Share :  

1. TANGGUNG JAWAB ORANG TUA
I. YOSUA BERIBADAH

1. Ibadat Yosua pada saat ini sudah cukup beribadah, berpengalaman dan teruji dan ia sangat memperhatikan isi rumahnya selain seluruh Israel sebagai beban pelayanannya. Rumah tangga tidak boleh dilupakan sekalipun sudah dipakai Tuhan dengan heran, sebab ini menjadi dasar dari rencana Allah baginya.

Imam Eli seorang yang tidak tampak ada salahnya dalam pelayanannya, tetapi tidak memperhatikan isi rumah tangganya sehingga akhirnya ia dihentikan dan dirusak oleh anak2 yang dimanja.1Sam 3:13-14; 4:17,18. Sebab itu kita harus memperhatikan isi rumah kita masing2 seperti Yosua. Memang kadang2 anak2 tidak mau taat dan ini menimbulkan dukacita yang dalam dari orangtua yang baik seperti Samuel dan Musa tetapi anaknya tidak taat. Tetapi kita masih mempunyai janji Tuhan dalam Kis 16:31, meskipun itu tidak otomatis, kalau kita tekun memperjuangkannya, satu kali ini akan digenapisehingga seluruh keluarga selamat.

2. Ibadat yang benar.

Tentu orangtua harus menjadi contoh ibadah yang baik dan yang betul, sehingga lainnya bisa belajar dari orangtua, itu lebih mudah 2Taw 26:4,(kalau yang bertobat dahulu adalah si anak, maka si anak harus menjadi contoh dan kesaksian bagi seisi rumahnya).

Ibadah yang betul bagi kita adalah per-tama2 harus lahir baru (Halaman, Pintu Gerbang sampai Pintu Kemah), termasuk penuh dan dipimpin Roh, lalu tinggal  di Ruangan Suci supaya tumbuh terus ke arah Ruangan Maha Suci yaitu hidup di dalam kesucian, di dalam Roh dan kebenaran. Hidup semacam initermasuk tekun dan mahir pikul salib, dan tekun dalam alat2 Ruangan Suci sehingga terus tumbuh dan ber-buah2, tidak bantut, yaitu:

1. Tekun belajar Firman Tuhan sampai menjadi daging,

2. Tekun berdoa sehingga terus lekat dengan Tuhan dalam melakukan kehendakNya 1Kor 6:17, Yoh 15:5.

3. Tekun kebaktian dan pelayanan sehingga terus memenangkan jiwa2, itu buah2 yang diharap Tuhan dan

4. Tekun bersekutu dalam tubuh Kristus seperti Maz 133:1-3, bersekutu dengan manis dalam Tuhan yaitu dalam kasih dan kesuciannya. Kalau kita terus tumbuh maka tabiat kita makin seperti Kristus dan limpah dengan buah dan karunia2 Roh dalam hidup dan pelayanan kita.


II. ANAK-ANAK DAN SEISI RUMAH

Kebanyakan sesudah menikah, lahirlah anak2 dan orangtua wajib membimbingnya yaitu menggembalakan anak2 dalam ibadah yang betul sehingga mereka tumbuh, ber-buah2 sehingga makin seperti Kristus, seperti orangtuanya sendiri 1Kor 11:1, sehingga semua masuk Surga dan berada dalam tingkat2 kemuliaan yang setinggi mungkin. Ini tujuan kita hidup di dunia, jangan sampai ditolak dari Surga. Tanda2 ibadah dalam keluarga yang betul adalah:

1. Ada kasih Kristus sebagai dasar dari kasih keluarga yaitu cocok dengan Firman Tuhan (ingat 1Yoh 2:5).

2. Ada persatuan Roh dalam ikatan (hubungan) sejahtera, baik antara suami-siteri dan anak2nya Ef 4:3. Masih mungkin ada perbedaan pendapat atau geger tetapi segera baik kembali sebab ada kasih, pengampunan, mengalah, apalagi ada buah dan karunia2 Roh.

3. Bisa beribadah dan pelayanan bersama dalam Gereja, sehingga bisa saling mengikuti keadaan anggota keluargayang lain dalam Gereja.

