Share :  

EFESUS 1:19 CARA KERJA KUAT KUASANYA

Di dunia tidak berhenti-hentinya orang-orang berebut kekuasaan sampai jatuh korban begitu banyak dan membuang biaya begitu tinggi, bahkan menyeret banyak orang yang pro dan kontra di seluruh negeri bahkan di seluruh dunia.

Allah itu sumbernya segala kekuasaan, Dia Maha kuasa di atas semuanya. Kalau Bapa Maha kuasa, pasti anak-anak atau putra-putra-Nya juga mempunyai sejumlah kuasa. Tetapi Allah adil, tidak pernah ia membagi-bagikan kuasa-Nya dengan ngawur, semua ada perhitungan yang tepat. Memang untuk anak-anak-Nya yang percaya akan janji-Nya, akan mendapat cukup banyak kuasa. Betapa hebat kebesaran kuasa-Nya, sesuai dengan cara kerja kuat kuasa-Nya, dengan syarat:

1.       percaya dan pegang janji-janji-Nya termasuk syarat-syarat-Nya dan

2.       memakainya dengan betul sesuai dengan cara kerja (pekerjaan) kuat kuasa-Nya.

Murid-murid Tuhan Yesus diberi kuasa, sehingga setan dikalahkan dan berjatuhan seperti kilat dari langit Luk 10:17-18.

Salah pakai.
Pada waktu dua murid-Nya, Yohanes dan Yakobus mau menurunkan api dari langit membakar orang-orang Samaria yang menolak Putra manusia Yesus, Tuhan Yesus marah dan menegurnya Luk 9:54-55. Kita tidak boleh salah pakai kuasa-Nya, harus sesuai dengan cara kerja Allah yaitu dalam kekudusan, adil, dan sesuai kehendak Allah. Kita harus memakai iman dengan betul untuk menggerakkan kuasa Allah, tetapi tidak sembarangan! (Misalnya untuk kesembuhan, bersaksi,melayani orang, untuk pekerjaan, menghadapi orang jahat, iblis, malapetaka dll). Jangan lupa syarat-syaratnya, selalu hidup benar dan tekun berdoa Yak 5:16.

Memakai dengan betul.

Murid-murid menghadapi tugas berat, melahirkan Gereja di dunia, dari tidak ada menjadi ada, dan kemampuan mereka sangat kecil, mereka bukan tokoh-tokoh masyarakat, bukan orang terpelajar, bukan apa-apa. Tetapi mereka terus berdoa Luk 24:49, maka Allah menyertai dengan hikmat dan kuasa Allah dan Gereja lahir dengan kuasa yang besar.

Baik dalam pelayanan, juga dalam problem sehari-hari, sekuler, kita tetap membutuhkan kuasa dan hikmat Allah yang limpah, kalau tidak manusia akan seringkali terdesak untuk menghalalkan segala cara, itu tidak memperkenankan Tuhan sebab limpah dengan dosa. Tuhan menyediakan banyak kuasa untuk segala keperluan kita, jangan ragu-ragu, percayalah akan kebesaran kuasa-Nya dan taati syarat-syaratnya, lalu lakukan menurut kehendak Allah, maka kuasa Allah akan nyata dalam seluruh problem dan pribadi kita.

EFESUS 1:20 ALLAH MEMBANGKITKAN KRISTUS

I. Bapa dan Roh Kudus membangkitkan

Kuasa Allah itu bekerja di dalam Putra manusia Yesus, yang membangkitkan-Nya dari antara orang mati lalu mendudukkan-Nya di sebelah kanan Allah Bapa di tempat-tempat Surgawi.

Tuhan Yesus menjelma menjadi manusia, seperti kita Ibr 2:17 sebagai manusia Ia bisa mati tetapi tidak bisa bangkit, tetapi Bapa Rom 6:4 dan Roh Kudus Rom 8:11 membangkitkan-Nya. Bagian tugas Putra manusia Yesus adalah mati untuk menebus manusia dan itu sudah dilakukan-Nya dengan baik bahkan dengan sempurna. Sebab itu Bapa dan Roh Kudus membangkitkan-Nya, kemudian kembali dalam posisinya sebagai Putra Allah, tetapi sekarang juga sebagai Kepala dari tubuh Kristus yang sudah ditebus-Nya.

