Share :  

YESAYA 32:9-14 PEREMPUAN YANG HIDUP NYAMAN, MENCARI SENANG

YESAYA 32:9 JANGAN SUAM

Bangunlah engkau perempuan-perempuan yang hidup dalam kemudahan, dengarlah suaraKu. Engkau putri-putri yang tidak peduli, berilah telinga akan perkataanKu.

Ini cerita tentang seorang perempuan. Laki-laki dalam Wasiat Lama adalah orang perang, berani mati dalam perang. Semua orang beriman harus menjadi laki-laki rohani 1Kor 16:13 sebab semua harus mau pikul salib Luk 9:23 dan perang melawan setan, dunia dan daging Ef 6:12, mematikan daging terus menerus Rom 6:6. Perempuan dalam Wasiat Lama, tidak bisa dan tidak berani perang. Inilah orang-orang yang tidak mau menyangkal diri, tidak bisa pikul salib. Kalau menghadapi salib, terus bersungut-sungut saja, tidak tahan. Maunya hidup nyaman tanpa salib. Semua orang minta hidup enak, mudah, nyaman, tentram dan makmur. Ini kerinduan manusia. Tetapi seringkali dalam keadaan seperti ini orang justru menjadi suam dan undur dari Tuhan.Salomo mendapat hidup seperti ini dari Tuhan sehingga bisa membangun bait Allah 1Taw 22:9. Tetapi sesudah bait Allah berdiri, Salomo yang hidup tenang dan senang ini terus mencari kesenangan sampai hidup untuk bersenang (Hedonisme) 1Tim 5:6 bukan lagi untuk memperkenankan Tuhan seperti Daud bapaknya Kis 13:22 (justru ini hidup yang paling indah dan menarik). Hidup orang begini ituseperti mati, mati rohaninya, suam, terus mengejar kesukaan (Pengkhotbah 2) sehingga tidak lagi membedakan mana yang boleh (suci, netral) dan yang tidak boleh (dosa) sehingga hidup Salomo menjadi sangat keji. Pada waktu G30S (pemberontakan PKI) meletus di Indonesia 1965, jutaan orang dibunuh. Keadaan sangat mencekam tetapi justru Gereja penuh. Waktu Gereja keberkatan, seperti di USA, sekarang mulai di Indonesia, orang-orang berlibur dan Gereja tutup sebab hidup sudah nyaman. Kalau kita jadi Allah, mana yang kita pilih untuk Gereja, lebih baik diberi keadaan yang dahsyat atau aman dan nyaman? Yang lebih menguntungkan Gereja adalah keadaan bahaya! Ada seorang ibu yang aktif dan bapak dalam satu Gereja. Ia hadir dalam semua kebaktian dan ikut banyak pelayanan dengan bergairah. Ia jalan-jalan ke Eropa kurang lebih 1 bulan waktu pulang ia berubah menjadi dingin. Kalau ditanya, banyak alasan. Sebetulnya ia sudah menjadi suam, mabuk dengan anggur dunia (rupa-rupanya ia belum pernah menikmati kemanisan anggur dunia di Eropa dan berubah, rohaninya menjadi suam, mungkin sudah mati. Hidup nyaman bagi orang yang tidak berjaga-jaga dan tidak punya pendirian, bisa membuatnya jadi suam sampai akhirnya tenggelam dalam dosa dan mati rohani Luk 5:39, Pkh 12:1 seperti Salomo! Kalau di dalam hidup yang nyaman kita bisa hidup tetap berapi-api untuk Tuhan seperti Yusuf, Ayub dll, makin bergairah dan bersungguh-sungguh mencari perkara-perkara di atas. Waktu Yusuf masuk istana (umur 30 tahun-110tahun) ia hidup begitu indah di hadapan Tuhan, tidak ada satu dosapun atau kesalahan yang dibuatnya. Juga Ayub sampai waktu pencobaan, hidupnya sangat berkenan pada Tuhan sekalipun hidupnya begitu nyaman dan tenang, penuh berkat sebab dipagari Tuhan dan diberkati. Bahkan waktu pencobaanpun, hidup Ayub tetap baik. Juga orang-orang di Berea waktu itu begitu bergairah belajar Firman Tuhan Kis 17:11. Kalau orang beriman bisa hidup penuh gairah akan perkara dari atas dalam hidup yang tenang dan keberkatan, itu indah dan Tuhan bisa memberinya makin banyak dan melindunginya, seperti waktu Salomo tenang-tenang untuk membangun bait Allah. Tetapi biasanya orang-orang yang dalam keadaan senang itu lalu menjadi suam, sehingga jatuh dalam banyak dosa. Sebab itu kalau kita sedang berada dalam keadaan yang tenang dan senang jangan suam (ada angin Barat dan angin Selatan bertanding mau menjatuhkan kera di pohon. Angin barat meniup dahsyat sampai pohonnya melengkung hampir patah beberapa jam, si kera makin kuat memegang batang pohonnya. Sesudah menyerah angin Selatan mulai, ia meniup pelan-pelan, sepoi-sepoi dingin, baru 10 menit, kera itu dengan nyaman tertidur, lalu langsung ditiup kuat-kuat dan kera itu jatuh! Waktu angin ribut, kera itu tidak jatuh, tetapi waktu anginya nyaman, segar, ia menjadi suam, jadi enak mengantuk dan jatuh. Begitu seringkali orang Kristen mudah jatuh waktu hidupnya nyaman). Seringkali Tuhan mengizinkan keributan supaya tidak suam tetapi tumbuh dan melakukan kehendak Tuhan. Mengapa? Tuhan tidak mau kita nyaman dan suam? Sebab hidup di dunia ini bukan tujuan kita, tetapi Surga. Hidup di dunia ini sekolah atau tempat pengolahan. Kita harus dipersiapkan untuk mencapai tingkat yang setinggi-tingginya dalam kekekalan sebab itu kadang-kadang Tuhan membiarkan angin ribut atau kesukaran datang, justru supaya tumbuhnya lebih baik dan murni seperti Putra manusia Yesus tumbuh dalam banyak susah Ibr 2:10. Dengarlah suara Tuhan, mengerti kehendak-Nya, jangan hidup hanya mencari senang dalam dunia, nanti bisa mabuk seperti Salomo, lupa daratan, limpah dosa dan akhirnya bisa berakhir di Neraka kekal. Sebab itu dengarlah Firman Tuhan dan bangunlah, jangan tidur, mengertilah maksud hidup dan kehendak Allah!