Ini menghasilkan pengertian yang sama, maka seluruh keluarga lebih mudah bisa sehati sejiwa, sepikir, setujuan sehingga rumah tangga itu bisa bertumbuh dengan baik Mrk 3:25. Seringkali perbedaan pendapat dalam hal2 rohani bisa memudahkan timbulnya pertikaian dan perpecahan dalam rumah tangga.

III. MENGAPA ORANGTUA HARUS MENGGEMBALAKAN ANAK-ANAK / ISI RUMAHNYA?
A. Anak ikut orangtua bukan orangtua ikut anak.

Adalah tugas orangtua untuk mengajarkan Firman Tuhan pada anak Ul 6:7,20 dan mendidik tabiat, cara hidupnya Ams 22:6. Orangtua harus mengatur keluarga dan anak2nya 1Tim 3:4 dengan kasih Tit 2:4. Jangan sampai terlambat Ams 19:18. Semua ini mulai dari lahir Yes 28:9 KJ. Orangtua pikirannya sudah matang secara jasmani, anak2 belum Yun 4:12.  Seharusnya orangtua juga lebih dahulu dan lebih cepat matang rohani. Anak2 seringkali belum punya pendirian yang tetap dan suka bosanan, kurang bisa tekun. Sebab itu orangtua harus menjadi contoh yang baik. 1Raj 9:4, 2Taw 26:4, 2Tim 1:5.

B. Orangtua adalah pembimbing, gembala yang mengenal anak2nya dan cinta dengan tulus pada anak-anaknya Yoh 21:15-17

Anak2 digembalakan di Gereja, tetapi juga di rumah oleh orangtuanya dan kalau anak2 satu Gereja dengan orangtua, maka gembala2 kecil dari Gereja bisa bekerjasama dengan orangtua, sehingga hasilnya akan menjadi lebih baik. Kalau anak2 dibawa oleh teman2nya ke Gereja lain, seringkali kalau ada pengaruh2 yang jelek dan merusak tidak terlihat oleh orangtua sehingga efek2 jahat tidak dinetraliser, tahu2 rohaninya sudah rusak dan terikat macam2 dosa yang keji. Orangtua membimbing anak2nya biasanya pasti lebih baik daripada teman2nya.

C. Anak-anak muda (lebih-lebih zaman sekarang) perlu ditolong sebab:

1. Dalam pertumbuhannya baik waktu puber dan dewasa seringkali ada banyak pergolakan batin yangdidorong oleh keinginan orang muda2 (daging 2Tim 2:22) lebih2 dengan pengaruh pergaulan  dan keadaan zaman yang jahat, seringkali dorongan itu menjadi sangat kuat sehingga mereka hanyut dan dikalahkan olehnya. Orangtua sudah melewati masa2 ini, apalagi kalau penuh Firman Tuhan dan Roh Kudus, maka mereka bisa menolong dan membimbing anak2nya supaya tidak rusak dalam dosa dan rohaninya jangan hancur; Kalau ini terjadi, maka rohaninya menjadi cacat dan rencana Allah yang indah2 batal dalam hidupnya.

2. Perilaku anak2 dan orang muda akhir zaman ini makin jahat. Dahulu murid sekolah yang jahat mungkin 1-2 dan itu anak2 yang ekstrim jahat, tetapi sekarang bisa setengah atau lebih dari anak2 itu, cara hidupnya tidak karuan, kasar, berkelahi, tabiat kriminal dan jorok sehingga keadaan seperti ini sudah menjadi umum. Lebih2 dengan Blackbery, internet, facebook, game2 yang mendidik asusila, pembunuhan, hidup yang kasar dan jahat. Dalam pergaulan elektronik mereka bisa masuk dalam segala macam dosa dan segala liku2 kejahatan sampai yang paling jahat, sehingga tabiatnya rusak 1Kor 15:33. Hal2 ini harus dicegah, kalau tidak hidupnya menjadi rusak dan cacat, sulit diperbaiki lagi. Untuk melepaskannya perlu kuasa dan hikmat Allah yang limpah, perlu pengertian Firman Tuhan, doa bahkan puasa Mat 17:21 supaya bisa lepas dari ikatan dan tabiat yang jahat itu.

