Pada hari Minggu Pagi tgl. 24 Mei 2008, Bapak Gembala menyampaikan FT tentang perlunya kita belajar mengucap syukur. Saya mengaminkan hal ini, karena alam Ucapan Syukur tsb ada kuasa yang besar, mujijat akan terjadi bila kita mau mengucap syukur walaupun Fakta berkata lain.

Setelah menikah selama hampir 4 tahun, kami belum dikaruniai anak oleh Tuhan. Bahkan tanda-tanda kehamilanpun tidak pernah nampak dalam diri saya. Hal ini terasa aneh, karena sewaktu kami menikah, saat itu saya dalam keadaan sedang datang bulan (Haid), dan ini biasa disebut dengan istilah “MAPAK” (Bhs. Jawa) yang artinya saya akan langsung Masa Subur, dimana Sel Telur akan siap dibuahi oleh Sperma. Dengan demikian saa akan segera Hamil. tapi semua perhitungan manusia itu meleset, setiap bulan saya tetap mendapat Haid. Sejak menikah kami tidak pernah menggunakan alat kontrasepsi dalam bentuk apapun karena kami memang ingin segara mendapat momongan / bayi sebab usia kami berdua sudah terbilang cukup. Pada awalnya kami hanya bisa pasrah kepada Tuhan, mau diberi anak OK, tidak diberi anak juga tidak masalah, semuanya terserah Tuhan. Tapi pada tahun ke-4, saya mulai merasa kesepian terutama di saat saya ditinggal suami pergi ke luar kota. Sewaktu sedang asyik menonton TV, tiba-tiba muncul iklan Susu atau Makanan Bayi dimana Bayinya sangat lucu dan menggemaskan. Kemudian saya berkata pada Tuhan : ”Tuhan, saya hidup di dunia ini hanya 1 kali saja, sebab itu saya ingin merasakan bagaumana rasanya menjadi seorang ibu”. Sejak saat itu saya berdoa dengan Iman minta anak pada Tuhan. Saya ucapkan kata-kata Iman karena saya yakin pada FT dalam
Bil 14:28 Katakanlah kepada mereka: Demi Aku yang hidup, demikianlah firman TUHAN, bahwasanya seperti yang kamu katakan di hadapan-Ku, demikianlah akan Kulakukan kepadamu.
Ayat tsb setiap minggu dibacakan di Sekolah Minggu tempat saya mengajar. Orang tua, mertua, saudara-2 kami serta para keponakan ikut mendukung kami dalam doa-doa mereka. Selain berdoa memohon kemurahan Tuhan, kami juga minum Vitamin serta senantiasa memeriksakan diri ke dokter kandungan. Hal ini kami lakukan secara rutin selama ± 5 bulan, tapi tetap tidak ada hasilnya. Suatu hari sewaktu saya & suami sedang periksa ke dokter kandungan, saya berkata dalam hati : “Tuhan, saya tahu walaupun saya pergi ke Profesor yang paling hebatpun, kalau bukan Engkau yang mempertemukan Sperma suami dan Sel Telur saya, maka semuanya juga akan sia-sia.”
Saat itu saya merasa mempunyai Iman yang sangat kuat, saya yakin bahwa semua itu dalam kuasa Tuhan. Jadi kalau Tuhan memang berkehendak saya menjadi hamil, maka semuanya itu pasti akan jadi. Walaupun saya sudah mengerahkan Iman saya, tapi semuanya masih seperti sedia kala. Suatu ketika ada seorang saudara seiman (teman suami) berkata : “ Saya mendapat mimpi, melihat istrimu sedang hamil ”. Puji Tuhan !! Kata-2 ini kembali menguatkan Iman saya. Saya berkata pada suami : “ wah…..ini pasti nubuat dari Tuhan ! He…..he….he….”. Tapi lagi-lagi tidak terjadi apa-apa dalam diri saya, selama ± 2 bulan saya tetap mendapat Haid. Siang malam kami memanjatkan Doa kepada Tuhan dan dengan Iman saya katakan bahwa saya pasti akan memiliki anak, hanya tinggal menunggu waktu yang tepat dari Tuhan. Dalam doa saya berkata kepada Tuhan : “ Tuhan, saya tidak tahu apakah jika saya mempunyai anak akan menjadi suatu kebaikan atau tidak bagi hidup kami berdua hanya Engkau yang tahu ”. Walaupun di mulut saya berkata demikian, tapi dalam kenyataannya saya terus memohon kemurahan Tuhan. Sampai akhirnya saya benar-2 yakin bahwa Tuhan juga menghendaki saya memiliki anak
Kej 1:28 Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”
Setiap bulan jika tamu bulanan saya datang, saya hanya berkata kepada Tuhan : “ Lho, Tuhan, koq tidak jadi lagi ? Kenapa Tuhan ?”. Bulan berikutnya dengan hati agak nelangsa (bhs. Jawa = sedih), saya komplain kepada Tuhan : “Tuhan, saya hanya minta diberi anak, tapi mengapa koq sulit sekali ?” Pada saat itu Roh Kudus berkata : “ Mengapa kamu tidak belajar mengucap syukur ?” Tentu saja mendapat teguran seperti itu saya menjadi kaget dan langsung mengerti tentang kesalahan yang saya perbuat selama hampir 4 tahun ini. Tuhan tidak hanya menghendaki kita berdoa, berusaha dan memakai Iman, tapi DIA menghendaki supaya kita belajar mengucap syukur dalam segala perkara. Puji Tuhan !! Sejak saat itu setiap kali saya mendapat Menstruasi, saya langsung katakan : “ Terima kasih Tuhan, walaupun bulan ini belum dapat anak, bulan depan atau tahun ini kami pasti akan mendapat anak !”. Hanya 2 bulan saya ucapkan kata-kata syukur ini dan pada bulan ketiga, saya sudah tidak mengalami Menstruasi lagi, saya HAMIL, Puji Tuhan !!!. 9 bulan kemudian lahirlah seorang anak perempuan yang sehat dari rahim saya, ini adalah anugerah terindah bagi kami sekeluarga. Sebelumnya saya memang menginginkan agar saya diberi anak Perempuan, ternyata Tuhan mengabulkan keinginan kami tersebut. Saya masih melihat beberapa pasangan suami istri yang sampai saat ini belum dianugerahi anak oleh Tuhan, mintalah terus dengan Iman dan jangan lupa untuk senantiasa mengucap syukur. Amin !!!!
Oleh Ibu S – Surabaya.