Share :  

YS130 – Yesaya 30:1-5 Israel Berharap dan Pergi ke Mesir (19Sep’12)

YESAYA 30:1 BANGSA PEMBERONTAK YANG TERUS BERDOSA

WAI ANAK-ANAK PEMBERONTAK KATA TUHAN, YANG MENCARI NASEHAT TETAPI BUKAN DARI AKU

Bangsa pemberontak ini lawannya orang-orang yang taat. Orang beriman yang percaya akan Firman Tuhan itu taat sekalipun tidak enak, taat sekalipun tidak mengerti, taat sekalipun tidak atau belum melihat untung atau pertolongan. Misalnya kita taat dalam kesucian meskipun belum melihat faedahnya, bahkan meskipun tampaknya merugikan dan sakit bagi daging tetapi taat, sebab kita percaya bahwa Allah itu baik, benar, cinta dan Firman-Nya benar.

Orang-orang dosa dan pemberontak baru mau taat kalau lihat ada faedahnya, ada keuntungannya, tetapi kita harus percaya kepada Tuhan.

Abraham tidak melihat faedahnya untuk taat keluar dari Urkasdim, tidak tahu ke mana, apalagi waktu disuruh mengorbankan Ishak yang tampak hanya rugi dan celaka besar, tetapi Abraham sebab tahu itu perintah Tuhan, ia taat. Ini bedanya antara orang yang taat dan berontak, yang taat tetap taat sekalipun tidak enak untuk daging, tetap percaya pada Tuhan. Semua yang taat itu menyangkal diri seperti Musa, Elisa, Petrus dll. Kalau sembuh, dapat berkat lalu taat itu wajar, tetapi Yusuf, Daniel, Daud menderita, tetapi mereka tetap taat, beginilah seharusnya anak-anak yang taat, bukan hanya kalau setuju atau lihat untung.

Pemberontak-pemberontak itu sebab tidak mau bertobat, tidak mau taat, mereka terus berdosa dan dosa-dosanya makin meningkat.

Mereka mencari nasehat, bukan dari Tuhan, tetapi yang sesuai dengan kehendaknya sendiri. Penasehat itu sangat penting, bahkan menentukan, apalagi bagi orang yang bodoh dan tidak mempunyai pendirian. Amnon minta nasehat dari Yonadab bin Simea cocok dengan keinginannya, dituruti, akibatnya ia mati. Coba ia bertanya pada Daud atau seorang yang takut Tuhan, tidak sampai mati. Saul dan hambanya mula-mula bertanya pada nabi Samuel untung dan menjadi raja. Tetapi waktu terakhir tanya dukun, ia langsung mati jasmani dan rohani ke Neraka. Rehabeam bertanya pada penasehat muda, ia rugi besar, hampir habis. Jangan tanya sembarangan orang, nanti celaka. Lebih baik tanya sendiri pada Tuhan dan minta peneguhan dari saudara-saudara lain seperti Paulus Kis 20:23. Sekalipun ada banyak orang menasehati dalam nama Tuhan, Paulus bisa memilih yang tepat sebab Roh Kudus sudah bicara lebih dahulu Kis 21:4,9,11.

DAN YANG MENUTUP DENGAN SUATU TUDUNG, TETAPI BUKAN DARI ROHKU, SUPAYA MEREKA DAPAT MENAMBAH DOSA DENGAN DOSA

Mereka mencari tudung bukan dari Roh Kudus, tetapi untuk bisa menambah dosa-dosanya. Ini hanya untuk alasan atau perlindungan untuk bisa berbuat dosa lebih banyak. Ini tudung palsu, satu kali akan dibongkar dan hukumannya datang. Perlindungan atau tudung yang terbaik adalah dari Roh Allah, sebab Roh Kudus akan memimpin dalam kesucian dan melindungi dari segala perkara-perkara dosa, supaya tetap dalam kesucian dan melakukan kehendak Allah, maka kita bisa mengalami rencana Allah yang indah dalam hidup kita. Sebab itu kita perlu banyak berdoa, duduk diam-diam (ayat 7) supaya bisa mendengar suara Roh yang memimpin kita dan juga menerima kekuatan dari Roh Kudus. Sebab itu sebab ini kekuatan kita. Kalau hidup disucikan, maka Roh Kudus bisa bekerja bebas dalam hidup kita, melindungi, memimpin memberi kekuatan dan kuasa, duduk diam-diam dengan Roh Kudus, sehingga kita boleh mengalami rencana Allah yang heran seperti Yusuf.