YESAYA 32:10 AKAN DATANG KESUKARAN

Dalam banyak hari dan tahun-tahun, engkau akan susah. Engkau perempuan-perempuan yang tidak peduli, sebab kebun anggur akan gagal, pengumpulan* [buah] tidak akan datang.

(*B=panen, L=petikan). Kita harus memakai waktu ini baik-baik, bahkan sampai masih perlu menebus waktu Ef 5:16. sebab hidup di dunia ini hanya pendek tetapi menentukan hidup kekal yang tiada akhirnya. Kalau sekarang hidup sembarangan, maka hidup kekalnya bisa rugi atau hilang. Kejar, lari, naik terus sampai puncak Flp 3:14. Jangan santai, itu buang waktu atau buang kesempatan atau lebih jelas membuang kemuliaan yang kekal. Kejar sekarang, lari, naik setinggi mungkin, sebab hidup di dunia ini kesempatan satu-satunya. Jangan malas, suam, apalagi kalau kena tipu dan rayuan kesukaan dosa yang sesaat dan terikat, hidup bisa habis dan celaka sebab limpah dengan segala dosa seperti Salomo dan celaka! Panen atau hasil akan gagal, celaka datang, baru banyak anak-anak Allah sadar dan bangun. Ingat tujuan kita Surga bukan dunia ini, naiklah setinggi-tingginya kepada Kristus. Sebab itu kalau ada kegagalan, kesukaran dll celaka, jangan lekas bersungut-sungut, tetapi periksa, tanya Tuhan, mengapa semua ini terjadi. Sebab Allah kita itu kasih, Ia mengizinkan hal-hal itu dengan maksud baik, untuk menolong kita supaya jangan binasa. Sebab banyak orang jadi suam dalam keadaan tenang dan senang sebab sudah tertipu, terbujuk oleh iblis.

