Share :  

I. DEFINISI

Bosan hidup itu meliputi segi rohani dan jasmani. Bosan rohani, malas ke Gereja, malas berdoa, malas ibadah, malas pelayanan, semua itu rasa-rasanya menjemukan, sudah tidak ada gairah lagi untuk segala hal-hal rohani. Kadang-kadang dalam hal jasmani masih bersemangat, sebab justru ia ingin mencari penghiburan dan kepuasan dalam hal-hal jasmani. Biasanya bosan rohani itu disebabkan karena dosa, sejahtera Tuhan hilang, Tuhan tidak lagi bertahta dalam hatinya dan hidupnya menjadi kosong dan sia-sia, juga karena kebodohan.

Bosan hidup secara jasmani itu berarti hidupnya tawar, hatinya kosong, jemu akan hidup, semua rasanya sia-sia, tidak lagi mempunyai tujuan hidup dan hidupnya mengalir begitu saja tanpa arah. Setiap orang, istimewa orang beriman harus mempunyai tujuan hidup yang betul, jelas dan kekal. Kalau tujuan hidupnya hanya hal-hal yang fana, mungkin ia bisa bersemangat, ngotot untuk mencapai tujuan hidupnya, tetapi kalau gagal, ia akan putus asa lebih dari yang sudah-sudah. Kalau toh berhasil senang sesaat, akhirnya bosan dan jemu kembali seperti Salomo, sebab tidak punya tujuan hidup yang betul.

Semua orang yang hidupnya gembira, penuh gairah dan ide, adalah orang-orang yang punya dan bisa melihat tujuan hidup kekal terus menerus seperti Musa Ibr 11:27, Paulus 2Kor 4:16-18, 2Tim 4:8. Kalau kita mengerti dan bisa melihat tujuan hidup kita yang kekal, maka hidup ini menjadi sangat indah, penuh sukacita dan kemuliaan yang abadi. Dan ini menjadi target atau gol yang diharapkan sehingga hidupnya akan penuh dengan gairah dan semangat. Tujuan kita sangat indah Surga yang kekal dalam tubuh kemuliaan dan kesukaan abadi. Sebab itu kita perlu belajar banyak tentang tujuan kita seperti keledai Isakhar Kej 49:14-15 sehingga kita mengerti tujuan hidup yang betul yang dijanjikan Tuhan dan timbul gairah dan kesukaan hidup, sebab tujuan kita itu sangat indah.

Biasanya juga (bahkan terutama) dosa yang menyebabkan hidup lekas menjadi bosan, sebab orang yang berbuat dan hidup dalam dosa:

  1. Sejahtera Allah hilang dari dalam hatinya Ams 14:12-13.
  2. Sungai air hidup tidak bisa mengalir dalam hatinya sebab dosa Yoh 4:13-14 apalagi kalau hatinya dipenuhi kesukaan dosa yang sesaat Ibr 11:25, Ams 27:7.
  3. Roh Kudus tidak bisa bekerja sehingga mata hatinya buta atau kabur dan mudah ditipu setan lebih lanjut dan kata-kata setan (panah berapi setan Ef 6:17) mengacaukan hatinya sehingga putus asa dan bosan hidup.
  4. Akibat dari perbuatan dosa yang diperbuat, timbul hukuman dan kekacauan sehingga semua ini membuat hidupnya makin ruwet, kacau, tidak ada damai sehingga hidupnya menjadi kosong.

II. PUNYA TUJUAN HIDUP KEKAL, HIDUP MENJADI BERARTI

Orang percaya yang mau pikul salib, hidup dalam kesucian, matanya akan dicelikkan Roh Kudus sehingga bisa melihat tujuan hidup yang betul, apalagi kalau ia bisa mengenal Allah dengan baik, maka hidupnya menjadi indah dan berarti sebab penuh gairah, semangat, usaha dan berbuah-buah. Kita tahu:

A). Tujuan hidup kita lalu kita

B). Mengisi hidup ini sesuai dengan tujuan dan target yang mulia itu.