Absalom penuh dengan tipu daya, sebab itu hukuman Tuhan turun kepadanya dan akhirnya binasa. Percuma mencari alasan dan perlindungan untuk menutup dosa-dosa yang diperbuat, akan celaka! Allah tahu dengan jelas dan lengkap, semua akan dibongkar, jangan sembunyi atau pura-pura dengan Tuhan. Ananias menutup dosanya dengan persembahannya, ia mati di hadapan Tuhan. Pada akhir zaman banyak dosa ambisi (ingin kedudukan), mammon dan perzinaan ditutup macam-macam alasan yang rohani dan sebab itu bisa bergerak dengan leluasa seolah-olah proyek rohani dari Tuhan. Tetapi pada waktunya semua akan dibongkar dan dalam Minggu ke-70 Daniel akan dihukum mati di tempat seperti Ananias dan Safira. Jangan menipu Allah, Dia tahu semua Ibr 4:13. Cocokkan hidup ini dengan Firman Tuhan, supaya berkenan kepada-Nya.

YESAYA 30:2 BERHARAP DAN BERJALAN KE MESIR

YANG BERJALAN TURUN KE MESIR DAN TIDAK BERTANYA AKAN MULUTKU, UNTUK MENGUATKAN MEREKA SENDIRI DENGAN KEKUATAN FIRAUN DAN BERHARAP PADA PERNAUNGAN MESIR

Mesir ini erat hubungannya dengan bangsa Israel. Allah menumbuhkan bangsa Israel di Mesir. Israel dalam kenyataannya membutuhkan Mesir tetapi Tuhan tidak berkenan kalau Israel harap pada Mesir.

Mesir adalah bayangan dari dunia ini. Kita rasa-rasanya tidak bisa dipisahkan dari dunia, sebab tumbuh dalam dunia tetapi Tuhan berkata untuk hidup seperti tidak memakai dunia ini 1Kor 7:31 artinya jangan terikat apalagi berharap. Harap pada Tuhan, bersandar pada Tuhan, Dia yang menguasai dunia ini Mat 28:18 dan akan mengatur dunia ini dengan kehendak-Nya untuk kepentingan kita. Tuhan bisa memberi makan orang Israel dengan manna, dengan burung, dengan roti dll. Tetap harap Tuhan sekalipun memakai dunia ini. Kita sudah keluar dari Mesir, jangan tergantung dari Mesir. Seperti kapal di laut, tetapi jangan sampai laut masuk kapal, akan tenggelam.

Israel turun ke Mesir untuk menguatkan dirinya dengan kekuatan dari Firaun dan berharap pada naungan Mesir.

Misalnya kita makan dengan baik dan sehat, tetapi tetap harap pada Tuhan untuk kesehatan dan umur kita, sebab itu kita menyucikan diri, tidak berani berbuat dosa 1Yoh 3:3. Orang yang berharap makan minum dan macam-macam obat, tidak berharap pada Tuhan, dia tidak peduli hukum-hukum Tuhan dan mudah melanggarnya, tetapi sangat bergantung pada makanan dan obat yang tepat. Ini harap pada Mesir. Tuhan tidak berkenan dan satu kali akan celaka.

Sebaliknya jangan harap Tuhan lalu sembarangan makan, belajar, bergaul, bekerja dsb sehingga membahayakan jiwa, itu mencobai Tuhan, tidak boleh Mat 4:7.