YESAYA 32:11 BERDUKACITALAH

Gemetarlah engkau perempuan-perempuan yang hidup dalam kemudahan, bersusahlah engkau orang-orang yang tidak peduli. Tanggalkanlah dan bukalah pakaianmu lalu ikatlah kain kabung pada pinggangmu.

Biasanya Tuhan berkata: Bersukacitalah, berkali-kali, sebab Tuhan ingin kita terus bersukacita Flp 3:1;4:4 dll. Orang yang cinta tidak menghendaki orang yang dicintai itu berdukacita. Tetapi kalau perlu untuk keselamatannya, justru dibiarkan untuk dirobek-robek, dioperasi supaya selamat. Begitu juga umat Tuhan yang suam, apalagi mabuk dengan sukacita dunia, perlu dihajar dan direparasi supaya sembuh dan tumbuh kembali dalam keselamatannya, jangan sampai rusak. Tuhan tidak menghendaki kita jadi susah apalagi berkabung, kecuali untuk menolong dan memperbaikinya! Tuhan hanya menghajar kalau perlu, sebab seringkali dengan hajaran lebih efektif untuk mendorong orang kepada pertobatan. Tetapi kalau orang itu keras kepala seperti Israel maka mereka akan binasa untuk kekal. (Jangan lupa juga ujian itu sakitnya seperti hajaran, tetapi biasanya ada sejahtera dan penyertaan Tuhan, itu indah meskipun sakit, sebab terus meningkat dalam kemuliaan Allah). Sebab itu dalam susah atau senang teruslah bergairah mencari Tuhan, istimewa waktu senang, jangan menyimpang berlazat-lazat dalam dosa, daging dan keduniawian. Tidak peduli, ini seringkali menjadi reaksi orang-orang yang hidup dalam keadaan nyaman dan senang, kalau dinasehati untuk pelayanan dan melakukan kehendak Allah supaya tumbuh. Tidak peduli, seringkali merupakan jawaban ada reaksi orang yang ingin bersukacita terus. Boleh bersukacita, tetapi jangan berdosa, jangan meninggalkan Tuhan dan menukarkan yang kekal dengan yang fana, jangan jadi ikatan dan berhala! Cari kerajaan Surga dan kebenaran-Nya dengan gairah, jangan berhenti selagi masih ada kesempatan, masih hidup, tidak akan sia-sia dan tidak akan menyesal!

YESAYA 32:12 MERATAPI CELAKA

Mereka akan meratapi (memukul-mukul) dada, sebab ladang-ladang yang permai, kebun-kebun anggur yang berbuah-buah.

Ladang-ladang yang permai yang memberi banyak hasil dan menjadi kekayaannya, juga kebun-kebun anggur yang berbuah-buah, tetapi sekarang tidak ada buahnya, sekarang semua tidak ada dan mereka meratapinya sebab hatinya dukacita karena kehilangan hartanya. Ladang menceritakan perkara atau hidup yang permai indah-indah. Anggur menceritakan kesukaan. Keduanya lenyap dan mereka sangat bersukacita. Kalau seorang kehilangan keluarganya lalu berdukacita, sebab tidak bisa mendapat kembali, untuk orang dunia ini pantas berdukacita (untuk kita masih ada harapan besar, untuk bertemu di Surga dalam kesukaan dengan orang-orang suci yang mati). Tetapi ini hanya harta, kebun anggur dan ladang, tetapi sebab hatinya lekat pada hal-hal fana dan kesukaannya, mereka sangat berdukacita. Seharusnya kita susah terbatas (atau sedikit) saja, sebab ini hanya barang-barang yang fana, dan lagi semua ini pasti ada sebabnya, mengapa kita diizinkan mengalaminya! Apalagi kalau ini suatu teguran untuk bertobat, relakan dan yang penting bertobat sungguh, lalu berbalik mencari kerajaan Allah yang kekal dan kebenarannya. Kalau tidak dapat barang-barang yang kekal, kita boleh dan patut berdukacita sambil memperbaiki sebab-sebabnya, tetapi untuk yang fana, jangan taruh hati di sana Mat 6:19-21. Harus ada beda nilai yang besar antara barang yang fana dan barang yang kekal, maka orang yang bisa membedakannya tidak akan menaruh hatinya pada barang-barang yang fana! Carilah barang-barang yang kekal, dengan segenap hati dan dengan sungguh-sungguh, yang fana hanya sebagai fasilitas.

