Share :  

I. LIMA MACAM KORBAN

Adalah kehendak Tuhan bahwa kita ini menjadi rumah tempat berdoa yaitu tempat mempersembahkan korban bagi Tuhan. Bait Allah tanpa ada mezbah itu tidak ada gunanya. Yang utama di bait Allah adalah Mezbah Korban Bakaran, yang pernah rusak pada waktu orang Israel, dan diperbaiki kembali oleh Elia, kemudian ia mempersembahkan korban dan baru Allah berkenan dan kemuliaan Allah kembali datang 1Raj 18:30. Pada prinsipnya ada lima korban yang harus dikorbankan diatas mezbah Tuhan, barulah mezbah itu berfungsi dengan betul dan Tuhan berkenan.

Lima macam korban itu adalah:

1. Imamat 1. Korban bakaran

2. Imamat 2. Korban makanan

3. Imamat 3. Korban perdamaian

4. Imamat 4-5:13; 6:24-30. Korban karena dosa

5. Imamat 5:14 sampai 6:7; 7:1-10. Korban karena salah

II. KORBAN ORANG DOSA DAN KORBAN ORANG BENAR

Dilihat dari si pembawa korban, lima korban ini dibagi dua yaitu:

A. Korban orang benar:1-3

B. Korban orang dosa: 4-5

Ini korban yang berhubungan atau menangani perkara-perkara yang berhubungan dengan dosa. Orang berdosa harus memberikan korban salah dan korban dosanya.

Baru sesudah dibenarkan, disucikan, mereka akan mempersembahkan korban makanan, bakaran dan perdamaian.

Perbedaan korban orang dosa dan orang benar

Korban orang dosa itu dibuat karena dosa dan kesalahan yang hendak dibereskan, mereka datang pada salib Kristus. Korban orang benar itu salib yang dipikul orang benar. Salib berarti menderita karena kebenaran bukan karena dosa atau kesalahan. Jadi dalam korban-korban orang benar (3 macam) tidak ada dosa, pengakuan, tidak ada grafirat untuk dosa, seperti dalam korban-korban karena dosa atau salah.

Ada perbedaan dari 2 macam korban ini. Korban-korban orang benar dipersembahkan terus menerus, tetapi korban karena dosa atau salah hanya dikorbankan kalau ada kebutuhan yaitu orang yang bersalah atau berdosa, yang hendak bertobat! Sebaliknya kalau ada dosa (atau kemungkinan dosa) atau salah, harus dibuatkan korban-korban ini, kalau tidak hukuman Allah akan jatuh. Jadi karena ada dosa harus ada pengorbanan termasuk ada pengakuan dan pemberesan dosa. Ini sakit untuk daging tetapi ini harus.

I. KORBAN KARENA SALAH

Kalau suatu salah tertentu yang sudah diperbuat, maka harus dibuatkan korban karena salah supaya ia disucikan Im 5:1-6. Berbeda dengan korban karena dosa, ini adalah korban yang dibuat orang Israel dalam hubungannya dengan dosa, tetapi dosa itu tersembunyi, belum nyata. Misal dalam Imamat 19:20-22, karena dosa perzinaan, orang itu harus mengakui dosanya dan membuat korban karena salah. Dan menggenapkan, membereskan segala kesalahannya. Contoh lain dalam Bilangan 5:5-8. Selain membuat semua pemberesan, lalu ia membuat korban karena salah.

Ini sebaliknya dari orang dunia yang berdosa, mereka sengaja menyembunyikan dosanya, mengubahkan sedemikian rupa supaya tidak tampak dosanya bahkan kalau bisa ia mengubah keadaannya supaya tampak sebagai orang yang baik, bermurah hati, tetapi di hadapan Allah ia tetap orang berdosa. Orang beriman, sikapnya harus berbeda. Ia harus mengakui dosa-dosanya dan membuat tindakan-tindakan pemberesan. Memang ia merugikan, malu (sebab ketahuan dosa-dosanya). Tetapi orang yang berdosa harus membereskannya, ia harus menanggung dosanya Kol 3:25. Seringkali ia dihina, dikata-katai dll, sebab ia berdosa, tetapi harus ada pengakuan, baru ia datang minta ampun kepada Tuhan dan Tuhan akan mengampuninya. Zakheus berdosa dan bertobat, ia mengakui segala dosa-dosanya, lalu ia membuat pemberesan dan datang pada Tuhan, maka ia diampuni dan keselamatan datang kepadanya Luk 19:8-10. Ini korban karena salah.

