Share :  

YS138 – Yesaya 31:1-4 Celakalah Orang yang Berharap pada Mesir (28Nov’12)

Roma 11:25 Sebab saya tidak menghendaki bahwa engkau tidak mengetahui rahasia ini, saudara-saudara, (supaya jangan engkau menganggap dirimu bijak), bahwa kekerasan itu terjadi atas sebagian Isarel sampai genap jumlah orang kafir masuk iman. (KJI)

ZAMAN ISRAEL

Dimulai dengan panggilan Abraham, lalu Ishak, Yakub, dan 12 anaknya. Zaman Israel berjalan terus, maka turun sampai akhirnya Mesias dikirim ke dunia tetapi Israel menolak-Nya, bahkan dibunuh dan dengan sengaja, dengan berani mereka menanggung darah dari Mesias yang dibunuhnya Mat 27:25. Sejak waktu itu zaman Israel habis (untuk sementara) sebab menolak dan membunuh Mesias, lalu mulailah zaman Gereja.

ZAMAN GEREJA

Dimulai dengan Golgota, seolah-olah Gereja dilahirkan dari darah dan air kematian Tuhan, lalu dengan Roh Kudus pada hari Pentakosta. Gereja lahir dan terus bertumbuh dan berkembang sampai akhirnya memenuhi seluruh bumi dan tumbuh menjadi sempurna. Minggu ke-70 Daniel adalah masa finishing dari Gereja, tetapi di sini juga Israel akan dipulihkan kembali.

ZAMAN PERALIHAN GEREJA KE ISRAEL

Minggu ke-70 Daniel adalah masa peralihan, antara zaman Gereja ke zaman Israel. Di sini Gereja ditamatkan dan Israel dimulai kembali. Pada pertengahan Minggu ke-70 Daniel terjadi pengangkatan dan Gereja yang sudah ditamatkan menjadi sempurna diangkat, tinggal sisanya yang digarap Antikris bersama-sama dengan Israel. Gereja berakhir, Israel mulai lalu sesudah ini mulailah zaman Israel yang terakhir yaitu kerajaan Israel global dengan Putra manusia Yesus duduk di atas tahta Daud.

Zaman Israel terakhir dimulai dalam Minggu ke-70 Daniel dengan penyuciannya dari dosa-dosanya (masa kesusahan Yakub Yer 30:7) dalam zaman Antikris lalu mulailah zaman kerajaan damai dan kemudian pada akhirnya Israel dan penduduk kerajaan 1000 tahun diuji dan tamatlah seluruh rencana Allah pada waktu kiamat dan Tahta Putih yang Besar. Lalu Allah menciptakan kembali Surga Bumi Baru dan kekekalan dimulai (waktu matahari dan bulan ditiadakan, ini tanda waktu yang dihapus Yes 30:26). Peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam Yesaya 30,31 dll adalah pada masa-masa ini, yaitu Minggu ke-70 Daniel dan zaman kerajaan 1000 tahun.

YESAYA 31 Dalam pasal ini dijelaskan dengan panjang lebar tetapi bedanya orang yang berharap pada Tuhan dan pada Mesir atau dunia ini. Kadang-kadang kita masih memakai dunia ini, misalnya uang, akal, dll isi dunia yang fana, tetapi kita bisa tetap berharap penuh pada Tuhan, sebab kita memakai dunia ini seperti orang yang tidak memakai. Di sini hal ini dijelaskan dengan baik-baik dan mendetil supaya kita yang masih harus memakai dunia ini, sebab kita hidup di dalamnya tetapi pakai dengan betul 1Kor 7:31 dan tetap harap sungguh-sungguh kepada Tuhan saja.

YESAYA 31:1 WAI YANG BERHARAP PADA MESIR

Wai bagi mereka yang turun ke Mesir, untuk minta tolong dan bergantung kepada kuda dan berharap pada rata karena jumlahnya banyak dan pada orang berkuda sebab mereka sangat kuat.