YESAYA 32:13 DURI DAN ONAK DALAM RUMAH SENANG DI KOTA SENANG

Di atas tanah bangsaku akan tumbuh duri dan onak, juga di atas semua rumah senang di kota senang.

Tumbuh duri dan onak ini bukan saja rugi, sebab seharusnya ada buah-buah yang limpah dan mahal seperti anggur dll, tetapi sekarang keluar duri dan onak. Yang selain tidak ada harganya, duri ini juga membuat sakit bahkan bisa menjadi celaka. Kalau sudah menjadi rumah senang dan kota senang, maka timbullah duri dan onak. Tuhan yang maha tahu dan kasih, mengizinkan timbulnya duri yaitu macam-macam hal yang membuat sakit dan pahit. Duri ini bisa karena dosa (seperti di sini) bisa juga menjadi pengolahan, ujian, pemurnian dll supaya yang banyak dijumpai di mana-mana.

Rumah senang

Duri-duri ini juga tumbuh dalam rumah senang dan kota senang. Tidak salah membangun rumah dan kota senang, sebab kalau kita membuat apa saja, kita buat sebaik-baiknya dan yang menyenangkan. Tetapi yang menjadi jahat ialah bahwa semuanya itu menjadi berhala, dicintai lebih dari Tuhan, bahkan jadi sumber dosa sebab meringankan dan melawan Allah karena barang-barang atau hal-hal yang menyenangkan itu. Tidak boleh ada berhala di hadapan Allah, dalam ibadah dan hidup kita Kel 20:3 dst. Ini hukum pertama, sebab banyak terjadi di antara orang Israel dan menyeret banyak orang ke Neraka! Juga orang Kristen zaman sekarang, kalau diselidiki baik-baik, juga banyak yang punya berhala-berhala yang dicintai lebih dari Allah, sehingga diberi lebih banyak waktu, hati, percintaan dan uang daripada Tuhan sendiri. DURI yang sakit bisa karena dosa, bisa juga karena pengolahan dengan maksud-maksud tertentu seperti duri dalam "tubuh" Paulus 2Kor 12:7-10. Paulus minta dicabut tiga kali sebab sangat sakit, tetapi Tuhan menolaknya. Ada duri-duri karena salah kita, karena rebutan uang atau harta, hormat dan pujian, karena perzinaan, karena sombong, benci dan dosa-dosa lain. Biasanya kalau bertobat, duri-duri itu makin tumpul dan bisa lenyap, sesuai dengan kesungguhan pertobatannya, meskipun ada juga yang kadang-kadang lama baru hilang. Selain itu biasanya ada juga kerugian-kerugian rohani yang seringkali tidak bisa diganti (misalnya rencana Allah dalam hidupnya merosot). Kalau itu duri untuk pengolahan seperti Paulus supaya tetap rendah hati karena begitu banyak Wahyu yang diilhamkan Tuhan kepadanya. Kalau Tuhan tidak/ belum mencabutnya, Tuhan tidak pernah salah, selalu ada perhitungan yang tepat dan menguntungkan kita! Sabar dan bersukacitalah dalam macam-macam sakit dan penderitaan yang kita alami seperti Petrus, Yohanes Kis 5:41, maka itu akan menjadi kemuliaan kita untuk kekal Rom 8:17-18. Kota senang Yerusalem menjadi kota senang untuk Gereja mula-mula, mereka tidak mau keluar menginjil, sebab itu Tuhan izinkan rumah senang dan kota senang ini ditumbuhi duri dan onak sehingga mereka lari keluar dari Yerusalem sambil memberitakan Injil Kis 8:4. Sebab itu jangan mengikatkan diri pada hal-hal yang senang atau membuatnya menjadi berhala tetapi ikatkan diri pada Tuhan dan taat akan pimpinan Roh ke mana saja, di mana saja, dan dalam hal apa saja yang harus kita perbuat, biar kita lakukan dan satu kali kalau kita keluar dari tempat tinggal yang fana ini (tempat menumpang) maka kita mendapat rumah yang kekal di Surga dan kemuliaan yang sudah kita raih di dunia ini.