Pakai dunia ini, tetapi tetap harap Tuhan, takut akan Tuhan. Jangan harap pada Mesir, apalagi turun ke Mesir dan memakai kekuatan Firaun sebagai kekuatannya. Ini orang yang kekuatannya adalah berharap pada dunia, pada banyak cara perlindungan yang berlebih-lebih, artinya kalau tidak ada macam-macam perlindungan duniawi, hatinya jadi takut dan gelisah, itu tanda orang yang harap dunia bukan Tuhan. Sebab itu kita harus selalu bertanya-tanya akan mulut Tuhan yaitu Firman-Nya Mat 4:4. Tetap tinggal dalam kesucian-Nya (sebab harap Tuhan) dan mencari kehendak Tuhan (Ef 5:17, jangan bodoh) dan taat akan pimpinan Roh sesuai Firman Tuhan. Ancaman, tekanan, tipu daya dan keganasan dunia makin bertambah, kalau kita tidak bisa berharap pada Tuhan, hidup kita jadi sangat sulit dan jatuh dalam dosa. Mulut Allah atau Firman-Nya itu lengkap untuk segala hal, sehingga cukup dalam segala perkara, kalau taat, pasti menang. Jangan cari pernaungan dari Mesir yaitu segala teknologi dan cara-caranya, uang, orang kuat bahkan okultisme, tetapi tetap harap Tuhan. Dalam ancaman dari zaman teknologi yang tertinggipun, Tuhan sanggup memimpin dan melindungi kita bahkan kita akan mengalami masa-masa zaman keemasan Gereja di akhir zaman Wah 12:1. Orang yang harap pada Tuhan itu tumbuh dalam pengertian Firman Tuhan, bertekun dalam doa, tetap dalam kesucian, tidak terikat dengan dunia dan isinya dan tetap sejahtera dari Tuhan.

YESAYA 30:3 DIPERMALUKAN OLEH MESIR

SEBAB ITU KEKUATAN FIRAUN MENJADI MALU MU DAN BERHARAP PADA NAUNGAN MESIR MENJADI KEKACAUAN MU

Siapa yang harap pada dunia ini akan dipermalukan sebab mengecewakan dan jatuh dalam dosa. Salomo mengambil putri Firaun menjadi isterinya, tentu ini suatu hubungan yang kuat, tetapi justru sesudah Salomo mati, Israel dijarah habis-habisan oleh Firaun 2Taw 12:9. Jangan berharap pada siapapun, tetapi kepada Tuhan saja. Abraham berharap pada Mesir supaya tertolong dalam bahaya kelaparan, tetapi justru di sana ia menjadi kacau sebab istrinya sudah diambil Firaun. Dalam Yes 36:6, orang yang berharap pada Mesir seperti berharap pada tongkat yang patah, justru Israel tercucuk oleh Mesir.

Tuhan itulah pengharapan kita, sebab itu perkenankan hati Tuhan yang menjadi pengharapan kita, jangan berdosa dan lakukan kehendakNya. Kalau Dia berkenan pada kita, itu berarti apapun yang kita lakukan kita takut akan Tuhan dan semua setuju dengan kehendak Dia dan sebab itu Tuhan akan menyertai kita, membela dan menolong kita.

Orang yang harap pada manusia itu akan memperkenankan manusia lebih dari Tuhan sehingga ia mudah meninggalkan Tuhan dan hukuman-hukuman dan kemudian melawan hukum-hukum-Nya sehingga ia kena hukuman dan kutuk Tuhan Yer 17:5-6 dan hidupnya akan kacau. Sekalipun dunia (Mesir) mau menolongnya, itu terbatas kekuatannya.

Orang yang mengenal Firman Tuhan, kenal Allah yang maha besar, maha kuasa, maha tahu dan cinta, tidak akan mau berharap lain dari Allah, sebab Allah itu perlindungan kita yang paling teguh sampai alam barzakh dan sampai kekal. Orang yang harap pada Tuhan itu menyucikan segenap segi kehidupannya dan melakukan kehendak-Nya sungguh-sungguh, sebab harap Tuhan.