Celaka dan hukuman serta malapetaka pada akhir zaman (lebih-lebih waktu Minggu ke-70 Daniel) 2Tim 3:1-4, Wah 22:11, lalu ke mana cari pertolongan, sebab itu banyak orang berharap pada Mesir dan segala kekuatannya. Orang yang tidak percaya, tidak mengerti dan tidak mengenal Tuhan akan lebih mudah berharap pada dunia, sebab berharap pada dunia ini bisa dilihat, dihitung dan dimengerti dengan akal. Tetapi harap pada Tuhan itu tidak ada dasar logikanya. Kita harus mempunyai mata rohani yang celik, baru bisa melihat dengan betul, sehingga bisa berharap pada Tuhan jauh lebih daripada manusia atau yang fana dan kelihatan! Sebab itu pada akhir zaman ini kita perlu punya dasar yang kuat untuk bisa hidup benar dan berjalan dalam Roh sehingga bisa bertahan pada akhir zaman ini. Tumbuhlah dalam pengertian Firman Tuhan yang limpah 2Pet 3:18 dan penuh serta dipimpin Roh seperti lima gadis bijaksana, supaya iman kita tumbuh dengan baik dan kuat di atas dasar Firman Tuhan, maka mata rohani kita bisa celik, terang, jelas sehingga kita bisa mempercayai Tuhan dantetap hidup suci dan lolos dari semua pencobaan dan kesukaran.

Orang-orang Israel sendiri masih memakai pedang, rata, kuda dan orang berkuda, tetapi pengharapannya adalah Allah. (M3572 - Maz 34:6 tentang minta tolong pada sumber yang wajar). Tes-nya adalah kalau semua yang netral ini hilang, apa kita ketakutan, putus asa atau tetap percaya pada Tuhan atau tidak! Yang punya pendirian dan iman yang betul akan tetap percaya dan selamat. Yang mengharapkan pada Mesir, kalau semua ini hilang, ia akan bingung, takut, putus asa dan binasa. Yakub memakai carang-carang pohon hawar, badam, berang untuk melahirkan anak-anak domba dengan warna bulu yang dikehendaki. Sebetulnya itu semua sia-sia, tetapi berhasil sebab Yakub tetap berharap pada Tuhan, lebih dari semua ini, itu hanya sekedar pembantu atau perantara imannya Kej 30:37. Tes-nya adalah kalau semua itu tidak ada, ia tetap harap Tuhan dan Tuhan tetap jadi pertolongannya. Waktu Daud mau perang dengan Goliat, ia terhalang dengan baju besi dan alat-alat perang lain, tetapi tanpa itu ia tetap yakin Tuhan sanggup menolongnya dan sebab itu ia menang, karena harap penuh pada Tuhan 1Sam 17:45 sebab di atas semuanya adalah Tuhan yang menentukan mati hidup kemenangan kita dan segala-galanya. Kalau ada pakailah, tetapi tetap harap Tuhan. Begitu juga obat, dokter, makanan, pengertian dll 1Tim 5:23 pakailah. Pengertian tentang kesehatan misalnya tentang kebersihan, gizi dll, jangan sengaja dilanggar. Misalnya sudah tahu tentang kebersihan, lakukanlah kebersihan secukupnya. Paulus dalam zamannya mereka mengerti bahwa anggur itu berguna untuk perut yang lemah, sebab itu dengan tidak tertuduh Paulus menyuruh Timotius minum anggur sedikit-sedikit untuk perutnya yang lemah 1Tim 5:23. Jangan sengaja hidup melawan pengertian yang baik. Misalnya tidak mau sakit gigi, Tuhan bisa pelihara, ini orang yang malas dan melanggar, sebab umum sudah tahu untuk memelihara gigi setiap malam sebelum tidur harus sikat gigi.

Jangan mencobai Tuhan Mat 4:7, tetapi kalau tidak ada jangan putus asa, pakai iman kita, jangan ketakutan dan putus asa seperti hamba Elia 2Raj 6:15. Bersandar pada Tuhan, Tuhan bisa memberi langsung pertolongan-Nya atau lewat mujizat, dengan atau tanpa apa-apa. Kadang-kadang Tuhan memakai perantara beberapa orang, barang atau lainnya, semua bisa dipakai Tuhan, (meskipun tanpa apapun Dia bisa menolong). Misalnya Ia menolong janda Sarfat dengan sisa roti, Putra manusia Yesus memecahkan roti dengan 5 roti dan 2 ikan, semua ini sia-sia kalau tidak ada kuasa Allah, sebab prinsipnya Allah bisa membuat dari tidak ada jadi ada, misalnya kesembuhan orang kusta, Bartimeus dll semua tanpa apa-apa. Ada orang buta yang disuruh basuh di kolam Siloam bukan berarti bahwa kolam itu penuh kuasa, tetapi Tuhan yang berkuasa, sebab itu tetap harap pada Tuhan, jangan pada kolam, atau lain-lain perantara. Jangan perantara menjadi jimat atau harapan kita, itu menghinakan Tuhan. Perantara boleh ada boleh tidak, boleh pakai sapu tangan atau minyak untuk kesembuhan tetapi Tuhan Yesus yang menyembuhkan, bukan perantara. Jangan tersesat dalam perdukunan Kristen. Mengapa Tuhan memakai barang-barang atau orang sebagai perantara untuk melakukan kehendak-Nya? Sebab:

  1. Kita masih hidup dalam dunia, kita masih membutuhkan isi dunia ini, tetapi tetaplah berharap pada Tuhan. Pakai dunia seperti orang yang tidak memakai.
  2. Kita mulai dengan yang duniawi lalu yang rohani 1Kor 15:46. Sebab itu yang jasmani harus bisa dikerjakan baik-baik baru yang rohani, dalam arti seperti yang mau makan harus bekerja, jangan malas dan tidak bertanggung jawab. Sebab hal-hal jasmani yang tampak ini melatih kita untuk juga tumbuh dalam tabiat yang baru.
  3. Di tengah-tengah kerja biasa, Tuhan memberkati. Ishak menabur dan Tuhan memberkati padahal orang-orang Filistin tidak mengalami berkat Tuhan. Kalau Ishak tidak menabur maka tidak nampak berkat Tuhan. Di tengah-tengah hal-hal jasmani Tuhan menyatakan kuasa dan berkatnya.
  4. Hal-hal jasmani jadi latihan juga untuk pertumbuhan rohani, misalnya harus rajin, bertanggung jawab, setia, taat, tunduk dst, maka ini jadi batu lompatan dalam hal-hal rohani. Sebab itu Tuhan juga memakai hal-hal jasmani juga dalam pekerjaannya dan kadang-kadang langsung tanpa hal-hal jasmani sebab memang Allah sanggup melihat korbannya tetapi kita yang hidup dalam dunia yang fana ini juga dilatih dan ditambahkan di dalamnya.

KUDA

Kuda itu kuat, boleh pakai tetapi harap pada Tuhan Maz 33:17; 147:10. Jangan harap pada orang kuat baik uangnya, kedudukan atau kuasanya, kalau orang beriman harap pada itu, semua itu akan mengecewakan Yer 17:5.

RATA (KERETA)

Ini cerita tentang tehnologi, kepintaran, kemampuan, semua boleh dipakai hanya sebagai alat, tetapi harap Tuhan, sebab itu semua sia-sia tanpa Tuhan. Ini tidak menentukan kemenangan, Tuhan yang menentukan 1Sam 17:47, Ams 21:31, 2Taw 25:8. Percayalah pada Tuhan, Dia sanggup melakukan segala perkara, tidak ada yang mustahil bagi Allah Luk 1:37. Termasuk harap pada orang berkuda, jumlahnya banyak. Jangan harap pada golongan besar sebab jumlahnya banyak, kekuatannya besar lalu menurut saja atau ikut keputusan orang banyak. Taati akan Firman Tuhan sekalipun sedikit orang yang setuju, jangan seperti orang Farisi pura-pura setuju sebab takut jumlah orang banyak. Lebih-lebih di akhir zaman ada arus orang Kristen yang besar di jalan lebar yang banyak menarik orang. Tetapi orang yang mengerti dan dipimpin Roh tidak mau, tetap di jalan sempit, tetap dalam kesucian dan Firman Tuhan, tetapi yang ikut dalam arus kekristenan jalan lebar akan gugur dan binasa!

Tetapi mereka tidak memandang kepada Satu yang suci orang Israel dan juga tidak mencari Tuhan.

Kadang-kadang kita di tengah orang banyak yang melawan Tuhan, tetapi jangan karena takut lalu ikut serta dengan segala perbuatan dan keputusan-keputusannya yang melawan Allah. Kita boleh bersikap cerdik dengan menjauhi orang banyak yang melawan Allah, tetapi kalau toh karena sesuatu sebab ada di tengah-tengah orang banyak, kita harus tetap setia dan jangan menyangkal Tuhan dan minta pimpinan dan kata-kata dari Tuhan untuk menghadapi semuanya. Tetap setia seperti Petrus. Paulus, Silas, Stefanus yang ditangkap dll. Mereka tidak menyangkal Tuhan, akibatnya Stefanus mati, Paulus Silas tidak mati sebab memang itu sesuai dengan rencana dan kehendak Allah.

