GTI Bukit Zaitun

2ndlowresLOGO GTI-REV2020 (1)

GTI Bukit Zaitun

Seperti lagu “JalanMu tak terselami” nyata bahwa Allah turut bekerja di dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia (Rom 8:28)

Enam tahun yang lalu (tahun 2004) ada seorang pemuda yang sudah kami kenal datang ke toko kami dan berkata ingin menjualkan barang dagangan kami. Dia berkata bahwa barang tersebut akan dijual kepada seseorang di luar kota. Karena kami tidak mengenal pembelinya dan orang itu mau membeli dalam jumlah banyak (1 mobil box penuh) maka kami minta pembayarannya harus tunai. Di depan saya pemuda ini telpon kepada calon pembeli tersebut dan orang itu menyanggupi untuk membayar secara tunai. Hari itu juga barang kami siapkan dengan harapan esok pagi bisa langsung dikirim dan segera beres. Di luar dugaan setelah barang kami tiba dirumah pembeli ternyata orang tersebut tidak ada ditempat dan pemuda itu menunggu pembeli tersebut sampai kira-kira jam 21.00. Ketika pembeli datang dia berkata seharian ini mencari uang untuk membayar barang tersebut tapi tidak dapat uang sama sekali dan berkata kalau boleh barang itu diturunkan di rumahnya dan besok akan ditransfer.

Pemuda ini meyakinkan saya melalui telpon bahwa orang itu sudah biasa membeli padanya dalam jumlah banyak dan tidak pernah bermasalah. Karena sudah malam dan berpikir sudah rugi ongkos dan waktu akhirnya barang tersebut diberikan. Ternyata pembeli tersebut tidak transfer. Berkali-kali kami telepon dan beberapa kali menyuruh orang untuk menagih tetapi hanya dibayar sedikit, hanya sekedarnya. Kami sudah berdoa agar Tuhan menjamah orang ini dan mau melunasi, tetapi seakan-akan Tuhan tidak menjawab doa kami, sehingga akhirnya kami menyerahkan masalah tersebut kepada Tuhan dan melupakannya.

Akhir bulan November 2010 sepasang suami istri pembeli barang itu datang ke rumah kami dengan pakaian yang lusuh dan bau dan membayar lunas hutangnya. Kami seakan tidak percaya, kamipun sudah melupakan masalah itu ternyata Tuhan tidak lupa dan menjamah orang itu sehingga mau melunasi. Dia bercerita bahwa selama enam tahun ini mengalami banyak musibah. Anaknya yang sulung sakit paru-paru, diobatkan ke sana ke mari dan habis uang banyak. Setelah dua tahun akhirnya meninggal dunia. Ada orang mengirim barang kepadanya, sehabis mengirim mobil untuk mengirim tersebut mengalami kecelakaan. Pemilik mobil berkata agara mobil diperbaiki dan dipakai saja sampai nanti kalau sudah ada uang akan ditebus. Dia merasa senang dan mobil tersebut diperbaiki sampai habis uang banyak.Setelah satu tahun dipakai ternyata mobil tersebut disita oleh perusahaan leasing karena ternyata mobil itu mobil cicilan.

Suami istri ini akhirnya sadar bahwa mereka mengalami kerugian dan malapetaka ini karena perbuatan mereka sehingga mereka sepakat menabung sampai bisa melunasi hutangnya. Melalui peristiwa ini kami sadar bahwa Tuhan sengaja mengolah kami agar belajar mengampuni, bisa menyerahkan segala persoalan kepada Tuhan dan menumbuhkan rohani kami. Tuhan ada dekat sekali dengan kita. Dia mengerti dan memperdulikan hidup kita, sekalipun seakan tidak mau mendengar doa kita tapi Dia tetap bekerja melalui jalan yang tak terselami oleh pikiran kita. Amin.

Oleh Bpk. D- Surabaya