A. SELAMAT KEKAL DALAM SURGA MULIA

Ini tujuan hidup yang betul, bukan tersiksa di Neraka tetapi bersukacita untuk abadi di Surga, masuk dalam kesukaan Allah Mat 25:21. Tentu kita harus setia sampai mati Mat 24:13 dan terus dalam Roh jangan berakhir dalam daging Gal 3:3-4.

B. MENGISI HIDUP INI

Di sini letak pengobatan orang Kristen yang bosan hidup. Tentu tentang keselamatan harus dikerjakan baik-baik, tetapi sesudah itu jangan berhenti, jangan kosong tetapi harus terus diisi. Kalau ini dilakukan dengan betul, tidak ada tempat bagi kebosanan atau kekosongan hidup.

  1. Hidup ini suatu peperangan. Jangan sampai kalah Ay 7:1a. Iblis adalah musuh kita Ef 6:12 yang tidak pernah lelah atau berhenti memerangi kita, supaya ia bisa merebut sebanyak mungkin orang (istimewa orang beriman) menjadi jarahan dan bagian pusakanya untuk disiksa terus menerus di Neraka untuk kekal, memuaskan nafsu jahat si algojo dan pembunuh manusia itu Yoh 10:10. Kita harus merebut kemenangan dan untuk ini kita akan mendapatmahkota yang akan kita  nikmati untuk kekal dalam perhentian perang. Kalah perang berarti jatuh dalam dosa, tetapi menang berarti tidak bereaksi dosa dan melakukan kehendak Allah, mahkota kekal yang indah menunggu kita lebih dari menang dalam olimpiade! Orang yang mengerti akan bergairah untuk menang dalam semua peperangannya, sebab dengan Tuhan kita pasti menang Rom 8:31 sehingga tidak ada tempat bagi kebosanan.
  2. Hidup itu seperti hamba yang rindu upahnya Ay 7:1b-2. Allah itu majikan yang adil dan 100% jujur. Apa saja yang kita kerjakan karena Tuhan itu ada pahalanya, sekalipun di dunia dihina, dikecilkan tidak dihargai, tidak ada pahalanya, tetapi di Surga semuanya diberi pahala, sedikitpun tidak dikurangi. Sebab itu Lazarus pengemis yang dianggap seperti orang buangan itu punya mahkota dan kemuliaan yang amat mulia, sebab Tuhan menghitung dengan adil dan menurut persentasinya (sekalipun miskin dan tidak berarti bisa melakukan perkara besar di hadapan Tuhan!). Tidak heran kalau sewaktu hidupnya Lazarus tidak bosan hidup tetapi penuh gairah dan sukacita sekalipun sangat miskin dan menderita.
    Hidup itu kesempatan untuk mengumpulkan upah atau rezeki terutama jiwa-jiwa Yoh 4:32-35 TL. Tuhan Yesus menangkan perempuan Samaria, itu menjadi rezeki-Nya, lalu seluruh orang Samaria datang dan rezekinya bertambah. Rezeki yang utama ialah jiwa-jiwa yang ada di sekitar kita, ini beban dan rezeki kita. Kita harus terbeban menuai jiwa-jiwa Mat 9:37-38. Banyak orang selalu punya alasan, belum musim menuai tetapi dengan Roh Kudus (roh panen) akan ada panen Yoh 4:35. Sebetulnya kita tidak perlu menunggu orang lain datang, apalagi dari luar negeri (tentu mereka boleh saja, itu menguntungkan Kis 1:8) tetapi orang-orang di sekitar kita adalah beban kita seperti lampu itu untuk sekitarnya! Satu jiwa itu lebih dari seisi dunia Mat 16:26. Jangan takut kekurangan rezeki jasmani, Tuhan pasti bisa memberi fasilitas yang kita butuhkan. Kalau kita mengerti hal ini, kita akan bergairah mengumpulkan rezeki rohani sebanyak-banyaknya.