Tetapi Israel tidak memandang pada Tuhan dan meninggalkan Tuhan serta harap pada Mesir dan mereka menjadi celaka. Begitu juga yang terjadi pada akhir zaman, banyak orang menyangkal Tuhan atau ikut arus orang Kristen jalan lebar sehingga binasa! Haraplah pada Tuhan sebab semuanya dari Tuhan, segala kuasa di bumi ada dalam tangan Tuhan Mat 28:18. Sebab itu kita harus punya pondasi yang kuat dalam pengertian Firman Tuhan Mat 7:25-28, penuh dan dipimpin Roh serta persekutuan tubuh Kristus yang betul.

YESAYA 31:2 ALLAH TIDAK PERNAH SALAH

Akan tetapi Ia itu bijaksana dan akan mendatangkan jahat dan tidak akan menarik kembali kata-kata-Nya.

Allah tidak pernah salah, orang yang berbuat jahat dan harap pada manusia akan celaka sesuai dengan Firman Tuhan. Allah yang penuh hikmat, Ia tahu semuanya dan menjatuhkan atas setiap orang hukuman yang sesuai. Orang yang melawan Allah sekalipun punya kekuatan dan kepintaran besar dan punya orang-orang kuat dll, hukumannya akan tetap datang dan mereka akan celaka.

Kata-kata dari Allah, janji-Nya, Firman-Nya tidak akan diubah dalam keadaan apapun juga tidak akan batal. Sebab itu tetaplah memegang janji-janji Firman Tuhan sampai dalam hati, sebab kalau Tuhan yang memelihara kita, pasti kita terjaga sekalipun sudah sangat dekat dengan maut dan celaka.

Daud tidak pernah kena pedang, sebab ia memegang janji Tuhan, sampai rambut di kepalapun dipelihara Tuhan Mat 10:30 juga kesehatan, nafkah, keluarga, pelayanan, semua tidak ada yang kebetulan. Jangan takut, nafas kita dari Tuhan, hiduplah untuk Tuhan sehingga kita dipelihara-Nya, bisa tumbuh dan berbuah-buah banyak.

Orang yang patut mati Yer 15:2 pada saatnya akan mati seperti 36 orang yang mati karena dosa Akhan Yos 7:5. Sebab itu kalau terjadi apa saja dalam uang, keluarga, kesehatan, pelayanan dll jangan takut, tetap di pihak Tuhan (dalam kesucian, jangan bereaksi dosa) dan terus minta pimpinan Roh Kudus, maka kalau belum waktunya mati kita tidak akan mati, tetap bisa tumbuh dan berbuah-buah. Kata-kata atau janji Tuhan pasti jadi. Sebab itu hiduplah sesuai dengan Firman Tuhan maka kita bisa mengarahkan (memilih) hidup yang terbaik, sesuai dengan janji-janji Allah.

Tetapi akan bangkit melawan rumah dari pembuat jahat dan melawan penolong dari mereka yang berbuat kesalahan.

Orang yang berbuat dosa pasti akan menuai akibatnya yaitu hukuman Allah yang tepat (Allah tidak pernah salah), pasti kena. Memang biasanya Tuhan memberi waktu untuk bertobat. Sebab itu jangan keras hati, tetapi pakai waktu yang ada untuk bertobat sehingga lolos dari hukuman Allah sebab memang Allah mengharapkan anak-anaknya tidak kena hukuman tetapi selamat dan yang berdosa secepatnya bertobat supaya jangan binasa 2Pet 3:9.

Orang yang menolong orang-orang yang salah, juga akan kena hukuman Allah. Sekalipun tidak langsung bersalah, tetapi Tuhan tahu siapa dalangnya. Bileam memberi nasehat untuk menjerat danmencelakakan umat Tuhan dan meskipun ia tidak langsung berbuat dosa-dosa itu, ia tetap kena hukuman Allah yang langsung ditujukan kepadanya.

Orang yang lempat batu dan sembunyi tangan, Tuhan tetap tahu dan kena hukumannya.

Panah musuh yang main-main (tidak disengaja, tidak diarahkan) itu juga "diberi mata" oleh Tuhan sehingga tepat kena orang jahat yang tidak mau bertobat yaitu Ahab dan binasa. Tetapi orang beriman yang berdosa tetapi bertobat, ditolong Tuhan. Yosafat yang sudah pasti mati, tetapi sebab bertobat, Tuhan ampuni dan lepaskan, bisa lepas. Juga Daud dalam 1Sam 21:10-15, Maz 34. Juga Yunus dll Tuhan selalu punya jalan.