Anak2 sekarang mengalami tantangan2 yang berat berlipat kali ganda dibandingkan dengan apa yang dihadapi orangtuanya dahulu, sehingga seringkali orangtua tidak sadar dan mengabaikan. Biasanya orang yang lebih rohani, ujiannya lebih berat (seperti Ayub) tetapi juga pada akhir zaman, pencobaan dan ujian anak2 muda juga menjadi jauh lebih dahsyat dari hari2 sebelumnya. Ini bisa menyebabkan banyak kerusakan dan kejatuhan karena dosa orang muda2 ini (Maz 25:7, Ay 20:11, Yer 3:25) yang merusakkan seluruh masa depan hidup rohaninya, kadang2 juga hidup jasmaninya rusak, sehingga jasmani tidak jadi apa2, lebih2 yang dahsyat, rohaninya juga tidak jadi apa2, bahkan ada yang sampai terhilang dalam dosa2 perzinaan, obat bius, kejahatan dll. Seringkali dosa masa muda membuat rohaninya cacat, rencana Tuhan dalam hidupnya menjadi batal.Waktu mereka sendiri menjadi orangtua, mereka sulit menolong anak2nya. Apalagi anak2nya akan menghadapi kejahatan akhir zaman yang lebih jahat, sehingga anak2nya akan cacat lebih dahsyat lagi sampai2 jiwanya terhilang.

Kita harus menolong anak2 kita supaya bisa menjadi Yusuf, Daniel, Daud, Yohanes pembaptis, dsb.

3. Tidak bisa pikul salib, sebab seringkali orang muda sekarang suka ber-lazat2 dalam menuruti hawa nafsu kedagingannya dan tidak bisa pikul salib, sehingga makin rusak.

Penyelidikan2 ilmiah menceritakan bahwa zaman sekarang sudahtimbul anak2 muda yang tidak bisa bekerja, hanya bisa ber-lazat2 dalam kedagingan, jahat, kejam, kasar, selalu salah pakai, caci maki, sifat2 kriminal, dan itu sudahmewabah di mana2 (lihat buku ADHD beyond the Meds oleh Dr. Jeremy W Martin, 2011). Sebab itu kita harus menolong dan mendidik anak2 kita untuk lahir baru, bisa puas dan bersukacita tumbuh dalam hidup baru oleh pertolongan Roh Kudus dan Firman Tuhan, supaya mereka jangan sampai rusak oleh dosa akhir zaman dan binasa.

4. Dalam kesucian bujang dan hidup nikah anak2 belum mengerti, perlu bimbingan orangtua, orangtua yang nikahnya terpelihara dalam kesucian, pengertiannya betul, rohaninya baik, tahu tanggungjawab akan dapat menolong anaknya sehingga hidup nikahnya tidak sampai rusak. Tetapi betapapun keadaan orangtua, orangtua tetap harus mendidik anak2nya se-bisa2nya, supaya punya pengertian, pendirian yang betul di atas Firman Tuhan sehingga tidak lenyap dalam dosa akhir zaman yang dahsyat ini.

5. Dalam hal uang. Seringkali cuma bisa belanja (konsumtif), akhirnya timbul banyak kejahatan sebab ingin akan uang tetapi tidak punya uang, 1Tim 6:9-10 dan dimeteraikan dengan cap Antikris. Perlu hidup baru dengan kuasa Roh Kudus supaya bisa hidup berpada dan tidak rusak dalam hal uang, tetapi diberkati dan bisa memakai uang untuk ber-buah2 memperkenankan Tuhan.

6. Dll. Pengertian rusak oleh tipu daya iblis, pergaulan duniawi dan kedagingan, lebih2 kalau lepas dari kontrol dan pengawasan orangtuanya, masuk dalam pergaulan dunia yang jahat dan dirusakkan iblis sehingga menjadi telaga air mata bagi orangtua Ams 19:13.