YESAYA 32:14 SEMUANYA RUSAK SEBAB TIDAK DIPELIHARA

Karena istananya akan ditinggalkan.

Daud lari meninggalkan istananya dengan menangis 2Sam 15:23,30 pengalaman yang sangat menyedihkan, sebab istana yang indah itu identik dengan hidup senang dan nyaman. Ini karena paksaan yang tidak enak. Jangan lupa periksa sebabnya. Kalau karena ujian misalnya Ayub meninggalkan 10 anaknya dan semua harta bendanya, sebab itu ia duduk di tanah dalam abu, tetapi ini karena ujian bukan kena hajaran. Kalau salah harus segera bertobat dan kembali pada Tuhan Yak 4:7-8. Kalau ujian, bertekun sampai lulus; Sebab kalau lulus, akan ada kememangan yang gilang gemilang!

Dan ramainya kota akan sepi.

Kebesaran, kemasyuran, kelimpahan, perkara-perkara besar dll semua berubah jadi kecil, kosong dan sia-sia. Ini semua pengalaman-pengalaman di dunia yang menimpa umat Tuhan, tetapi semuanya sudah diatur secara pribadi oleh Allah bagi kita untuk menjadi kebaikan. Semua yang besar-besar lenyap, tinggal yang kecil-kecil atau reruntuhan saja. Sebab itu Daud menangis. Memang ia berdosa besar dengan membunuh Uria, prajuritnya yang setia dan loyal, dan mengambil istrinya. Tetapi heran, sebab Daud sungguh-sungguh bertobat dan diampuni Tuhan akhirnya Daud kembali lagi dalam istananya. Ada orang yang tidak kembali lagi dalam istananya sampai mati seperti Hosea (raja Israel), Zedekia (raja Yehuda) dll mati mengenaskan dalam keadaan yang hancur dan paling rendah sebab dosa. Kalau ujian atau pengolahan dan lulus, maka di hadapan Allah orang-orang ini akan berakhir sampai puncak! (Juga Yohanes Pembaptis, Stefanus dll). Apapun yang terjadi, asal kita terus meningkat sampai puncak di hadapan Tuhan, itu yang paling indah, sebab bersambung dalam Surga yang mulia untuk kekal dan tidak lagi akankeluar lagi untuk selamanya.

Benteng-benteng dan menara akan menjadi sarang binatang untuk selama-lamanya.