  3. Hidup itu seperti menabur dan dalam hidup kekal kita menuai Gal 6:7-9. Apa saja yang kita tabur dengan tulus karena Tuhan, itu ada penuaiannya dalam hidup yang kekal. Kalau kita menabur dalam Roh sekalipun sakit bagi daging, tetapi ada penuaian dari setiap yang kita tabur dalam hidup kekal, mengikut menyertai kita selama-lamanya Wah 14:13. Kalau kita mengerti hal ini, indah sekali, kita berusahaakan menabur terus di hadapan Tuhan hal-hal yang Tuhan berkenan di dalam Roh dan untuk setiap taburan kita, kita akan menuainya untuk kekal terus menerus. Luar biasa. Di negara-negara yang maju (Belanda) orang tua-tua dihidupi oleh negara, sebab itu mereka tidak sayang membayar pajak sebab masing-masing bisa merasakan waktu tua, tetapi hanya sampai mati; penuaian kita terus menerus untuk kekal. Semua yang kita tabur dengan betul di dunia akan kita tuai di Surga untuk selama-lamanya. Orang yang mengerti akan bergairah hidup di dunia ini untuk menjadi berkat bagi semua orang, sebab penuaiannya luar biasa, terus menerus untuk kekal! Sebab itu hidup ini kesempatan emas untuk menabur kekal selama-lamanya.
  4. Sampai di mana rohani kita tumbuh di dunia, itu menjadi tingkat kemuliaan kita untuk kekal di Surga. Tumbuh dalam iman itu tidak mudah, harus menyangkal diri, mematikan daging. Sebab lebih mudah hidup semaunya sendiri menurut daging, tetapi itu hidup yang celaka, makin seperti iblis. Tetapi kalau kita hidup dalam kesucian, apalagi dipimpin Roh sehingga timbul semua tabiat baru dalam seluruh segi hidup kita, kita makin tumbuh makin seperti Kristus dan itu menjadi ukuran kemuliaan kita untuk kekal, sangat mulia, abadi di Surga dalam kesukaan kekal. (Orang yang masuk di Surga, tingkat kemuliaannya tidak sama 1Kor 15:41,42 tergantung penuh dari pertumbuhan rohaninya di dunia). Sebab itu hidup di dunia ini suatu kesempatan emas untuk bisa meningkat dalam kemuliaan Surgawi yang kekal. Sifat, tabiat, kesucian, ketaatan kita di dunia ini menjadi ukuran kemuliaan kekal di Surga. Sebab itu naik terus dalam kesucian, nyatakan tabiat baru di dalam segala segi hidup dengan tulus, sehingga makin seperti Kristus, itu luar biasa untungnya, untuk abadi di Surga yang indah dan mulia. Hidup itu kesempatan yang indah. Orang yang mengerti akan sangat bergairah.
  5. Hidup di dunia ini seperti sekolah, lulus itu untuk kekal. Orang sekolah itu belajar banyak dan membuat banyak soal-soal ujian. Setiap hari kita menghadapi ujian dan kalau kita lulus, kita naik.