II. KORBAN KARENA DOSA

Dalam Imamat 4:2 adalah korban karena dosa, berhubungan dengan dosa tetapi belum nyata dosanya (Terj. Lama: sebab sesat, tidak tahu, tidak mengerti; Terj. Baru: berdosa tidak dengan sengaja dalam sesuatu hal). Di sini diterangkan tentang dosa yang tidak tentu, tetapi bisa berbuat segala macam dosa sebab tidak mengerti. Jadi di sini diterangkan tentang dosa yang tersembunyi, terlindung, tidak kelihatan, tidak diketahui, yang tiba-tiba bisa dibuat. Ini korban karena dosa yang tidak dimengerti dan tidak diketahui.

Dalam setiap hari Raya, orang Israel harus membuat korban karena dosa sekalipun tidak ada dosa-dosa tertentu pada hari-hari Raya tersebut Bil 28-29, hari Raya bulan baru, Paskah, buah sulung, hari raya nafiri, grafirat, pondok daun. Sekalipun tidak didapatkan dosa-dosa tertentu, tetap harus ada korban karena dosa, supaya segala kemungkinan timbulnya dosa-dosa itu bisa terhapus!

Daging adalah sumber dan kemungkinan dari segala dosa, sebab itu korban karena dosa itu artinya daging harus dikorbankan, korban karena menekan daging, mematikannya sehingga tidak sampai berbuat dosa.

Jadi korban karena dosa ini membuat daging yang mungkin bisa berbuat dosa, jadi tidak sampai berbuat dosa.

Jadi korban karena dosa itu cerita tentang daging yang harus dikorbankan atau dimatikan. Daging itu pabrik dosa, sumbernya dosa, selalu memproduksi dosa setiap ada kesempatan. Kalau daging diizinkan bicara, bekerja, beraksi, hasilnya selalu dosa. Kalau daging dituruti, dilazatkan, maka ia terus memproduksi dosa. Daging itu akan berbuat dosa, kalau diberi kesempatan, dilazatkan akan limpah dengan segala macam dosa. Korban karena dosa ini ditujukan pada pabrik dosa ini. Memang daging ini sudah (selalu) siap untuk menghasilkan dosa. Kalau kita tahan, kita sangkali maka tidak sampai menghasilkan dosa. Misalnya dalam Kejadian 4:7, korban karena dosa harus dibuat supaya dosa yang sudah sedia di muka pintu tidak sampai terjadi.

Jadi korban karena dosa ini tentang daging, kita mau menyangkalinya, menahannya, mau menderita karena mematikannya, mau sakit, mau resiko, mau menderita, mau salib, maka pabrik daging ini tidak bekerja, tutup dan tidak menghasilkan atau memproduksi dosa.

Perbedaan korban karena dosa dan korban karena salah

Jadi korban karena dosa adalah korban karena penyangkalan diri, mematikan daging, menyiksanya supaya jangan sampai berbuat dosa.

Korban karena salah adalah korban yang harus dibuat karena salah tertentu yang sudah dilakukan. Orang Israel harus membuat korban karena dosa supaya jangan sampai berbuat dosa yang sudah siap atau mungkin sekali akan dibuatnya).

Jadi korban karena dosa ini penting untuk mencegah, menahan jangan sampai timbul dosa. Bagaimana caranya? Caranya ialah dengan mau menyangkal diri, menyiksakan daging bahkan mematikannya (dikatargeokan Rom 6:6) 1Pet 4:1, 1Kor 9:27, 2Kor 1:9. Kalau seorang mau keinginan-keinginan nafsunya disangkali (seks, tamak, sombong, benci dll) daging atau nafsunya disiksakan, ditekan, maka ia tidak sampai berbuat dosa; inilah menyangkal diri Luk 9:23, sebelum ada dosa sehingga tidak sampai timbul dosa. Kalau semua nafsu-nafsu ini ditahan, dimatikan, maka kita tidak akan sampai berbuat dosa-dosa itu sekalipun diganggu atau digoda. Mengapa ini mungkin? Sebab Tuhan sudah menebus, melepaskan, memerdekakan kita dari semua dosa ini Yoh 8:36, 2Kor 5:17. Ini bertentangan dengan daging, maka tabiat baru akan muncul dan tumbuh, nyata dalam hidup kita. Setiap kali ada keinginan daging mau tumbuh, langsung dibuang, tidak dituruti, maka tabiat baru yang nyata. Mematikan daging itulah korban karena dosa, sehingga tidak sampai jatuh dalam dosa. Kalau tidak mau mematikan daging, menyangkal diri, maka daging akan terus produksi dosa. Misalnya dalam hal uang, mau berpada, maka keinginan uang mudah dimatikan. Dengan menyangkal diri segala dosa dicegah dan tabiat baru terus tumbuh.


