhkan, baik kerinduan dan pengertian Firman Tuhan, sukacita, sejahtera, hikmat, kuasa, buah Roh, karunia-karunia, pimpinan dsb. Sebab itu jangan berjalan sendiri, pasti tidak tahan dan akhirnya jatuh.

III. DARAH

Ini bukan untuk pengampunan. Sebab diharapkan kita tetap merdeka, mati lepas dari dosa Rom 6:2. Tuhan tidak ingin kita jatuh bangun dalam dosa sehingga harus terus menerus minta ampun dan dipulihkan. Jangan menjadi babi dan anjing 2Pet 2:22. Kita harus tinggal dalam kesucian, sebagai orang-orang suci Allah, sekalipun bukan pendeta, misalnya dalam ayat berikut Rom 1:7, 1Kor 1:2, 2Kor 1:1, Ef 1:1 dst.

Darah di sini artinya adalah salib, yaitu mau menderita karena Kristus, karena hidup benar sesuai Firman Tuhan 1Pet 2:21-23. Orang yang tidak mau tanda darah, tidak mau salib, tidak bisa dilantik sebagai imam-imam di hadapan Tuhan dan tidak akan bisa memakai kesempatan yang mulia ini. Tanpa salib, seorang tidak bisa melakukan kehendak Tuhan baik hidup baru, menghadapi segala godaan dan problem, juga melakukan kehendak Allah, yaitu mendapatkan jiwa-jiwa untuk Tuhan, baik yang dimenangkan atau yang ditumbuhkan (memberi, membagikan makanan rohani).

Hidup seperti imam itu lain dari lahir baru, itu lanjutan dari hidup baru. Kita harus berani menderitakan segala perkara karena Kristus. Jangan takut, tidak akan lebih dari kekuatan kita dan selalu minta pimpinan Roh Kudus supaya tetap cerdik seperti ular dan tulus seperti burung merpati Mat 10:16.

Tanda darah ini ditaruh di:

1.      Telinga. Kita harus mau menutup telinga dari semua hutang darah Yes 33:15. Jangan suka mendengar hal-hal kebencian, fitnah, gosip istimewa tentang orang-orang yang memusuhi kita. Semua yang kita dengar harus disaring dan yang tidak berkenan pada Tuhan harus dibuang. Jangan yang tidak betul, yang jahat, yang melawan Firman Tuhan terus didengar. Kalau Firman Tuhan, biarpun sakit untuk daging, harus kita dengar dan dengar-dengaran (menaati-Nya) sehingga Firman menjadi daging. Orang yang bisa menutup telinganya akan tenang dan sejahtera dan bisa mendengar suara Roh yang halus sehingga mahir dipimpin Roh.

2.      Darah di ibu jari. Semua perbuatan kita harus disalibkan, jangan menuruti daging, jangan berbuat yang melawan Firman Tuhan. Semua perbuatan harus disalibkan, ada salib. Sekalipun ada kesempatan itu belum tentu dari Tuhan. Daniel punya kesempatan ke luar negeri waktu ia dijerat dengan peraturan tidak boleh berdoa, juga Yusuf punya kesempatan, Daud punya kesempatan membunuh Saul. Semua kesempatan-kesempatan ini tidak dipakai. Sebab ada tanda darah di ibu jarinya, hidup mereka menjadi indah dan mengalami rencana Allah yang indah-indah. Salomo punya kesempatan dan justru ia menuruti hatinya dan ia celaka besar, ditinggalkan Tuhan.

3.      Darah di ibu jari kaki. Perjalanan hidup kita harus ada salib. Jangan pergi semau kita, tetapi dipimpin Roh, dan itu hidup yang paling indah, sekalipun di jalan sempit, tetapi ini membawa kita mengalami rencana-rencana Allah yang indah. Jalan dengan Tuhan belum tentu enak, sebab bukan kita yang menentukan tetapi Tuhan Yoh 21:18. Memang darah itu salib, kita mau terus dijalan salib, tetapi akan adahasilnya yaitu hidup berkemenangan, limpah kuasa kebangkitan Flp 3:10.

Kalau kita memperhatikan tiga tanda pelantikan ini, nomor 1 air, nomor 2 minyak dan nomor 3 darah, maka kita akan bisa memakai kesempatan yang begitu besar sebagai raja dan imam di dalam Kristus, maka hidup kita tidak akan sia-sia melainkan penuh dengan buah-buah dan kemuliaan yang kekal.

KESIMPULAN

Tuhan itu begitu heran, istimewa untuk orang akhir zaman (kita lahir di akhir zaman ini tidak kebetulan), Tuhan mengerjakan hal-hal yang lebih baik Ibr 11:40, yaitu masuk dalam puncak rencana Allah. Hiduplah berkemenangan sebagai raja-raja di atas dunia, setan dan daging, dan melayani jiwa-jiwa sebagai imam-imam Allah yang dengan rendah hati tetapi penuh dengan pengurapan dan pimpinan Roh Kudus sehingga banyak jiwa-jiwa dimenangkan dan ditumbuhkan dalam rencana Allah yang besar.