II. Bagian Kristus, masuk dalam kematian

Begitu juga dengan kita, dalam segala problem dan pelayanan, bagian kita adalah ikut bersama Kristus masuk dalam kematian-Nya, maka bagian Allah adalah membangkitkan kita dengan kuasa kebangkitan-Nya yang heran itu Rom 6:5. Kalau kita mengambil bagian di dalam hal matinya, maka kita juga akan menjadi satu dengan Dia dalam hal kebangkitan-Nya. Kalau kita mau mati bersama-sama Kristus, masuk dalam kematian-Nya, mati dari daging, dari hidup lama dan kehendak kita sendiri, maka Allah akan membangkitkan kita seperti Ia membangkitkan Kristus dan kita akan didudukkan dengan Kristus di sebelah kanan Allah Bapa, itu berarti hidup dalam kemenangan dengan kuasa Allah Wah 3:21. jadi yang ikut Kristus dalam kematian-Nya akan juga ikut dalam kebangkitan-Nya.

III. Bagian kita, masuk dalam kematian Kristus

Ini adalah bagian kita, masuk atau turut jalan kematian. Jalan kematian ini diterangkan dalam beberapa istilah, tetapi semua adalah jalan kematian dan masing-masing menceritakan satu segi dari jalan kematian ini, yaitu:

1.       Jalan sempit Mat 7:13-14. Ini jalan yang tidak disukai orang dunia, mereka lebih cocok di jalan lebar yaitu menuruti kehendak hatinya sendiri, bebas menuruti maunya sendiri, tetapi jalan sempit ini penuh larangan ini dan itu. Kita harus usaha untuk taat bukan semaunya sendiri Luk 13:24.

2.       Naik di atas Mezbah Rom 12:1-2, yaitu mau menjadi korban, menderita karena kebenaran. Bukan karena salah tetapi karena menaati Firman Tuhan. Untuk itu harus mau mematikan daging, supaya bisa menjadi korban persembahan yang hidup dan berbau harum karena Tuhan. Menyenangkan Tuhan dan mengorbankan diri sendiri seperti binatang korban, disembelih karena Tuhan, dimatikan berhari-hari Rom 8:36. Memang daging harus dimatikan Rom 6:6 (katargeo) sampai mati betul di Golgota.

3.       Jalan salib Luk 9:23. Harus mau menyangkal diri setiap hari untuk ikut Tuhan kemanapun Ia menghendaki kita, dengan tujuan satu kali sampai di Golgota, itu akhir dari jalan salib, mati untuk taat menurut jalan Kristus.

4.       Menanggung sengsara, bukan karena salahnya, tetapi sebab ingin masuk dan hidup dalam kerajaan Surga Kis 14:22, 2Pet 1:11. Mau menanggung sengsara karena Kristus dengan sukacita Kis 5:41. Memang menderita sengsara karena Dia itu anugerah Tuhan bagi kita Flp 1:29, mau merasai sengsara karena Injil 2Tim 1:8, 1Pet 5:9, 1Tes 3:4.

5.       Ibadah yang sejati 2Tim 3:12 terkena aniaya dari orang-orang sekitar karena taat akan Firman Tuhan, tidak boleh membalas, tetapi menuruti syarat-syarat ibadah yang betul, tidak menajiskan pakaiannya Wah 3:4.

6.       Menjauhkan diri dari nafsu-nafsu daging yang berperang melawan jiwa 1Pet 2:11. Daging dan roh selalu bertentangan Gal 5:16, 17, sebab itu kalau tidak mau berperang dengan daging, tidak akan bisa menjauhkan diri dari segala hawa nafsunya, misalnya kebencian, percabulan, tamak, sombong dll.

7.       Berdukacita di dalam berbagai-bagai pencobaan karena Kristus 1Pet 1:6 sehingga kita tidak berdosa sebab tidak bereaksi dosa dan lulus, maka kita menang atas pencobaan-pencobaan tersebut.

Semua ini jalan kematian, tidak enak, sakit bagi daging, melawan kehendak kita sendiri, tetapi  semua ini adalah bagian kita. Bagian Allah adalah membangkitkan orang yang mau ikut bersama-sama Kristus dalam kematian-Nya.