    Tidak habis-habisnya ujian itu datang seperti Abraham, Isak, Yakub, Yusuf, Daud, Musa dan setiap umat Tuhan. Tetapi setiap ujian kalau kita lulus itu menambahkan tingkatan kita, tidak pernah sia-sia. Yusuf menghadapi begitu banyak pencobaan dan ujian tetapi ia tetap bersukacita, sebab ia tahu hidup itu seperti sekolah. Tahap demi tahap dilewatinya dan waktu ia lulus, ia naik ke istana, tetapi ini belum selesai, ujian terus datang. Waktu ia menghadapi saudara-saudaranya yang amat jahat dan kejam,ia tidak membalas, tidak bereaksi menuruti sakit hati sebab sakit hati sudah dibuang sejak permulaan dan terus dilarang masuk. Yusuf lulus dan naik terus sampai ia dipercayai Tuhan melahirkan bangsa umat Allah, bahkan sampai matipun ia lulus, luar biasa dan ia masuk dalam kebangkitan buah sulung waktu Tuhan Yesus mati, sebab Tuhan menyuruhnya berpesan supaya tulang-tulangnya dibawa ke negeri perjanjian. Sekolah dunia hanya memberi faedah sampai mati, tetapi sekolah ilahi membawa faedah sampai kekal. Bisa sekolah di dunia (menerima banyak masalah dan pencobaan itu untung, sebab bisa naik kelas dan dapat mahkota hidup Yak 1:12.
    Kalau kita mengerti hidup ini
    seperti perang, seperti pekerjaan seorang hamba, seperti menabur, seperti sekolah dan kesempatan tumbuh dalam kemuliaan Allah, maka kita tidak akan bosan dengan hidup ini, tetapi penuh semangat dan gairah untuk mencapai target atau golongan yang disediakan Tuhan bagi kita. Hidup ini suatu kesempatan emas untuk mencapai kemuliaan besar yang disediakan Tuhan. Apalagi Tuhan juga menyediakan Penolong pribadi yang ilahi untuk menolong masing-masing kita, sehingga kita sanggup mencapai sebanyak-banyaknya, sebab dengan bantuan Penolong ilahi ini, orang yang paling bodoh dan tidak berdayapun bisa menjadi kuat Yoel 3:10, sanggup 1Kor 1:27 dan luar biasa Zak 4:6, amat indah! Ada banyak hal yang menarik dan sangat berguna yang patut kita lakukan dalam hidup ini. Satu hal lagi, karena kita hidup di penghujung terakhir dari zaman manusia, kita sungguh-sungguh harus:
  6. SIAP MENUNGGU KEDATANGAN TUHAN Memang kita tidak tahu tepat tanggal kedatangan-Nya tetapi kita tahu tanda-tandanya. Pasti hari-hari ini sudah sangat dekat apalagi kalau dibandingkan dengan 2000 tahun yang lalu, waktu itu orang-orang beriman sudah disuruh siap akan kedatangan-Nya kembali (secara pribadi), apalagi sekarang.
    Kita harus bersedia baik-baik Mat 24:42, sebab hari-hari terakhir itu akan luar biasa, dosa dan kesucian akan mencapai puncak-puncaknya, akan ada polarisasi Wah 22:11, yang tidak tumbuh ekstra makin suci akan hanyut dalam banjir tsunamidosa sehingga tidak tahan dan tertinggal, sebab itu kita harus ekstra lebih meningkat dan Tuhan sediakan semua keperluan kita jasmani dan rohani. Akan ada Hujan-akhir, pembukaan Firman Tuhan yang limpah sampai terbuka semua, mujizat dan tanda-tanda heran, pelayanan orang sempurna dll, sebab itu meningkatlah, sebab akan datang masa penuaian untuk gandum yang sudah keluar mayangnya.