YESAYA 30:4 ISRAEL DI ZOAN DAN HANES

KARENA PENGHULU-PENGHULUNYA ADA DI ZOAR DAN DUTA-DUTANYA DATANG DI HANES

Zoan adalah kota yang besar dan terkenal di Mesir, dibangun 7 tahun sesudah Hebron Bil 13:22; jadi ini berarti sekitar zaman Abraham. Tetapi kemudian Tuhan mengatakan ada api di dalam Zoan Yez 30:14 dan terbakarlah Zoan dan habis. Begitu juga Hanes (hanya disebut satu kali di sini saja), semua tidak akan tahan hukuman, murka Allah.

Penghulu-penghulu Israel datang di Zoan, bisa bicara dan berunding, sebab semua bisa dilihat, segala kuda, rata dan tentara Firaun. Sebab itu mereka ingin membuat perjanjian dll karena semuanya nampak dan megah. Sebaliknya semua dari Tuhan tidak tampak apa-apa, kita hanya bertindak dengan iman. Bandingkan Goliat dan Daud, Israel dan Mesir dst. Dunia dan Mesir ini memang tampak besar, megah sehingga orang-orang menaruh harapnya ke Zoan dan Hanes.

Tetapi Mesir satu kali akan lenyap, sebab itu orang yang harap pada dunia ini akan habis dan binasa. Memang tampaknya hebat, luar biasa, sebab bisa dilihat dan dipegang Tuhan sebagai pengharapan, tidak bisa dilihat dan dipegang, juga tidak bisa diperhitungkan, sebab semua dengan iman. Jadi orang yang harap pada Tuhan itu harus bisa melihat janji-janji Allah, tergantung dari Firman Tuhan dan Roh Kudus, sehingga timbul iman dan pengharapan. Sekalipun orang kecil dan tidak terpelajar seperti Petrus Kis 4:12 asal bisa percaya dan bisa harap Tuhan bisa dipakai Tuhan dan akan mengalami hal-hal yang besar dengan Tuhan Maz 60:14. Jangan ragu-ragu, sebab kita mendapat dari Tuhan sesuai dengan iman kita, bukan sesuai dengan perhitungan atau penglihatan kita! Bahkan dengan iman kita bisa mendapatkan jumlah yang tidak terbatas sesuai dengan Firman Tuhan Mrk 9:23.

YESAYA 30:5 DIPERMALUKAN OLEH BANGSA YANG TIDAK DAPAT MENGUNTUNGKAN

MEREKA SEMUA DIPERMALUKAN OLEH SATU BANGSA YANG TIDAK DAPAT MENGUNTUNGKAN MEREKA, JUGA TIDAK BISA MENJADI PERTOLONGAN ATAU MEMBERI UNTUNG, TETAPI MENJADI MALU DAN SUATU CELAKA.

Semua menceritakan bahwa orang yang berharap pada dunia, manusia, kekuatannya sendiri akan dipermalukan dan menjadi kacau, sebab tidak ada pertolongan yang pasti dari manusia, sekalipun ia berkedudukan, kuat, pintar, dan kaya. Tidak akan untung malah menjadi rugi dan binasa. Iblis, akal, mata, semua yang kelihatan, semua menjanjikan perkara-perkara besar tetapi satu per satu akan runtuh yaitu oleh Allah yang menjatuhkan hukuman atas semua dosa-dosa manusia. Selain itu, manusia itu tetap terbatas oleh:

  1. Kematian. Sekalipun sukses akhirnya akan mati.
  2. Mati yang kedua Wah 20:14, yaitu semua yang ada padanya, dalam rohnya akan celaka kekal dalam tasik api. Jadi di luar Tuhan akan habis-habisan, yaitu waktu mati I dan mati II dan masuk dalam hukuman yang kekal. Jangan harap lain dari Tuhan. Iblis memberi banyak pengharapan, lewat akal, kekayaan, kedudukan dll yang tampak, tetapi semua akan habis.