IV. Untuk apa Allah mengharuskan kita masuk dalam jalan kematian?

Supaya kita bisa taat akan Firman Tuhan sehingga hidup kita tidak melanggar Firman Tuhan (itu berarti hidup suci) dan bisa melakukan kehendak Allah.

Mengapa begitu? Daging tidak mau taat atau tidak mau melakukan kehendak Allah, maunya melakukan kehendak sendiri, bebas semaunya sendiri, tetapi itu hidup kedagingan, itu berarti tidak mau mati. Tetapi yang mau mati dari kehendak sendiri, karena daging dimatikan (disangkali, dikatargeokan Rom 6:6) maka akan bisa melakukan kehendak Allah Mat 7:21. Ini hasilnya orang yang masuk dalam jalan kematian dengan segenap hatinya, ia bisa mematikan reaksi daging sehingga tetap hidup sucidan melakukan kehendak Allah dan menang itu kewajiban kita.

V. Tanda-tanda orang yang di jalan kematian

Mengapa orang tidak suka belajar Firman Tuhan, berdoa, ibadah, hidup suci dst?

Sebab tidak mau masuk dalam jalan kematian. Kalau mau, maka belajar Firman Tuhan, berdoa, bersekutu, ibadah, pelayanan dsb itu menjadi sesuatu yang mulia dan penuh sukacita. Sebab jalan kematian ini mematikan daging. Orang yang mau melazatkan tabiat daging itu tidak suka berdoa, belajar Firman Tuhan, meditasi, ibadah dsb. Mungkin suka ibadah tetapi bukan cari Tuhan, tetapi karena mencari orang, suka ramai-ramai seperti di jalan lebar. Tetapi ibadah yang betul selain ada persekutuan dengan saudara-saudara seiman, kita terutama ingin membawa korban kepada Tuhan, menyenangkan Dia dan mendengar suara dan pesan-pesan-Nya. Orang yang mau masuk dalam jalan kematian akan suka berdoa lebih-lebih dalam Roh dan kebenaran, suka bersaksi, pelayanan yang tulus dst. Kita bisa hidup suci dan melakukan kehendak Allah dengan senang sehingga menjadi kesukaan seperti Daud yang suka akan Firman Tuhan, doa, ibadah dst. Jadi kalau seorang tidak suka dan tidak mau berdoa dsb (belajar Firman Tuhan, ibadah, persekutuan dengan betul dan sungguh-sungguh) itu karena ia tidak mau masuk dalam kematian Kristus. Kalau mau, maka pasti ada kesukaan dalam melakukan hal-hal ini. Memang ini caranya dan Allah yang menciptakan manusia, tahu dengan tepat cara-cara ini, sebab itu jalan kematian ini diharuskan untuk orang beriman supaya bisa hidup betul. Tanpa jalan kematian, tidak bisa taat akan Firman Tuhan (hidup benar) dan tidak bisa melakukan kehendak Allah.

VI. Bagian Allah

Kalau kita sudah mengerjakan bagian kita, maka Allah akan menyelesaikan bagian-Nya. Kalau manusia, seringkali tidak  mengerjakan bagiannya dengan penuh, kadang-kadang hanya setengah atau kurang. Tetapi Allah tidak pernah melalaikan bagian-Nya, Ia selalu mengerjakannya dengan sempurna.  Tetapi ini tergantung juga dari kita. Kalau kita tidak mau mati dengan Kristus, kita juga tidak dibangkitkan. Kalau kita mati seperti Kristus, kita juga dibangkitkan seperti Kristus, dinaikkan begitu tinggi sampai duduk di sebelah kanan Allah Bapa, luar biasa. Ini tempat pemenang di tempat-tempat Surgawi. Meskipun masih di dunia tetapi hidup sudah seperti di Surga, dengan sukacita, sejahtera, dan kemenangan-kemenangan ilahi. Reaksi Allah tergantung dari ketaatan kita.

VII. Perbandingan usaha untuk tugas kita dan untuk tugas Allah

Sebetulnya kita sama sekali tidak perlu mengerjakan tugas Allah dan juga tidak bisa. Kalau toh dipaksakan akan bingung, stres, kacau dan gagal. Mana mungkin kita menggantikan Allah?!