Dahulu tempat-tempat ini penting, yang menentukan kemenangan, tetapi sebab hidup lepas dari Tuhan, jadi tempat sia-sia, hanya menjadi tempat sarang binatang untuk selama-lamanya. Hal-hal yang dahulu menentukan kemenangan dan perkara-perkara besar, sekarang masih ada tetapi jadi tidak ada artinya. Ini bisa secara lahiriah. Misalnya sebab orangnya sakit atau cacat dan semua itu tidak berarti lagi. Secara rohani, orang yang masuk Neraka, tetapi dahulu dipakai Tuhan dengan heran Mat 7:23 ia melihat benteng dan menaranya sekarang menjadi tempat binatang dan makanan ternak, sudah tidak ada artinya. Dahulu menentukan banyak perkara-perkara besar, tetapi sekarang semua tinggal kenang-kenangan yang sebetulnya manis, tetapi ibadah tinggal di Neraka, di tempat makanan binatang, maka ini menjadi penyesalan yang dahsyat. Ia jadi makanannya binatang-binatang yaitu iblis dan tentaranya, dirahab oleh kebengisan, kejahatan dan kesadisannya. Orang dosa kalau mati menjadi pusaka iblis, dipukuli, disiksa dengan sadis dan itu menjadi hiburan, hoby, kesukaan dan makanan setan-setan. Begitu orang beriman yang masuk Neraka lebih-lebih yang bekas orang besar, dipanggil Tuhan dengan heran, sekarang menjadi makanannya binatang-binatang. Kalau hanya di dunia kehilangan yang mulia dan indah-indah, tidak mengapa, sebab semua orang mati juga meninggalkan semuanya, tidak dibawa. Tetapi kalau di Neraka menyesali tempat yang mulia di Surga, yang bukan lagi menjadi miliknya untuk kekal, itu penyesalan yang tidak ada habis-habisnya untuk selamanya. Jangan sampai menyesal kehilangan yang kekal! Kehilangan apa saja yang fana, bahkan kesehatan dan nyawa, apa boleh buat asal tidak kehilangan yang kekal.

Kesukaan untuk keledai liar, tempat makan untuk kawanan binatang.

Sekarang tempat-tempat yang penting dan menentukan, yang indah dan mulia itu menjadi tempat kesukaan keledai liar, yang seharusnya tidak di sini. Nebukadnezar waktu direndahkan, tempatnya bersama-sama dengan keledai liar Dan 5:21. Iblis satu kali akan direndahkan di tempatnya itulah Tasik api kekal. Orang-orang yang direndahkan Tuhan, bukan saja rendah di dunia tetapi sampai Tasik api kekal. Sebab itu jangan sombong-sombong, akibatnya sangat dahsyat. Juga jadi tempat makan untuk kawanan binatang. Betapa ngeri, kalau jatuh dan gugur untuk kekal. Orang-orang di Tasik api menjadi makanan dari binatang-binatang di sana yaitu iblis dan tentaranya. Sebab itu bersedialah dalam hidup yang pendek ini, jangan sembarangan. Sekalipun dalam keadaan enak atau senang, jangan tidak peduli pada pertumbuhan rohani masing-masing, juga dalam keadaan apapun, supaya jangan ada penyesalan yang pahit untuk kekal.

KESIMPULAN

Sekarang ada kesempatan, berjuanglah habis-habisan lebih daripada untuk semua yang lain. Pelihara hati baik-baik Ams 4:23 lalu taat akan kehendak Allah dengan segala pengorbanan yang ada sebab pasti hasilnya indah untuk kekal. Ini hanya bisa jadi kalau Roh Kudus mencelikkan mata hati kita 1Kor 2:10, jangan sampai dibutakan oleh iblis 2Kor 4:4. Pakai terus kesempatan yang ada untuk mencari semua yang dari atas Kol 3:1-2, supaya jangan menyesal untuk kekal. Jangan ada rumah atau kota senang yang jadi berhala, bangun dan carilah perkara-perkara dari Atas, terus dipimpin Roh melakukan kehendaknya sampai selesai semua beban dan tugas kita. Bantu mengingatkan dan menolong satu sama lain, baik orang-orang dalam rumah, orang dekat dan siapa saja yang Tuhan bebankan atas kita, untuk selalu mencari kerajaan Surga dan kebenarannya lebih dahulu dari semua yang lain Mat 6:33. Jangan diremehkan atau tidak peduli, tetapi betul-betul bergairah memakai setiap kesempatan yang kita dapat. Ingat Mat 13:11, orang yang memakai kesempatan yang ada padanya dengan baik, akan diberi Tuhan kesempatan yang makin limpah. Nyanyian: