Share :  

YESAYA 14:13 DOSA LUCIFER
KARENA ENGKAU BERKATA DALAM HATIMU

Allah tahu isi hati manusia (bahkan masa depan yang belum kelihatan sama sekali). Kalau seorang berkata-kata dalam hati itu sama dengan kata-kata yang kedengaran Ams 23:7. Tuhan bisa melihat hati dan pikiran manusia, semua yang kelihatan dan yang tidak kelihatan Ibr 4:12, dari orang itu sendiri atau dari luar, misalnya panah berapi setan (itulah pikiran dosa, baik yang nyata atau tersembunyi yang ditembakkan ke dalam pikiran manusia Ef 6:16, ini belum dosa selama kita  tidak setuju. Ini sama seperti fakta yang kita lihat dan ketahui, itu belum dosa selama kita tidak ingin atau setuju). Sebab itu kita harus menjaga pikiran, hati kita baik-baik, jangan sampai berdosa, sebab pikiran dosa sudah dihitung dosa di hadapan Tuhan.  Tuhan menghendaki kita hidup benar di hadapan Allah bukan di hadapan manusia saja (yang hanya bisa melihat dari luar saja) Kej 17:1. Orang beriman harus hidup suci sampai dalam hati dan angan-angan Gal 5:24. Untuk ini perlu:

1.      Kemauan

2.      Pikul salib

3.      Kekuatan dari Roh Kudus Kis 1:8, Zak 4:6 dan Firman Tuhan Ef 5:26, Maz 119:11, maka kita bisa tetap tinggal suci di hadapan Allah, sehingga Allah selalu berkenan kepada kita dan Dia bisa tinggal dan berkarya di dalam kita. Sebab itu kesucian itu harus dipelihara sampai ke dalam batin, hati, pikiran Maz 51:8.

Pikiran adalah medan perang rohani yang harus terus menerus kita kuasai dalam kesucian dengan pertolongan Roh Kudus, sebab kalau disini kalah, kotor, itu akan muncul dalam kata-kata atau perbuatan, lambat atau cepat Yak 1:15 dengan segala akibatnya yang dahsyat!

Iblis tidak tahu isi hati kita tetapi mereka sudah biasa berkomunikasi lewat roh atau hati, karena itu kalau seorang membuka hatinya, mulai ingin berdosa, iblis bisa berkomunikasi dengan dia dan mendapat tempat atau pintu masuk Ef 4:27. Sebab itu jangan ingin hal-hal dosa ataupun merencanakan dosa, meskipun itu belum tentu bisa jadi Ul 5:21.

Kalau kita mau hidup suci, nanti Roh Kudus sanggup menolong kita, Dia maha tahu, maha kuasa, maha besar, pasti berhasil, tidak pernah gagal! Dengan Dia kita sanggup melakukan segala perkara sebab Dia Allah yang maha besar. Karena itu jangan khawatir, asal kita mau hidup suci dan terus berjalan dengan Tuhan, Dia sanggup menolong kita bisa terus hidup suci, juga dalam menghadapi segala perkara Rom 8:31.

AKU AKAN NAIK KE SURGA, AKU AKAN MENINGGIKAN TAHTAKU DI ATAS BINTANG-BINTANG ALLAH

Ini tahap pertama dari dosa sombong Lucifer, yaitu mau lebih tinggi dari semua bintang-bintang Allah yang lain, tidak mau kalah. Ini sudah dosa dan permulaan kejatuhan yang dahsyat itu.

Kita juga harus berjaga-jaga dari permulaan dosa ini, sebab kalau permulaan sudah kalah, nanti akan terjerumus dalam dosa-dosa yang lebih parah. Firman Tuhan mengajarkan pencegahan dari permulaan dosa, yaitu:

1.      Tinggal tetap dalam Tuhan Yoh 15:5

2.      Sadar, yakin dan mengakui semua dari Tuhan 1Kor 4:7, Maz 75:7-8.

3.      Kepujian kita dari Tuhan, jangan ingin atau mencari kepujian dari manusia Rom 2:29.

Setiap orang mempunyai kemampuan dan bidang yang tidak sama, masing-masing adalah anggota tubuh Kristus. Kita perlu tahu beberapa banyak kemampuan kita Rom 12:3, Mat 25:15 dan sesuai dengan talenta yang Tuhan berikan, kita harus menghasilkan buah-buah atau jumlah yang sesuai (Luk 12:48 diberi banyak, dituntut banyak) dan mempertanggungjawabkan semuanya kepada Tuhan. Mungkin orang lain lebih berhasil, buahnya lebih banyak, kita tidak perlu bersaing, tidak perlu iri atau melebih. Lebih-lebih terhadap orang yang baru muncul, tetapi sangat berhasil, itu adalah kebijakan Allah yang memberi dia talenta lebih banyak dari kita. Kalau ia menjalankan talenta-talentanya dengan dosa, dengan menghalalkan segala cara untuk berbuah lebih banyak, apalagi menyabot hamba-hamba Tuhan yang lain supaya berbuah lebih banyak, kita jangan iri atau sakit hati karena hasil-hasil yang haram itu Maz 37:1. Kita bukan polisi atau hakim Yak 4:11- 12. Sebab itu kita tidak perlu berkelahi atau menghakimi dia sebab sudah ada yang akan menangkap dan menghakimi.

Ini bukan berarti kita setuju atau diam saja kalau orang itu merusak pelayanan kita, kita harus menjaga hidup dan pelayanan yang Tuhan tanggungkan atas kita. Misalnya ada orang-orang yang mencuri domba orang lain, mencuri nama, menfitnah, berdusta, bersiasat jahat, atau memakai ajaran yang salah dll, dengan tegas kita harus mengatakan pada orang-orang yang kita pimpin, itu dosa, itu melawan Firman Tuhan atau ajaran-ajaran yang salah, salahkan dan jangan bersekutu dengan orang yang tidak mau bertobat Ef 5:11, 1Kor 5:9-13. Jangan benci dan menghukum sendiri, tetapi serahkan kepada Tuhan 1Kor 5:13. Kalau orang mau bertobat dan bisa bisa ditolong, ampuni dan tolonglah Yak 4:17, tetapi jangan kita berdosa kepada Tuhan karena orang itu Rom 12:21.

Di dalam pekerjaan Tuhan kita tidak bersaing, sebab kita semua mempunyai Bapa dan Tuhan yang sama dan ada Polisi, Hakim itu maha canggih, masing-masing yang bersalah akan berurusan dengan yang maha canggih itu, kita patut berbelas kasihan dan menolong kalau bisa, tetapi jangan terseret dalam dosa.

Sebab itu kita tidak perlu mempunyai keinginan untuk mengalahkan (atau bersaing) sebab masing-masing harus mempertanggungjawabkan perbuatan dan talenta-talenta yang diterimanya kepada Tuhan, baik di dunia Rom 14:12 dan nanti di hadapan Kursi Pengadilan Kristus Rom 2:16, Wah 22:12.

Kalau kita hidup benar, dan melakukan kehendak Tuhan dengan baik, sekalipun talenta kita 1, kita bisa tumbuh sampai sempurna dan menerima pahala dan kemuliaan dari Tuhan. Juga yang mempunyai talenta 5. Belum tentu orang yang mendapat 5 talenta itu lebih mulia dan banyak pahalanya daripada yang mendapat 1 talenta. Allah menghakimi sesuai dengan kadar masing-masing Luk 12:48. Sebab itu belajar untuk menjadi indah dan berkenan pada Allah Kis 13:22, bukan terkenal dan tidak mau kalah dari bintang-bintang yang lain! Itu permulaan kesombongan dan kejatuhan dari Lucifer, sekalipun itu masih dalam hati saja.

AKU HENDAK DUDUK JUGA DI ATAS GUNUNG PERHIMPUNAN DI SEBELAH UTARA

Gunung di sebelah utara adalah negeri Raja yang maha besar, yaitu Allah kita Maz 48:2-3. Lucifer hendak mengambil alih kedudukan Allah penciptanya, ia mau menyamakan dirinya dengan Allah (ayat 14). Ini akhir dari semua kesombongan, yaitu mau menjadi seperti Allah. Banyak orang tidak tahu dan tidak mengerti bahwa dosa Sodom itu akhirnya akan berusaha mengalahkan Allah dan menggantikannya. Banyak orang mengira bahwa hal itu tidak mungkin terjadi, sebab rasa-rasanya tidak mungkin manusia ciptaan Allah berani meninggikan dirinya untuk menjadi setara dengan Allah. Tetapi ini dosa iblis, itu sama jenis dan arahnya seperti semua dosa manusia.