KORBAN ORANG BENAR yaitu korban bakaran, korban makanan dan korban perdamaian. Ini tidak ada hubungannya dengan dosa, sekalipun tidak bersalah, mau korban, mau sengsara dan menderita karena kesucian. Inilah korban yang akan menumbuhkan imannya.

III. KORBAN BAKARAN

Walau tidak bersalah, ia dimarahi, difitnah dll tetapi tetap mau menerimanya, ini korban bakaran, menderita karena kebenaran, bukan karena dosa. Ini seperti Putra manusia Yesus Yoh 1:29, sekalipun tidak bercacat cela, tetapi Ia mau menderita sampai mati 1Pet 2:20-23. Juga Paulus Rom 8:36, Daud Maz 44:23. Begitu juga kita, mau salib karena Kristus. Domba yang bercela tidak dikehendaki Allah. Menderita karena salah itu ganjaran, bukan korban bagi Tuhan. Menderita karena Kristus, korban bakaran, membuat Roh kemuliaan turun dan tinggal di dalam kita 1Pet 4:14.

Dalam bait Allah, setiap hari ada dua korban bakaran pagi dan petang, baru Tuhan berkenan. Ini korban minuman. Begitu juga orang Kristen rela menderita karena Kristus sepanjang hari, ini artinya Roma 12:1-2 dan berkenan kepada Tuhan.

Orang Kristen bisa mengalami ini secara jasmani (seperti di negara-negara komunis, agama dianiaya) juga secara rohani karena taat dalam kesucian, kita banyak menderita, tidak membalas, tidak benci, tidak berzina, tidak iri dsb. Orang Kristen yang sehat dan tumbuh adalah orang yang tahan menderita karena Kristus. Sebab itu tidak mudah tersinggung, marah, zina, berkelahi dsb. Terus korban karena salah (daging dimatikan) dan korban bakaran, menderita karena kebenaran, bisa tetap bersukacita Mat 5:11-12, Kis 5:41.

Salib itu membuat kita:
1. Tumbuh.
Waktu dijahati, kita tidak berdosa, tidak bereaksi dosa, lulus dan kita tumbuh dalam tabiat yang baru. Mau salib berartiakan tumbuh, tidak mau salib tidak tumbuh sekalipun sudah bertahun-tahun ikut Tuhan.

2. Menjadi berkat. Sebab mahir sengsara, maka bisa menjadi berkat dalam keluarga, Gereja, pekerjaan, tetangga dll.

Sekalipun difitnah, dimaki bukan karena salah, tidak membalas, tidak benci, menjadi berkat. Kalau tidak ada yang mau pikul salib, maka pasti rumah tangga, pekerjaan, Gereja dll akan mudah geger, ribut dan kacau. Orang-orang yang mahir pikul salib itu menjadi berkat bagi sekitarnya.

3. Ada kuasa Allah 1Kor 1:18. Dalam orang-orang seperti ini Roh Kudus bisa bekerja dengan bebas, sebab dalam segala geraknya yang penuh derita, tidak bereaksi dosa, maka kuasa Allah nyata dalam hidupnya. Lebih banyak kematian bekerja dalam kita, lebih banyak kuasa hidup keluar dari kita 2Kor 4:10-12. Orang-orang seperti ini bisa dipakai Tuhan dengan heran seperti Paulus, bahkan banyak hal-hal yang indah terjadi, misalnya timbulnya jabatan, buah-buah dll yang ada pada orang Kristen dewasa yang mahir menderita karena Tuhan. Ini berkenan pada Tuhan.

4. Selalu tinggal dalam hadirat Tuhan. Kalau kita hidup dalam kesucian, Tuhan ada dengan kita, seperti yang diminta Tuhan dari Abraham Kej 17:1. Memang hidup di atas Mezbah adalah cara hidup orang beriman dan Roh Kudus akan terus menyertai dan memimpinnya.

Kalau Mezbah kita terus menyala Im 6:13, maka kita akan terpelihara dalam kesucian dan terus tumbuh bersama-sama dengan Allah. Jangan berhenti pikul salib selama hidup di dunia. Satu kali salib diganti mahkota di Surga, bukan di dunia, kita terus pikul salib sampai masuk Surga atau menjadi sempurna, sampai Tirai pecah.

IV. KORBAN MAKANAN Im 2:1

Ini juga tidak ada sangkut pautnya dengan dosa, bahkan tingkatnya lebih tinggi dari korban bakaran, lebih tinggi dalam kesucian. Korban makanan ini berupa tepung atau roti yang dibakar di atas Mezbah, seolah-olah dimakan Allah (sebagian dimakan imam-imam sebagai wakil dari Allah). Tepung dan roti adalah gambaran dari Firman Allah bahkan hidup yang cocok dengan Firman Tuhan. Hidup ini dicocokkan dengan Firman Tuhan, ini korban makanan di hadapan Tuhan. Untuk taat akan Firman Tuhan itu perlu pengorbanan, kalau tidak mau menyangkal diri, sakit, korban, tidak mungkin kita bisa mencocokkan kehidupan ini dengan Firman Tuhan.