Banyak orang usaha untuk naik setinggi-tingginya, kalau bisa sampai tahta Allah (ini tugas Allah!), luar biasa, tetapi untuk mati enggan (ini justru tugas kita!). Ini salah! Seharusnya yang ideal perbandingan usaha kita untuk masuk kematian itu 100, usaha untuk bangkit dan naik: nol. Allah tidak pernah lalai dan pasti memenuhi janji-Nya dengan tepat bahkan dengan penuh kemurahan! Kalau usaha untuk bagian kita sendiri: melakukan bagian Allah = 50:50 ini salah! Sebab yang ideal 100:1 jangan tenaga, pikiran, kerinduan, usaha kita hanya untuk naik, itu bagian Allah atau urusan Allah! Kalau kita mau turun, Allah akan mengangkat kita sampai naik.

Ada orang usaha cari jalan, cari backing, cari kesempatan, cari hubungan supaya bisa naik. Tetapi bagiannya untuk turun dilalaikan, seperti Absalom, akhirnya ia mati dengan sia-sia. Absalom berusaha mati-matian untuk mengambil hati orang banyak, ia mendekati orang-orang penting. Ia bicara dengan manis, bersikap menyenangkan, merencanakan untuk naik. Tetapi ia tidak memperhatikan untuk menyelesaikan bagiannya, mematikan daging dan kehendak sendiri, supaya bisa hidup benar, beribadah kepada Tuhan, belajar dari Firman Tuhan. Tidak pernah satu kalipun dilaporkan

Absalom belajar Firman Tuhan, tetapi ia penuh dengan usaha dan siasat untuk bisa naik setinggi-tingginya, padahal itu bagian Allah! Untuk membalas dendam pada Amnon, ia merencanakan baik-baik selama 2 tahun 2Sam 13:23. Berapa waktu, pikiran, pembicara dll yang dilakukan untuk balas dendam? Banyak hal dikerjakan untuk membuang saingan dan untuk naik, akhirnya semua sia-sia dan ia mati mengenaskan. Yusuf lain. Ia tidak mencari jalan untuk naik, (kecuali satu kali ia mengeluh kepada penjawat minuman raja bahwa ia tidak salah. Itu akan membuat hatinya sendiri berdukacita dan makin sedih). Selain itu Yusuf hanya memikirkan untuk masuk dalam kematian dengan tidak bereaksi dosa sehingga ia lulus.

Dari permulaan ketika ia ditangkap oleh saudara-saudaranya ia masuk dalam kematian dengan baik dan lulus, sampai di rumah Potifar, sampai di penjara dst, Yusuf terus masuk dalam kematian, ia mengerjakan bagiannya baik-baik (menyangkal diri, rela menderita, tidak membalas, bersyukur terus dst) dan lulus, maka Allah mengangkatnya begitu tinggi dengan cara yang ajaib, luar biasa. Allah sanggup dalam satu hari mengubah orang yangterpenjara menjadi orang nomor 2 di Mesir. Sebab itu perhatikan baik-baik supaya kita memakai seluruh waktu, tenaga, hati, pikiran kita untuk menyelesaikan bagian kita dengan baik. Pasti Allah tidak pernah gagal atau lalai melakukan bagiannya. Sebab itu Putra manusia Yesus di suruh bapaknya menunggu sampai 30 tahun supaya bisa masuk dalam jalan kematian dengan betul dan tidak bereaksi dosa. Ternyata ia lulus dengan baik. Padahal waktu Putra manusia Yesus umur 12 tahun Ia sudah mahir melayani dengan baik sampai orang Farisi, ahli Taurat, imam-imam dll puas dengan pelayanan-Nya. Tetapi Ia belum diizinkan keluar, supaya bisa betul-betul mengerjakan bagian-Nya dengan baik, maka pada saatnya Bapa akan mengangkat-Nya tinggi. Ia taat dengan betul sampai mati di salib (ini bagian-Nya), dan Bapa mengangkatnya sebagai Putra manusia yang tertinggi (ini bagian Allah) Flp 2:8-11.