Prinsipnya sama seperti orang lahir baru menjadi suci, lepas dari dosa, itu arahnya menjadi sama seperti Kristus, menjadi "Allah" Yoh 10:35 (tetapi Kristus tetap Kepala kita dan Allah Bapa kepala Kristus 1Kor 11:3). Rasa-rasanya tidak mungkin, tetapi itu jenis yang sama (anak-anak sama dengan bapaknya Yoh 1:12) dan arahnya ke sana, menjadi seperti Bapa Mat 5:48.

Begitu juga semua orang yang sombong itu akhirnya tidak mau kalah dengan Allah, dengan kata lain mau menurunkan Allah dari tahta-Nya dan menduduki tempat-Nya, begitu jahat dan kurang ajar orang yang sombong itu, meskipun tampaknya tidak mungkin, tetapi itu ujung jalan kesombongan. Sombong itu terlalu jahat dan kurang ajar, sekalipun permulaannya hanya mau bersaing atau tidak mau kalah dengan bintang-bintang lainnya, tetapi akhirnya mau mengalahkan Allah. Bagaimanapun juga sombong itu sangat jahat, sama seperti kanker, sekalipun mula-mula hanya kecil, tetapi akhirnya mati, seluruh tubuh dirusakkan.

Semua yang ada pada kita itu dari Tuhan, kepujian kita juga dari Tuhan, biarlah kita memuliakan Dia senantiasa dan jangan ada sedikitpun dosa sombong, sekalipun di antara kita sendiri! Dosa-dosa lain juga akhirnya akan sama jahatnya, sebab dosa itu benih iblis dan kalau dosa itu menjadi dewasa, lalu sempurna, maka benih-benih itu akan sama seperti induknya, sama seperti iblis. Orang berdosa akan menjadi sama seperti iblis, yaitu waktu dosanya menjadi sempurna, contohnya Antikris dan semua yang sempurna dosanya. Jangan sombong, jangan berdosa, akhirnya dahsyat dan binasa Rom 6:23.

YESAYA 14:14 INGIN NAIK
AKU HENDAK NAIK DI ATAS KETINGGIAN AWAN- AWAN

Kita harus membedakan antara naik yang wajar dan naik yang jahat. Meningkat dalam kepintaran, kekayaan, kesehatan, pelayanan, dll masih bisa terjadi dalam batas-batas yang normal dan bukan dosa. Tetapi ada yang naik, yang dosa seperti dalam Yeremia 45:5 dan Roma 12:16. Miryam tidak mau kalah dengan Musa Bil 12:2, Korah Datan Abiram juga begitu, mereka menuduh Musa mengambil kepujian terlalu banyak Bil 16:3 padahal tidak.

Ambisi menurut KBBI adalah keinginan atau nafsu besar untuk mencapai sesuatu. Dalam istilah ini sulit dibedakan yang dosa dan tidak.

Keinginan naik yang salah adalah:

1.      Karena ingin puji, supaya populer, dihormati, tidak mau kalah, dll, ini adalah karena sombong.

2.      Melebihi kemampuannya, tidak mau berpada.

3.      Karena dorongan dosa lainnya dll.

Usaha untuk naik yang wajar, kalau:

1.      Tidak sombong, tidak ingin puji dari manusia Rom 2:29, bukan sebab tidak mau kalah dan bukan disebabkan karena segala manifestasi sombong dan dosa-dosa lain.

2.      Diperintahkan Tuhan, yakin pimpinan Roh seperti Daud, hendak mengalahkan Goliat; terbeban dari Tuhan, misalnya Paulus ke Makedonia, terbeban menyelamatkan jiwa-jiwa.

3.      Keharusan, misalnya wajib naik kelas itu wajar, bahkan baik, talenta-talenta yang harus dikerjakan supaya menghasilkan buah, tugas sesuai jabatan, misalnya: penginjilan, guru, gembala, nabi, rasul, dll.