IV. FAEDAH GEREJA

Gereja itu seperti bus, tergantung dari trayek dan sopirnya, kalau salah pilih akan sampai di tempat yang berbeda! Tujuannya hanya dua, yaitu Surga atau Neraka. Rata2 Gereja itu baik, tetapi dengan bertambahnya dosa yang juga masuk dalam Gereja, akhirnya di akhir zaman timbul segala macam Gereja seperti dinubuatkan dalam Wah 2-3, dari yang paling jelek sampai yang paling baik, Gereja2 jalan lebar dan jalan sempit, seperti Israel yang menjadi Yehuda (baik, beribadah pada Allah dengan betul) dan Israel yang beribada pada setan meskipun dari luar hampir sama dengan yang betul. Mereka menyebut nama Tuhan tetapi tidak melakukan semua kehendak Allah. Sudah ada orang yang terang2an bergabung dengan iblis. Biasanya Gereja2 yang jelek, sepak terjangnya juga jahat, menghalalkan segala cara dan orang yang kena pengaruh, tertarik padanya juga akan jadi jahat. Anak2 jasmani (pikirannya belum matang) dan kanak2 rohani akan mudah terpengaruh dan celakalah ia kalau berhasil ditarik olehnya,  seringkali dengan banyak umpan2 orang muda yang manis, dengan janji2 dan banyak harapan kosong. Dengan segala macam daya tarik, mereka cepat menjadi besar sebab memang jalan lebar lebih menarik dan lebih banyak orangnya daripada jalan sempit. Paling baik seluruh keluarga berada dalam satu Gereja ber-sama2 seperti Yus 8:35, 2Taw 20:13, Ezr 8:21, Mat 21:15. Ada seorang bersaksi, bahwa ia selalu duduk ber-sama2 dengan anak2nya dalam satu bangku atau satuderet, akhirnya anak2nya menjadi baik, indah di hadapan Tuhan dan berguna dalam masyarakat, hidup rohaninya tumbuh dan ber-buah2. Banyak keuntungannya dari keluarga yang bisa beribadah dan pelayanan ber-sama2 dalam satu Gereja, misalnya:

1. Banyak waktu ber-sama2, sehingga bisa dimonitor dan dikontrol, sehingga kalau ada hal2yang jelek bisa langsung diperbaiki tidak sampai terlambat dan rusak total.

2. Pengertiannya sama sehingga rumah tangganya bisa tumbuh dengan baik, sehati, sejiwa dan setujuan Mrk 3:25.

3. Penggembalaan anak2 dari Gereja dan dari rumah oleh orangtua bisa bekerjasama dengan baik, maka hasilnya akan jauh lebih baik.

4. Anak2 yang dibawa teman2nya kesana-sini (mereka berkata ke Gereja) tetapi tidak bisa dikontrol, tidak tahu pengajarnya, tidak tahu siapa gembala2nya (Daud atau Saul, ini penting dan banyak menentukan) dan banyak hal2 yang harus diketahui orangtua. Anak2 seringkali tidak mau dimonitor orangtuanya, ingin bebas menuruti kehendak hatinya, tidak mau dilarangi oleh orangtuanya.

Orangtua sebagai gembala anak2nya itu yang paling baik, daripada digembalakan teman2nya sendiri yang tidak dikenal oleh orangtuanya.

5. Orang yang berhasil ditarik Gereja2 jalan lebar dengan segala macam daya tarik yang cocok dengan keinginan orang muda, bukan cocok Firman Tuhan, akan masuk dalam jerat Gereja jalan lebar dan sesudah umpannya habis, rohaninya akan banyak dirugikan. Kalau Lot sudah masuk Sodom, Abraham tidak bisa menariknya keluar untuk melekatkan pada dirinya lagi seperti dahulu dan akhirnya Lot terhilang untuk kekal.

6. Rencana Allah itu keluarga demi keluarga, Ef 2:10. Orangtua yang sudah yakin ia ada di Gereja yang betul maka untuk anak2nya paling baik, mereka juga ada ber-sama2 dengan dia dalam Gereja yang sama dan tumbuh ber-sama2 sebagai keluarga demi keluarga, ini sudah diatur Tuhan baik2 1Kor 12:18.