Pada waktu pelayanan Putra manusia Yesus tidak mencari popularitas, tetapi ia berusaha mengerjakan tugas-Nya dengan baik-baik, masuk dalam kematian. Waktu Ia menyembuhkan banyak orang di bait Allah, besok paginya, tidak ada orang peduli pada penginjil tingkat internasional ini, Ia kelaparan, tetapi sebab Ia tidak melayani untuk mencari uang atau popularitas (supaya naik), sebab itu tidak sulit bagi-Nya untuk tetap sejahtera dan bersyukur. Kalau orang berusaha untuk naik, untuk populer, untuk kaya dll, waktu gagal, ia akan merasa sangat terpukul dan kadang-kadang tidak bisa menerima lalu bereaksi dosa. Sebab itu Bapa mencurahkan kuasa-Nya dengan limpah, Roh Kudus menyertai selalu Luk 4:18-19 sehingga Ia menjadi berkat dan dipakai Allah dengan heran sebab apa yang diperbuat-Nya itu bukan usaha untuk naik tetapi untuk jalan sampai ke Golgota, menggenapkan tugasnya sampai mati tersalib. Semua tidak berarti baginya, asal Ia bisa menyelesaikan tugasnya dengan baik. Kalau kita berusaha dan memakai semua tenaga, pikiran, kekuatan kita terutama untuk masuk dalam jalan kematian bukan untuk naik, maka Allah akan mengerjakan bagian-Nya untuk mengangkat kita. Tetapi sekalipun sudah diangkat naik, kita harus tetap tekun dalam jalan kematian supaya kita bisa sampai lulus ujian akhir di Golgota: Tirai dan kita akan mulia untuk kekal.

EFESUS 1:21-23 TUHAN MENGANGKAT LEBIH TINGGI SAMPAI TERTINGGI

Kalau Tuhan mengangkat luar biasa! Melebihi segala pemerintah, kuasa, kekuatan, kerajaan (raja-raja) dan lebih dari nama yang manapun dan bukan hanya untuk sekarang (seperti hampir semua orang yang naik di dunia ini) tetapi sampai di zaman yang akan datang sampai kekal. Ini kemuliaan yang betul, bukan saja di dunia, tetapi sampai kekal. Bahkan semua ditaklukkan Bapa di bawah kaki-Nya (bukan oleh orang yang diangkat, tetapi oleh Bapa). Dia bisa memberi begitu banyak kuasa sehingga semua takluk ke bawah kakiNya, juga untuk kita, bahkan akhirnya mautpun dikalahkan (ini musuh terakhir 1Kor 15:26) dan kita bisa mengalami kesempatan seperti Henokh, Elia dsb.

KESIMPULAN

·         Kita harus mengenal baik-baik jalan kematian, paling sedikit ada 7 sinonim dan banyak ayat lainnya

·         Kita harus berusaha dengan segenap hati untuk berusaha untuk turun dalam jalan kematian, jangan usaha naik, pada waktunya Allah akan mengangkat kita naik sangat tinggi dengan kuasaNya yang limpah dan ajaib, lebih dari yang kita perkirakan 1Pet 5:6. Ingat yang paling ideal adalah segala usaha, pikiran, tenaga, hati dan keinginan dilakukan untuk bagian kita: bagian Allah = 100:1. Kalau angka ini turun 90:10 masih bisa diterima, tetapi 10 itu sia-sia, sebab itu bagian Allah. Allah tidak pernah lupa, lalai, gagal mengangkat orang yang mau masuk dalam kematian Kristus.

·         Orang yang mau mati akan dapat kelimpahan kuasa dan segala-galanya.

·         Sekalipun sudah diangkat, jangan tujuan kita dan usaha kita untuk menggantikan bagian Allah. Sebab meskipun Tuhan sudah memberkati dan memakai kita dengan heran, kita belum selesai, tugas kita harus sampai Golgota, maka Tuhan akan mengangkat kita sampai duduk di atas tahta-Nya, mulia sampai hari-hari yang akan datang dan kekal.
Setialah dan tetaplah dalam bagian kita, itu yang terindah sampai kekal.

NYANYIAN

Salib hentar aku t'rus (Tabernakel Glori No. 53)