4.      Kebutuhan untuk membiayai keluarga, ingin gaji lebih tinggi, tetapi tidak sebab cinta uang.

5.      Untuk kemuliaan nama Tuhan, Elia minta api turun dari langit untuk membuktikan Tuhan hidup dan supaya orang Israel bertobat dari Baal.

6.      Bisa mengakui semua dari Tuhan 1Kor 4:7, Maz 75:7-8 dengan kuasa Tuhan Luk 4:6, bukan karena kekuatan diri sendiri 1Kor 15:10, 2Kor 4:7.

7.      Karena gairah akan Tuhan Yoh 2:17

Sebab itu kita perlu banyak berdoa bertanya-tanya akan Tuhan seperti Daud 1Taw 16:11, kalau itu kehendak Tuhan kita kerjakan, tetapi kalau bukan, sekalipun tampaknya baik, jangan diteruskan seperti Israel mau mengalahkan orang-orang Kanaan Ul 1:42.

Tuhan sendiri ingin melakukan perkara-perkara besar dengan umat-Nya Maz 60:14, Elisa sendiri ingin mendapat pengurapan dua kali ganda dari Elia gurunya 2Raj 2:9; bahkan Allah sendiri ingin mengangkat kita setinggi-tingginya asal kita mampu menerimanya yaitu tidak menjadi sombong. Kadang-kadang Tuhan memberi pengaman seperti memberi "duri" kepada Paulus supaya tetap ingat untuk rendah hati dan mengakui bahwa semua itu dari Tuhan 2Kor 12:7-8. Kalau kita bisa diangkat setinggi-tingginya (dalam segala segi hidup), kita bisa dijadikan berkat yang lebih besar untuk lebih banyak orang, sehingga lebih banyak orang bisa diselamatkan dan kita sendiri akan bisa makin mulia dan dapat pahala makin banyak; Allah ingin membuat semua menjadi setinggi-tingginya dan sebesar-besarnya dan Ia tidak membedakan orang, asal kita tahan dan tidak sampai berdosa, baik sombong, zinah, mabuk anggur dunia dll. Kepujian dari manusia itu sia-sia, kalau kita mengerti dan yakin, kita tidak akan mengejar itu, tidak ambisi dari diri sendiri, tetapi kita makin ingin memperkenankan Tuhan sekalipun mungkin jalannya itu tidak ada kepujian dari manusia.

Jangan kita lengah 1Pet 5:8 sebab pujian manusia itu nikmat untuk daging meskipun hanya sesaat, justru dihina dan direndahkan itu pahit dan sakit bagi daging. Dengan kelimpahan Firman Tuhan dan dipimpin Roh Kudus kita bisa memisahkan dengan tepat segala tawaran, godaan, kesempatan dll yang kita kerjakan apakah itu karena sombong atau karena hal-hal yang betul, sehingga kita tidak terjerat ingin naik karena sombong Ibr 4:12.

AKU AKAN MENJADI SEPERTI YANG MAHA TINGGI

Inilah ujung kejahatan dari kesombongan.  Semua dosa yang sempurna itu akhirnya seperti ini, seperti iblis dan tidak mau bertobat lagi sebab itu tempatnya yang tepat adalah di Neraka di tempat yang disediakan untuk iblis dan orang-orang seperti iblis Mat 25:41. Ini dosa sombong tingkat VII, tingkat tertinggi.

Ada banyak gejala karena sombong, misalnya tidak mau taat, melawan, tidak tertib, keras kepala bahkan hampir semua dosa yang lain bisa dihubungkan atau menjadi akibat dari sombong. (Memang semua dosa itu bisa saling berhubungan dan menguatkan, bapaknya sama yaitu iblis). Jangan sampai kita tidak bisa membedakan antara naik tinggi yang suci dan sombong. Biarlah kita tetap dalam jalan sempit, rendah hati dan terus meningkat dalam kesucian sampai menjadi seperti Kristus.

Seringkali Tuhan memberi kasus-kasus kecil atau besar, atau duri-duri untuk mengingatkan atau menegur supaya tetap rendah hati. Terimalah setiap penghinaan untuk latihan dan tes bahwa kita masuk di jalan sempit bukan di jalan kesombongan. Kalau tidak bisa direndahkan itu berarti ada di jalan lebar seperti Nebukadnezar Dan 4:31 atau Miryam Bil 12:10.