(Apakah semua orang bisa mencocokkan diri dengan Firman Tuhan? Tidak! Orang biasa hanya bisa "berpuasa" menahan diri sebentar, lalu kembali dalam dosa. Tetapi orang yang sudah ditebus darah Yesus itu bisa hidup suci sebab sudah merdeka dan lepas dari hukuman dosa dan maut Rom 8:1-3). Kalau Allah lihat kita taat akan Firman-Nya, Allah puas dan kenyang dengan hidup kita, seolah-olah kita ini menjadi korban makanan bagi Alalh, maka berkat Allah akan turun ke atas kita. Lebih banyak kita mengerti Firman Tuhan, kita bisa mengerti lebih banyak, sebab itu bisa taat lebih banyak Flp 3:16 dan berbuah lebih lebat Mat 13:23, maka kita bisa memperkenankan Allah lebih banyak seperti Putra manusia Yesus Mat 3:16, sebab itu kita patut tumbuh dalam pengertian Firman Tuhan, sehingga berbuah-buah lebih banyak dan menjadi korban makanan lebih banyak.

V. KORBAN PERDAMAIAN Im 3:1 (KJV)

Ini juga termasuk korban orang benar, tetapi tingkatnya lebih tinggi. Dengan adanya korban ini, orang-orang Israel diperdamaikan dengan Allah. Sekalipun hidup dalam dunia banyak pergumulan, godaan, kesukaran dll, tetapi kalau kita mau korban, mau sengsara untuk berkenan pada Allah, maka hidup kita akan selalu dikawali dengan sejahtera Allah Flp 4:7. Damai dari Allah harus dipelihara dan ditingkatkan terus bahkan sampai sempurna.

Kalau daging ini dimatikan terus, dikorbankan terus, maka damai dari Allah akan mengalir dalam hidup kita makin limpah seperti sungai air hidup yang makin lama makin dalam sampai tidak terbatas Yeh 47, Yoh 4:14. Akhirnya daging betul-betul mati (bukan hanya dikatargeokan tetapi sampai mati) lalu kita bisa masuk dalam kesempurnaan Allah yang mulia itu. Ini bisa terjadi di dunia seperti Henokh, Elia, Musa, Putra manusia Yesus dan akan limpah dalam Minggu ke-70 Daniel, yaitu ada 144.000 orang. Jangan berhenti pikul salib, makin lama kita harus makin mahir, bahkan dengan tingkat sengsara yang lebih besar, yaitu sampai mati tetap tinggal dalam kesucian, masuk lewat Tirai dalam kesempurnaan Allah.

KESIMPULAN

Lima macam korban ini harus dilakukan dalam hidup orang beriman, istimewa korban orang benar. Mezbah kita harus selalu menyala, sehingga tetap hidup dalam kesucian dan kuasa, kemuliaan Allah selalu menyertai kita. Jangan sampai Mezbah Tuhan padam, sebab sepanjang hidup kita harus terus di atas Mezbah, setiap hari. Dengan akal ini rasanya tidak bisa tahan, sebab selalu menderita, tetapi justru waktu daging mati, hadirat Tuhan nyata, hidup ini menjadi makin indah dan rencana Tuhan yang indah akan jadi dalam hidup kita. Dengan Mezbah ini kita akan bertumbuh terus sampai masuk dalam kesempurnaan. Tidak ada akhir dari jalan salib, atau Mezbah kalau berhenti, tetapi akhirnya adalah pada waktu kita mati, pengangkatan atau masuk dalam kesempurnaan. Jangan berhenti pikul salib, daging akan hidup kembali dan dosa muncul dan hidup akan jatuh dalam dosa dan kalau tidak bertobat, akan terhilang. Nuh berhenti pikul salib, ia bukan tumbuh, sebab mabuk anggur dunia dan menjadi mabuk. Seharusnya ia tumbuh terus sampai menjadi sempurna, tetapi sebab berhenti pikul salib, ia tidak tumbuh dan daging produksi lagi, ia jatuh dalam dosa dan rugi besar, sebab kita dinilai pada akhir hidup kita, bukan permulaannya. Sebab itu harus setia sampai mati. Ibadah tanpa salib itu sia-sia seperti bait Allah tanpa Mezbah. Mezbah harus terus menyala sampai akhir hidup kita.

Nyanyian

Di atas Mezbah-Mu, ku s'rahkan hidupku, ikut Tuhan tiap waktu Rom 12:1 (Tabernakel Glori)