Dalam kitab Hakim-hakim, berulang-ulang tampak Israel jatuh dan hancur sebab meninggalkan Tuhan, tidak harap pada Tuhan. Tetapi segera sesudah mereka bertobat dan harap Tuhan lagi, ada pertolongan dan Israel menjadi besar dan mulia lagi. Sesudah mereka meninggalkan Tuhan dan harap pada yang lain, mereka hancur dan habis lagi. Ini terjadi berulang-ulang kali. Sebab itu harap Tuhan dan taat akan Firman-Nya serta taat melakukan kehendak-Nya. Percayalah akan Dia.

KESIMPULAN

Jangan harap pada Mesir, meskipun itu sangat menjanjikan. Ini menjadi pencobaan yang besar, sebab banyak orang beriman menaruh harapnya pada yang tampak yaitu uang, kepintaran, kedudukan, orang banyak dll.

Kita harus memiliki pengharapan yang kuat pada Tuhan. Pengharapan itu seperti jangkar yang masuk jauh sampai di belakang Tirai Ibr 6:18-19, sehingga kita punya pegangan. Seperti kapal yang terikat pada jangkar sekalipun kena ombak dan angin, ia tetap tinggal teguh sebab ada jangkarnya, begitu pengharapan kita kepada Tuhan jangan sampai putus. Tetapi harap tidak bisa berjalan sendiri, melainkan selalu bersama-sama dengan percaya dan cinta, ketiganya ini menjadi pokok kekuatan kita 1Kor 13:13. Dengan harap kita menyucikan diri dan taat pada kehendak-Nya. Dengan kasih kita cinta akan Firman Tuhan dan melakukan-Nya. Dengan percaya kita mendapatkan segala janji Allah dan hidup oleh iman. Orang yang tidak punya pengharapan akan mudah putus asa. Berharaplah pada Tuhan. Terus berdoa dalam Roh dan kebenaran sehingga iman dan pengharapan menjadi kuat dan kasih Kristus tetap limpah sehingga tahan akan segala pencobaan yang berat Rom 8:35-37. TPKR (Tujuh Pokok Kebutuhan Rohani) dalam Yoh 15:5 yaitu:

  1. Hidup dalam kesucian dipimpin Roh.
  2. Selalu menyangkal diri, pikul salib di jalan sempit.
  3. Tumbuh dalam Firman Tuhan dan tumbuh.
  4. Dalam Doa.
  5. Dalam Ibadah.
  6. Dalam Persekutuan.
  7. Dalam Pelayanan.

Semua ini akan membuat kita kuat sehingga iman tumbuh, juga pengharapan dan kasih, sehingga tidak lari ke Mesir mencari pertolongan, membuat perjanjian dan meninggalkan perjanjian dengan Tuhan (yaitu hukum-hukum-Nya) tetapi bisa tahan seperti Ayub, Daud, Yusuf, Daniel, Putra manusia Yesus dll. Pengharapan di dalam Tuhan, maka Tuhan akan bekerja menetapkan orang yang harap pada Tuhan Maz 31:25 seperti Paulus tetap kuat dalam kesukarannya sebab harap Tuhan. Memang kita tidak bisa memperhitungkan hasil orang yang harap pada Tuhan, tetapi Tuhan sendiri akan menetapkan dan meneguhkan hati kita.

Tuhan tahu orang yang harap pada Tuhan Maz 33:18 akan kuat Yez 17:7-8. Kelihatannya biasa-biasa tetapi ia jadi kuat sebab Tuhan menjadi pengharapannya. Kalau dengan iman kita mengambil janji-janji Tuhan, tetapi dengan pengharapan Tuhan sendiri yang masuk dalam kita dan meneguhkan. Sebab ada hubungan baik dengan Tuhan (dalam kesucian) dan Tuhan bekerja di dalam kita, pasti bahagia Maz 146:5. Sebab Tuhan yang bekerja di dalam kita yang harap pada Tuhan (hidup dalam kesucian). Tuhan tidak akan mempermalukan orang yang harap pada Tuhan Rom 5:5, Flp 1:20.

Pengharapan kita itu jadi hidup oleh kemenangan Tuhan Yesus waktu Ia bangkit dan Roh Kudus dicurahkan menolong kita 1Pet 1:3.

Nyanyian:

Harap saja pada Tuhan, s'karang dan besok Dia sama saja