YESAYA 14:15 LUCIFER DIRENDAHKAN
TETAPI ENGKAU AKAN DITURUNKAN KE NERAKA, KE SEBELAH (Terj. Lama, Terj. Baru, NKJV: BAGIAN YANG PALING DALAM DARI) LUBANG ITU

Lucifer dilempar ke Abusos (lubang tanpa alas) di tempat yang paling dalam sesuai dengan kesombongannya yang paling top. Pertama kali Lucifer berdosa, ia sudah dikalahkan dan dilempar dalam penjara siksaan. Tetapi ia masih diizinkan keluar berkali-kali dan terakhir pada akhir kerajaan 1000 tahun dan setiap kali ia mempengaruhi semua yang bisa dipengaruhi istimewa manusia, untuk bersama-sama melawan Allah dan merebut kedudukan Allah. Dari permulaan ia sudah kalah, juga sampai ke akhir dan sesudah itu ia tidak akan keluar lagi dari Tasik api untuk kekal selama-lamanya 2Tes 1:9.

Jangan sampai tertipu, tergoda atau tersesat oleh iblis dengan dosa sombong, sebab daging sangat suka, dan lezat bagi daging tetapi hanya sesaat, lalu penderitaan dan celaka kekal. Ingat Firman Tuhan setiap kali dan pimpinan Roh Kudus supaya jangan sampai jatuh dalam kesombongan. Perhatikan tes atau tanda-tanda yang diberi Tuhan bagi umat-Nya yang jatuh dalam dosa sombong (dari segala tingkatan), supaya orang itu jangan direndahkan untuk kekal Mat 24:12. Jangan lupa orang gagalpun bisa sombong, ia tidak mau menerima kegagalannya dan tidak tahan kalau direndahkan, apalagi waktu sukses. Tetapi kalau kita ditempatkan di atas, hati-hati jangan menjadi sombong, tetap rendah hati. Allah tahu keadaan kita, tetapi seringkali kita yang tidak tahu keadaan atau kesombongan kita sendiri 1Kor 13:12. Sebab itu belajarlah berjalan dalam Roh terus dan peka mendengar suaraNya sehingga tidak sampai celaka seperti Saul, Absalom, Ahitofel dll.

KESIMPULAN

Seringkali kita melihat dosa sombong itu seolah-olah sulit dibuang. Tetapi dosa sombong bisa dibuang sama sekali, sebab sudah lenyap dalam lahir baru, percayalah dan belajar semua tanda-tanda kesombongan, peka dipimpin Roh dan mau direndahkan, maka tabiat sombong yang lama bisa lenyap seperti Musa yang menjadi lemah lembut Mat 11:29 (salah satu tanda kesombongan, tidak bisa taat, tidak bisa lemah lembut, tidak bisa dinasehati atau diajar dst). Semua tabiat lama bisa diganti baru sekalipun sudah menjadi tabiat yang jahat seperti Nebukadnezar.

Tetapi orang yang masih suka dipuji dan dihargai (tidak mau mematikannya) akan selalu jatuh dalam dosa sombong. Tabiat daging harus dimatikan semua! Orang yang mau rendah hati kalau mau dipimpin Roh pasti bisa rendah hati sebab Allah maha kuasa, tidak pernah gagal. Seringkali kita bisa bertanya pada orang-orang di sekitarnya, baik kawan apalagi lawan apakah mereka melihat kesombongan dalam kita. Biasanya mereka mudah melihat kalau ada kesombongan Mat 7:3, sebab  sombong itu menyakiti hati orang-orang di sekitarnya Gal 5:26 TL, lebih-lebih orang yang sama-sama sombong, tidak tahan!

Ingat peraturan tentang sombong Mat 23:12, hukumannya dahsyat, tetapi yang rendah hati seperti Kristus Mat 11:29 (tidak garang, tidak cepat marah seperti orang sombong dll), akan diangkat sangat tinggi seperti Putra manusia Yesus Flp 2:8, 9.

Nyanyian

Dia patut makin bertambah, ku harus makin berkurang
Nama Yesus saja di sembah, ku di tempat paling b'lakang
Bila Yesus ditinggikan dan salib-Nya dib’ritakan

Pasti 'kan menarik semua orang datang kepada-Nya s'karang