    Gandum dan lalang
    dalam Gereja akan terpisah 1Kor 11:19, sebab itu meskipun dari Gereja yang sama, nasibnya berbeda! Lalang-lalang harus cepat berubah menjadi gandum dan terus tumbuh sungguh-sungguh. Kita harus melewati target minimum supaya bisa tahan dalam akhir zaman yang amat jahat ini Luk 21:36 sehingga bisa tahan tidak hanyut dalam tsunami dosa dan bertemu dengan Tuhan Yesus dalam pengangkatan Luk 21:34-36.

    Menunggu kedatangan Tuhan tidak seperti menunggu kereta api sambil nganggur tetapi kita harus terus tumbuh sambil ikut menyelesaikan 3 angka kedatangan Tuhan, bahkan kita harus kerja keras untuk tumbuh dengan cepatmasuk dalam kemuliaan besar yang menunggu kita, sangat indah.

Pasti tidak akan bosan hidup tetapi penuh gairah sebab ada hari yang amat mulia menunggu kita dan dengan Tuhan kita pasti bisa mencapainya, luar biasa!

Betul kita belum tahu tinggal kedatanganNya, tetapi itu tidak apa-apa, sebab kalau kita sungguh-sungguh bersedia maka kalau hari itu tiba-tiba datang, kita menjadi makin gembira ria, sebab kita akan masuk dalam kesukaan yang besar dalam negeri indah yang ideal. Kalau toh masih lama, kita juga bergembira dan sukacita, sebab kita mendapat kesempatan lebih banyak dan indah untuk melakukan kehendak Tuhan dengan pahala dan kemuliaan yang indah-indah Flp 1:22-24. Sebab itu yang penting kita mengerti untuk apa kita hidup ini, memakai semuakesempatan emas yang ada untuk mencapai kemuliaan kekal yang amat besar.

III. TANDA ORANG YANG BERSEDIA DENGAN BAIK

  1. Tidak bosan hidup, tetapi sangat bergairah, semangat, sukacita memakai setiap kesempatan emas yang ada.
  2. Tidak takut menghadapi kematian, misalnya orang yang sakit keras, waktunya habis, atau seperti Paulus yang dihukum mati karena Kristus 2Tim 4:6-8, bahkan semua orang-orang ini bersukacita sebab akan menerima mahkota kebenaran, sebab senantiasa hidup benar dengan sukacita di hadapan Allah 1Kor 15:55-58. Sebab itu Petrus tidak stress atau panik waktu menghadapi hukuman dari Herodes yang kejam itu, tetapi karena waktunya belum sampai, ia justru lepas.

KESIMPULAN

Mengapa orang berdosa bosan hidup? Sebab dosa tidak memberi kepuasan yang betul, haus berulang-ulang Yoh 4:13 sampai putus asa, apalagi kalau tertimpa kasus atau malapetaka dahsyat, ia akan putus asa, sebab ia membutuhkan Juru selamat. Siapa yang pergi memberitahukannya?

Orang Kristen yang bosan hidup itu karena dosa dan sebab tidak tahu tujuan hidupnya yang betul, tidak bisa melihat kemuliaan dan sukacita yang amat besar dan abadi yang disediakan Tuhan. Seringkali matanya dibuatakan iblis, apalagi kalau minum anggur lama seperti Salomo, jadi bosan hidup. Tetapi kalau mata iman kita bisa percaya dan melihat tujuan yang begitu mulia (seperti Putra manusia Yesus yang menderita sampai mati di salib, bisa bersukacita dan tekun, karena melihat kesukaan besar yang menunggu-Nya Ibr 12:2). Kalau kita sudah bisa melihat tujuan yang mulia itu, jangan berhenti memakai kesempatan yang indah dan mulia itu, jangan kena tipu daya iblis, dunia dan daging ini. Beberapa orang Kristen manja, hanya ingin senang-senang belajar Firman Tuhan, menyembah Tuhan dan memandang kemuliaan Allah di atas gunung Mat 17:1-9, tetapi juga turunlah dari gunung untuk mencari jiwa-jiwa yang terhilang, kuatkan dan tolonglah saudara-saudara kita, terbebanlah untuk jiwa-jiwa di sekitar kita, terus kerja buat Tuhan, maka hidup ini akan menjadi sangat berarti untuk kekal. Rasa-rasanya kita ingin diperas habis-habisan sebab itu sangat menguntungkan, dan besarlah kemuliaan yang akan kita terima kelak.

Nyanyian:

O, glori-glori sebentar lagi
K'lak beserta Yesus s'lamanya
Dosa lalulah, susah hilanglah
Hidup sampai s'lamanya
(Tabernakel Glory 411)