Rencana Allah bagi kita bukan pribadi demi pribadi saja, tetapi masing2 pribadi harus ada dalam rumah tangganya masing2 dan rumah demi rumah dan rencana Allah dalam Gereja lokal itu ada dalam Gereja global (yang akan muncul pada akhir zaman). Rencana Allah akan rusak kalau suami isteri bercerai, anak2 dan orangtua bercerai dan bertentangan satu sama lain. Tuhan membuat rencana bagi setiap pribadi di dalam keluarga, dan keluarga di dalam Gereja lokal dan Gereja lokal dalamGereja global. Sebab itu terbaik seluruhkeluarga ber-sama2 berada dalam satu Gereja yang sudah diyakininya betul sesuai dengan Firman Tuhan. Orang yang suka ber-ganti2 pindah keluarga dan Gereja itu seperti cabang yang disetek ber-pindah2 terus, tidak akan tumbuh dengan baik, akhirnya mati.

7. Orangtua yang tidak tegas, apalagi tidak rohani dan tidak mengerti, seringkali membiarkan anaknya keliling, ber-pindah2 Gerejadibiarkan, tidak akan tumbuh dengan baik, bisa2 akhirnya akan kehilangan keselamatan jiwa anak2nya. Sebab itu lebih baik, anak2 yang dibina dan digembalakan orangtuanya itu berada ber-sama2 dalam satu Gereja yang diyakini oleh orangtuanya sebagai Gereja yang baik di jalan sempit dan pemimpin2nya takut akan Tuhan, yang melakukan segenap Firman Tuhan dengan pertolongan Roh Kudus. Memang seorang yang memilih itu tergantung dari pengertian dan tingkat rohaninya. Tetapi kalau ia banyak berdoa dan terus mencari Tuhan dengan tulus, Roh Kudus Penolong yang maha tahu (sebab Dia Allah) akan segera menolong dan ia akan sampai pada segala kebenaran Yoh 16:13. Orang yang percaya, mau taat akan Firman Tuhandengan tulus dan dengan segenap hati, akan sampai pada ril dan rencana Allah, Sang Penolong akan sanggup menolongnya.

KESIMPULAN

Keselamatan yang disediakan Allah sebenarnya tidak sulit, juga memelihara keselamatan seisi rumah asal hati kita percaya dan mau taat dengan tulus dan sungguh2 berusaha. Roh Kudus sanggup memimpin kita seperti sida2 Habsyi yang mencari Tuhan dengan segenap hati, akhirnya ia sampai pada segala kebenaran dan mendapatkan keselamatan Kis 8:26-40. Allah itu maha tahu, maha kuasa dan sanggup menolong. Banyak berdoa dan belajar Firman Tuhan.

Orangtua (atau orang yang per-tama2 percaya Tuhan dalam rumah itu) harus sungguh2 berusaha untuk beribadah ber-sama2 dengan seluruh keluarga/ isi rumahnya kepada Tuhan saja. Tantangan2 akhir zaman bagi kita semua, istimewa anak2 yang belum matang pikiran dan rohaninya menjadi sangat berat. Sebab itu kita harus  sungguh2 berusaha untuk lekat kepada Tuhan seperti carang dalam pokok begitu juga lekat di dalam Gereja sendiri. Bersamaan dengan itu kita juga harus menolong anak2 dan orang isi rumah kita untuk ber-sama2 beribadah dan melayani Tuhan dalam Gereja sendiri, sehingga ber-sama2 tumbuh dalam rencana Allah yang heran.

Jangan lupa rencana Allah bagi pribadi kita tidak bisa lepas dari keluarga dan Gereja kita, sebab itu jangan terlepas, tetapi jadi anggota tubuh Kristus yang tekun, tumbuh dengan setia sampai mati. Kalau kita dan keluarga kita hidup menurut cara dan rencana Allah, kita dan keluarga kita akan selamat, tumbuh dan ber-buah2 sampai kekal.

Nyanyian:

Bersama keluargaku melayani Tuhan