Orang yang setia dan mencocokkan hidupnya dengan janji-janji Firman Tuhan, pasti hidupnya untung, lolos dari celaka (juga dalam celaka akhir zaman yang dahsyat) dan bisa tumbuh dan berbuah-buah dengan hasil yang kekal!

Orang tua yang tahu dosa anaknya, tetap diam seperti Imam Eli dan membiarkan, atau mengizinkan anak-anaknya berdosa, juga akan dapat bagian dari hukuman anak-anaknya seperti Imam Eli yang mati bersama-sama anaknya, sekalipun tempatnya aman dan jauh dari bahaya perang.

Sebab itu jangan ikut atau diam saja melihat segala salah orang-orang dekat atau "isi panci kita" sebab orang yang tahu berbuat baik, tetapi tidak berbuat, ia berdosa dan ikut dapat bagian dari hukuman dosa itu Yak 4:17. Lebih hebat dosanya, lebih hebat hukumannya dan ia juga mendapat bagian dari hukuman yang jahat itu.

Memang menasehati atau mencegah orang yang berbuat dosa itu ada resikonya, tetapi dengan pimpinan Roh, kita tetap ada dalam rencana Allah yang selamat dan bahagia, jangan kuatir! Ingat, tidak ada dosa atau rencana dosa yang lolos dari mata Allah!

YESAYA 31:3 JANGAN MANUSIA MELAWAN ALLAH

Orang Mesir adalah manusia, bukan Allah dan kudanya itu bukan roh.

Orang Mesir itu manusia, terbatas, bisa mati, sekalipun kuat, mereka bukan Allah yang tidak terbatas yang tidak bisa mati, tidak bisa bohong dan maha kuasa. Kudanya itu bukan roh (Roh Kudus yang maha tahu, maha kuat, maha hadir, bisa menolong dalam keadaan apa saja, Dia yang menjadi Penolong pribadi kita, penolong ilahi Yoh 14:16. Begitu nyata bedanya antara orang Mesir dengan Allah, antara kuda Mesir dan Roh Kudus. Tetapi orang Israel bukan saja menyamakan, bahkan menganggap orang Mesir dan kudanya itu lebih dari Allah dan Roh Kudus, sangat keterlaluan.

Masih banyak umat Tuhan yang berbuat seperti orang Israel yang bodoh, sehingga mau meninggalkan Tuhan dan berani berbuat dosa sebab mentaati perintah-perintah Mesir dan syarat-syarat untuk mendapat kuda dan orang berkudanya. Itu terlalu bodoh tetapi nyata ada. Mesir atau Allah, kuda atau Roh Kudus itu perbandingan yang sangat menghina Allah yang maha besar. Tetapi itu dilakukan banyak umat Tuhan, lebih-lebih yang buta, bodoh dan keras hati di dalam dosa dan tentunya mereka akan binasa dengan dahsyat. Jangan melawan Allah dan Roh Kudus, jangan menyakiti hati Allah dengan berbuat dosa karena taat akan Mesir dan kuda atau orang-orang berkuda, lalu melawan Allah dan Roh Kudus. Memang yang kelihatan itu jauh lebih berharga daripada yang tidak kelihatan sekalipun maha kuasa, bagi manusia yang tidak mengenal Tuhan dan tidak percaya. Mereka juga lebih senang dapat kesukaan dosa sesaat daripada kesukaan yang termulia untuk kekal. Perbandingannya itu sangat besar bedanya. Juga seringkali manusia lebih suka memilih keselamatan yang tidak tentu lebih daripada keselamatan yang kekal dan pasti. Sebab tidak mengerti Ams 10:21 dan keras hati dalam dosa sehingga matanya buta. Orang yang mau hidup suci, pikul salib dan taat pada Firman Tuhan, Roh Kudus akan bekerja dalam hatinya sehingga matanya celik, bisa membedakan dan memilih yang terbaik dan betul.

Terlalu keji membandingkan Allah dan Roh Kudus dengan Mesir dan kuda-kudanya.

Kalau Tuhan mengedangkan tanganNya, (maka) keduanya (yaitu) ia yang menolong akan jatuh, juga dia yang ditolong akan jatuh ke bawah dan mereka semua akan jatuh bersama-sama.

Bagi Tuhan sangat mudah menjatuhkan dan menghancurkan siapa saja, apalagi yang melawan Dia dan yang menolong dan yang ditolong kaki tangan iblis, semua jatuh ber-sama2 dan binasa.

Betapa untung orang yang mata rohaninya celik dan bisa percaya dan berharap pada Tuhan, sebab ia akan selamat, lolos, tumbuh dan berbuah-buah sampai kekal. Tetapi orang yang melawan Allah, sudah pasti celaka dan binasa, tinggal tunggu waktunya (Tuhan masih memberi waktu untuk bertobat seperti Niniwe, kalau bertobat masih mungkin selamat meskipun tetap ada perhitungan dengan dosa-dosanya).

Jangan menolong orang yang bersalah dengan membenarkan (atau diam saja), apalagi ikut dalam dosa-dosanya, sekalipun golongan atau keluarga sendiri, beritahu salahnya supaya jangan sama-sama binasa! Masih banyak umat Tuhan yang membela keluarga, teman, golongannya yang salah, padahal keduanya akan sama-sama kena hukuman. Minta pimpinan Roh Kudus untuk menyadarkan yang salah, pasti ini yang betul bukan membela golongannya sendiri yang salah, nanti bisa sama-sama binasa! Jangan menjadi anjing kelu Yes 56:10 tetapi jadi garam dan pelita yang menyala supaya sama-sama tertolong dan si penasehat dapat upah yang kekal. Jangan cari aman sendiri nanti tidak aman tetapi cari kehendak Allah dan taat.

YESAYA 31:4 SEPERTI SINGA MENGAUM ATAS MANGSANYA

Karena demikianlah yang dikatakan Tuhan kepada saya, seperti singa dan singa muda mengaum atas mangsanya, (meskipun) banyak gembala-gembala dipanggil keluar melawan Dia dan Ia tidak akan takut akan suaranya atau merendahkan diri-Nya karena suara mereka, demikianlah Tuhan bala tentara turun untuk berperang karena gunung Sion dan karena bukit-Nya.

Di sini Tuhan berlaku seperti singa atau singa muda, seperti singa dari Yehuda Wah 5:5 yang penuh kuasa dan kemenangan, mengaum atas mangsanya. Biasanya Tuhan sudah memberi waktu untuk bertobat, tetapi kalau mereka tidak mau bertobat, bahkan bersama-sama mereka keluar melawan Allah, seperti gembala-gembala atau tua-tua Israel bersama-sama melawan Allah berkali-kali bersama-sama dengan orang Israel, Tuhan bisa menghadapi mereka semua dengan mudah. Mereka begitu bodoh, mereka mengira jumlahnya yang banyak bisa mengalahkan Tuhan, sehingga Israel berpikir melawan Allah seperti melawan Musa dan Harun saja. Secara duniawi, sekalipun raja absolut kalau dilawan rakyat, akan jatuh bahkan binasa seperti yang banyak dilihat di Timur tengah. Tuhan lain, Dia maha kuasa, tingkatannya jauh di atas manusia. Orang-orang bodoh ini membandingkan Tuhan dan Roh Kudus seperti Mesir dan kudanya, sebab itu mereka yang buta ini berani dan berontak. Tuhan itu punya bala tentara besar, tetapi Ia sendiri sudah berjuta-juta kali lebih besar dari semua pemberontak! Jangan berani melawan Allah 1Kor 10:22.

Tuhan akan berperang karena gunung Sion dan bukit-Nya

Gunung Sion inilah umat Tuhan yang setia dan hidup dalam kesucian serta melakukan kehendak Allah. Mereka akan terpelihara dan dijaga dengan mutlak sehingga Gereja Hujan akhir akan tumbuh dalam zaman keemasannya dengan sangat cepat ke dalam kesempurnaan Allah.

Ini yang akan terjadi di tengah-tengah banyak malapetaka, bencana, aniaya, kesukaran, dosa yang memuncak dll pada akhir zaman ini. Jangan takut, tetap cocokkan hidup dengan Firman Tuhan, ingat Tujuh Pokok Kebutuhan Rohani Yoh 15:5 maka kita tidak akan terkalahkan, sebab Tuhan bala tentara akan melindungi dan menumbuhkan kita dalam rencana kesempurnaanNya yang heran.

Jangan ikut arus dunia dan arus jalan lebar orang Kristen, nanti sama-sama binasa. Jangan tinggal diam, harus punya pendirian dan penuh Roh Kudus dan salahkan yang salah supaya kita lepas dari kutuk dosa mereka dan tumbuh dalam rencana Allah yang sempurna.

Orang yang tidak mengerti dan yang plin plan, tidak berani menyalahkan yang salah pada akhir zaman akan ikut jatuh dan celaka dengan arus orang Kristen yang besar dalam jalan lebar dan binasa.